Sulselbar

Maret 2019, Persentase Penduduk Miskin di Sulbar Capai 11,02 Persen

DATA STATISTIK -- Kepala BPS Perwakilan Provinsi Sulbar, Windrisal bersama Kepala Bidang Sosial, Jumadi, saat memparkan soal data statistik.

AMUJU, BKM — Jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Barat dalam periode Maret 2019 mencapai 11,02 persen atau sebanyak 151,40 ribu orang. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 0,23 persen poin secara absolut 0,38 ribu orang jika dibandingkan pada periode Maret 2018 yang mencapai 11,25 persen.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Provinsi Sulbar, Windrisal, kepada wartawan di ruang pola statistik, Senin (15/7). Dijelaskan peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan lebih besar dibandingkan peran komoditi bukan makanan, seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. ”Peran komoditi makanan terhadap garis kemiskinan pada bulan Maret 2019, telah tercatat 77,56 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi pada bulan September 2018 sebesar 77,60 persen,” ujar Windrisal.
Menurutnya, dalam mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Dalam rangka itulah, statistik dengan menggunakan pendekatan ini, maka kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari segi ekonomi dalam memenuhi kebutuhan makanan. Dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.
Untuk gambaran pada penduduk Sulawesi Barat dibulan Maret 2019 disebabkan beberapa faktor. Di antaranya selama periode September 2018 dan Maret 2019 itu terjadi deflasi sebesar 0,20 persen. Kondisi ini disinyalir membuat penduduk di Sulbar mendapat pengeluarkan konsumsi lebih banyak itu secara kuantitatif dibandingkan pada bulan sebelumnya, maka pada periode September 2018 dan Maret 2019 maka secara umum terjadi juga deflasi dikomoditi bahan makanan serta pendidikan, rekreasi, dan olahraga. Sedangkan pada komoditi lainnya itu terjadi inflasi umum yang cukup rendah,” paparnya.
Sementara itu, pada indeks kedalaman dan indeks keparahan kemiskinan, maka pada perspektif kemiskinan tidak cukup berhenti berapa jumlah dan persentase penduduk miskin saja. Dibandingkan pada bulan Maret 2018, indeks keparahan kemiskinan (P2) Maret 2019 sebesar 0,42 atau meningkat 0,07 poin dengan membandingkan pada September 2018. Tetapi mengalami penurunan 0,02 poin jika dibandingkan Maret 2018. Hal ini mengindikasikan Maret 2019 itu telah meningkatnya pada P1, maka rata-rata pengeluaran penduduk miskin itu cenderung menjauhi GK. Juga meningkatnya angka P2 ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin itu sendiri semakin besar,” ungkap Windrisal.
Sedangkan jika dibandingkan penduduk miskin di Sulbar dengan jumlah penduduk miskin Pulau Sulawesi, telah menunjukkan kecenderungan mengalami penurunan yang sama. Kecuali di Sulawesi Utara yang telah mengalami peningkatan dan yang terjadi penurunan persentase penduduk miskin tertinggi sebesar 2,03 persen. Sedangkan penurunan terendah sebesar 0,71 persen itu terjadi di Sultra. Provinsi Sulbar sendiri berada pada peringkat ketiga setelah Sulut dan Sulsel.
”Untuk pada bulan Maret 2019, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Sulawesi Barat 0,365. Angka ini menurun sebesar 0,001 poin jika dibandingkan gini ratio September 2018 sebesar 0,366 jika dibandingkan gini ratio Maret 2018 sebesar 0,370, maka gini ratio Maret 2019 turun sebesar 0,005 poin,” kata Windrisal.
Untuk gini ratio pada perkotaan dibulan Maret 2019 di Sulbar, tercatat sebesar 0,0445. Turun dibandingkan gini ratio September 2018 sebesar 0,421. Sedangkan gini ratio ditingkat pedesaan pada bulan Maret 2019, tercatat sebesar 0,317. Angka ini meningkat dibandingkan gini ratio September 2018 sebesar 0,311. Tetapi menurun dibandingkan gini ratio Maret 2018 sebesar 0,311, turun dibandingkan gini ratio Maret 2018 sebesar 0,335.
”Sementara gini ratio provinsi se-Indonesia periode Maret 2019, provinsi yang mempunyai nilai gini ratio tertinggi itu di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 0,423 dan tercatat terendah di Bangka Belitung dengan gini ratio sebesar 0,269. Sedangkan di Provinsi Sulbar, berada diurutan 22 terbawah. Bahkan masih lebih rendah dibandingkan gini ratio Indonesia sebesar 0,382,” ujar Windrisal. (alaluddin)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top