Headline

Wagub: Kalau tidak Suka Saya, Bilang Saja

WAKIL Gubernur Andi Sudirman Sulaiman angkat bicara soal keterangan Sekprov Abdul Hayat Gani di sidang hak angket yang terkesan menyudutkan dirinya.
Andi Sudirman tidak menanggapi secara emosional. Dia mengaku, sebagai sekprov yang baru menjabat, Hayat harusnya bisa menjadi mediator antara gubernur dan wakil gubernur. Jangan karena faktor suka atau tidak suka. Melainkan harus profesional.
“Saya tidak mau menyalahkan sekda, tapi harus profesional. Kalau ada persoalan administrasi, jangan lihat gubernur atau wagubnya yang salah. Kalau anda tidak suka sama saya, bilang saja di mulut, jangan lihat hatinya. Saya juga sudah bicara secara internal dengan Pak Sekda,” kata Sudirman, kemarin.
Hal tersebut diungkapkan Sudirman menanggapi pernyataan Hayat yang menyebutnya jarang berkoordinasi dengan gubernur. Apalagi, pada proses pelantikan massal eselon III dan IV beberapa waktu lalu. Menurutnya, itu hanya kesalahan administrasi yang dilakukan oleh bawahan.
“Sistem administrasi tidak pernah terjadi karena kesalahan pimpinan. Kalau kebijakan substansi oke. Tapi kalau persoalan administrasi normatif dilakukan oleh ASN. Saya juga sudah instruksikan tolong dicabut. Semua SK yang tidak sesuai dengan peraturan semua dikembalikan, dan semua tanda tangan dikembalikan ke gubernur sebagai pimpinan,” tandasnya.
Sudirman juga menanggapi masalah SK 40 atau SK Pokja beranggotakan 30 orang yang disebut melanggar. Penandatanganan SK oleh wagub disebut menyalahi aturan. Namun, menurutnya SK yang dikeluarkan sudah atas konsultasi KPK.
“Seandainya SK itu saya buat untuk persoalan memenangkan orang tertentu, dampaknya langsung ke saya. Tapi kalau ini saya buat hanya untuk tim. Harus dibedakan siapa yang menang (tender), siapa yang kalah,” ujarnya.
Ia pun menegaskan tak ada dualisme di pemprov seperti yang dituduhkan kepadanya. Hubungannya dengan Nurdin Abdullah sejauh ini baik-baik saja. Koordinasi juga tetap dilakukan. “Tidak ada dualisme lagi antara kami berdua,” kuncinya.

Doa Ketua MUI

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco cukup prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Namun, ia optimistis bahwa setiap perbedaan dan pertikaian selalu ada solusinya.
“Insyaallah, setiap perbedaan dan pertikaian tidak terlalu lama akan selesai. Kalau yang salah cuma satu,” ujarnya, kemarin.
Ulama kharismatik inipun mendoakan agar semua persoalan bisa berujung damai. ”Saya mendoakan semoga semua berujung damai,” tuturnya.
Kepada semua pejabat yang berseteru, dia menekankan bahwa setiap orang,apalagi pejabat harus memahami dan mengetahui bahwa jabatan itu adalah amanah dari umat. Amanah dari Allah. Tentunya dalam bahasa Alquran itu adalah tanggung jawab. Bagaimana melaksanakan tanggung jawab tersebut sebaik-baiknya.
”Setiap orang harus mengerti. Ulama bilang, Allah sangat menyayangi orang yang mengerti batas. Karena kalau tidak, itulah biasa terjadi benturan,” imbuhnya. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top