Headline

Sidang Tertutup-Terbuka Lutfhi

MANTAN Inspektur Inspektorat Provinsi Sulsel Luthfi Natsir, duduk sebagai terperiksa di sidang pansus hak angket DPRD Sulsel, Rabu siang (10/7). Kepada pansus, ia meminta agar sebagian pertanyaan dan jawaban yang akan disampaikannya sebaiknya tertutup dan tidak dipublikasikan.
Atas saran tersebut, sidang yang dipimpin HA Kadir Halid dibuka, dengan catatan agar pertanyaan tertentu agar tertutup sementara.
Kadir Halid mulai membuka pertanyaan, apa pertimbangan yang dilakukan gubernur sehingga mencopot Luthfi sebagai inepsktur Inspektorat Sulsel.
Lutfi mengaku dipecat oleh gubernur atas dasar sejumlah tuduhan. Menurut gubernur, banyaknya bocornya strategi, menghilangkan LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK, serta banyak auditor yang mengeluh. Tak hanya itu, gubernur juga menilai ada ‘duri dalam daging’.
“Saya juga membantah bila disebut tidak pernah melapor. Jadi tak benar jika tidak pernah melapor,” cetus Luthfi.
Menurut Kadir Halid, hingga saat ini Luthfi tetap dituding telah membocorkan strategi, namun dibantah oleh Luthfi. “Saya tidak tahu strategi yang bagaimana. Olehnya itu, saya menilai jika pencopotan yang dilakukan gubernur tidak prosedural. Saya juga dizalimi, Pak,” ujar Luthfi.
Legislator Partai Gerindra Anas Hasan bertanya, apakah boleh inspektur menerima perintah dari wagub tanpa diketahui gubernur? Luthfi menjawab boleh. Termasuk bila ada dari masyarakat.
“Kenapa Pak Luthfi menyerahkan LHP ke staf, sementara yang beri tugas adalah wagub. Berarti bapak gegabah,” tandas Anas Hasan.
Lutfi beralasan dirinya sudah menyampaikan ke staf, bila akan menyerahkan LHP kepada wagub. “Berkas yang saya serahkan dalam sampul tertutup, kalau terbuka berarti staf yang telah membocorkan. Jadi tolong mengerti, saya bukan gegabah. Kan LHPnya tertutup,” jelas Luthfi.
Legislator PPP Amran Aminullah bertanya soal kalimat dari gubernur yang mengatakan ada duri dalam daging. Apalagi penghianat. “Apa maksud kalimat tersebut,” tanya Amran.
Jawaban singkat diberikan oleh Luthfi. “Itumi saya tak mengerti sampai sekarang,” imbuhnya.
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ariady Arsal bertanya, sejak kapan Luthfi terangkat sebagai PNS. “Saya sudah 23 tahun jadi PNS, sejak masa pemerintahan HZB Palaguna, HM Amin Syam, Syahrul Yasin Limpo, hingga Nurdin Abdullah. Termasuk dua penjabat, yakni Ahmad Tanribali Lamo dan Soni Sumarsono,” ujar Luthfi.
”Lantas, selama melayani mereka (gubernur) bagaimana berkomunikasi dengan mereka?” tanya Ariady.
Luthfi menjawab baik. “Pak Soni dan Pak Syahrul baik. Bahkan Pak Syahrul kami selalu dimintai pendapat hukum selaku kepala Biro Hukum waktu itu. Ketika Pak Syahrul, kami juga ditelepon ajudan agar segera menghadap,” ucapnya.
Hingga malam tadi, pansus masih melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap tiga orang. Masing-masing Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Yusran Yusuf, Tim Khusus Gubernur Nikita A Lolo, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pembangunan Haikal. (rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top