Headline

Sembunyi Dalam Lemari saat Digerebek


IST PENGEDAR SABU-Tujuh warga Palopo komplotan pengedar sabu yang digulung aparat Ditres Narkoba Polda Sulsel.

MAKASSAR, BKM — Aparat dari Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sulsel menggulung tujuh komplotan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Mereka adalah Teguh Priatin alias Fery alias Bapak Dion (22), Adrianto alias Adri (29), Ashar alias Mandra (24), Bahtiar alias Ukky (47), Agli alias Bolong (38), Cecep Wahyu (36), serta Rudiando (43).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Rabu (10/7), membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Kata dia, keseluruhan tersangka yang diamankan merupakan warga Kota Palopo.
Menurut Dicky, penangkapan tujuh warga Palopo itu dipimpin Kanit Timsus Narkoba Polda Sulsel Kompol Rapiuddin bersama AKP Ivan Wahyudi. Mereka turun melakukan penggerebekan setelah mendapat aduan warga.
Aktivitas ilegal komplotan ini awalnya terendus oleh warga. Selanjutnya dilaporkan ke polisi. Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi lalu diturunkan melakukan penyelidikan. Sebuah lokasi di Kecamatan Walenrang, Kota Palopo menjadi sasaran petugas. Sebab dari laporan warga, di tempat ini marak berlangsung bisnis ilegal sabu.
”Timsus Narkoba langsung bergerak ke Palopo. Dua hari mereka melakukan penyelidikan. Akhirnya diketahui tempat bandar yang identitasnya sudah diketahui. Tepatnya di Jalan Jalan Yos Sudarso, Kota Palopo. Di sana petugas terlebih dahulu melakukan pengintaian. Setelah terkuak, langsun disergap,” terang Dicky.
Proses penangkapan terhadap komplotan pelaku yang tengah berkumpul di rumah sang bandar bernama Ondong berlangsung dramatis, Selasa (8/10). Mereka yang mengetahui kedatangan petugas langsung berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Di antaranya ada yang melompat dari pagar rumah. Ada pula yang bersembunyi tiarap di bawah tempat tidur. Bahkan ada yang berusaha masuk ke dalam lemari untuk bersembunyi. Namun dengan sigap petugas mencokok tujuh orang yang ada di rumah tersebut.
Dicky lalu merinci sejumlah barang bukti yang disita dari penggerebekan ini. Masing-masing satu saset besar sabu, 16 saset kecil jenis sabu, dengan berat keseluruhan 58,10 gram.
Ada pula satu set alat isap (bong). Dua sendok sabu yang terbuat dari pipet plastik. Satu bungkus plastik berisikan saset kosong. Satu timbangan warna hitam, dan unit gawai.
Dari lokasi penangkapan, selanjutnya para tersangka digiring ke Ditresnarkoba Polda Sulsel guna kepentingan penyelidikan dan penyidikan. Petugas masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna mengetahui dari mana mereka mendapatkan barang haram tersebut. (ish/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top