Metro

Korea Bantu Pengurai Sampah, Singapura Fokus Pariwisata


MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar mendapat bantuan Rp3 miliar untuk pengelolaan sampah. Kali ini bantuan datang dari perusahaan asal Korea.
Kondisi TPA di Tamanggapa, Kecamatan Manggala mulai terancam overload dan lahan yang kini tersisa hanya mampu berfungsi kurang lebih hingga tahun 2020 mendatang.
Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mulai mencari jalan keluar, salah satunya menjalin kerjasama dengan pihak ENTOMO.
Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengatakan, ENTOMO merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengelolaan sampah, khususnya sampah organik. Bantuan yang diberikan berupa alat teknologi pengurai sampah yang bernama Black Sordier Fly (BSF).
“Jadi kita dapat bantuan senilai 300 juta won jika dirupiahkan sekitar Rp3 miliar. Ini dalam bentuk alat teknologi namanya itu BSF yang bisa mengurai sampah menjadi sampah organik. Jadi tidak semuanya sampah nantinya di bawa ke TPA,” ucap Maya sapaannya.
Kerja teknologi BSF ini mengandalkan pengelolaan limbah rumah tangga dengan memanfaatkan larva atau ulat. Hasilnya, dalam satu kotak yang berisi 10.000 larva, mampu mengurai limbah rumah tangga sebanyak 12 kilogram dalam waktu 12 hari.
Maya menambahkan, teknologi BSF ini merupakan cara mengurai sampah dari bekas sisa makanan dengan menjadikan limbah tersebut makanan larva yang mulai berumur lima hari. Sehingga sampah tersebut, lebih mudah terurai dengan cepat.
Sementara, untuk larva yang sudah berumur dewasa, kemudian ia manfaatkan untuk pakan ternak.
“Nanti kita mulai pada tahun 2020. Sekarang ini masih masa peninjauan dan perancangan. Tepatnya nanti di daerah Paccerakkang,” ungkapnya.
Maya pun berharap teknologi ini mampu mengurangi penumpukan sampah. Selain itu dikatakan Maya, ada nilai ekonomis dalam penggunaan teknologi ini.
“Iya kita berharap ini bisa berjalan dengan lancar dan baik. Karena nilai ekonomisnya juga ada, hasilnya itu nanti pihak Korea sendiri yang membeli,” pungkasnya.
Selain Korea, Pemerintah Singapura juga tertarik dengan konsep Smart City di Makassar yang dicanangkan Wali Kota Makassar sebelumnya, Mohammad Ramdhan Pomanto. Rencananya, mereka akan menjalin kerjasama terkait hal perdagangan dan pariwisata.
Hal ini terungkap setelah Senior Parliementary, Secretary, Kemenlu dan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, Dr. Tan Wu terlihat mengunjungi Rumah Jabatan Wali Kota Makassar pada Selasa kemarin.
Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, pertemuannya dengan pemerintah Singapura membahas rencana kerjasama pengembangan Smart city dengan Pemerintah Kota Makassar.
“Kunjungan tadi membahas peluang kerjasama antara Pemerintah Singapura dengan masyarakat Kota Makassar terkait hal perdagangan dan Pariwisata,” kata Iqbal.
Selain konsep Smart City, Iqbal ternyata juga menawarkan jikalau direct flight atau penerbangan langsung Makassar ke Singapura bisa lebih ditingkatkan kuantitasnya.
Mendengar hal tersebut, Dr. Tan Wu merespon baik. Menurutnya, apa yang menjadi kebutuhan Kota Makassar baginya patut diapresiasi.
“Kerjasama dengan Kota Makassar bukan menjadi pertama kali. Sudah banyak kerjasama yang dijalin sebelumnya. Kami maksimalkan untuk membantu dengan melihat dulu tingkat kebutuhannya,” jelasnya.
Ia berharap kerjasama ini akan terealisasi dengan baik. Dirinya mengharapkan kerja sama di bidang ini yang secara global menyangkut smart city, dapat bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar.(nug/war/c)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top