Headline

Tim Polda-Inspektorat Temukan Pungli PPDB


MAKASSAR, BKM — Sejumlah orang tua melapor ke Inspektorat Sulsel terkait praktik-praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sejumlah sekolah tahun ini. Ada dua lembaga pendidikan yang dilaporkan, yakni SMAN 1 Makassar dan MAN Model.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Inspektorat Sulsel, dengan meminta tim Saber Pungli Polda Sulsel untuk melakukan pemeriksaan di sekolah tersebut. Selanjutnya, pada Rabu (3/7), tim bentukan polda itu pun bergerak mendatangi kedua sekolah.
Menurut Inspektur Inspektorat Sulsel Salim AR, berdasarkan laporan dari tim Siber Pungli Polda Sulsel, beberapa pihak terkait di dua sekolah tersebut telah diperiksa. Yakni kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan komite sekolah.
“Jadi memang betul kita kemarin (Rabu) bergerak atas adanya aduan masyarakat tentang PPDB. Akhirnya kita sepakat dengan tim, dalam hal ini Saber Pungli Polda, Inspektorat provinsi untuk mendatangi dan melakukan pemeriksaan pada sekolah yang dimaksud,” ungkap Salim saat menggelar jumpa pers di kantor Gubermur Sulsel, kemarin.
Dia mengakui, pihak yang bergerak ke dua sekolah tersebut memang menemukan bukti adanya praktik pungli di sana. Nilainya, kata Salim, bervariasi. Namun di atas Rp2 juta.
“Yang jelas bervariasi. Pungutannya tidak jelas untuk apa. Lebih dari Rp2 juta,” ungkapnya.
Inspektorat pun meminta semua yang terlibat dan menikmati uang pungli tersebut untuk mengembalikan uang tersebut. Selanjutnya, bagi yang terlibat dalam praktik itu, akan diproses lebih lanjut.
Dia menegaskan, praktik pungli, apapun namanya, tidak boleh lagi terjadi di sekolah. Sanksi tegas menanti bagi yang melanggar. Apalagi jika statusnya sebagai ASN.
Mantan pelaksana tugas asisten I itu melanjutkan, pungutan apapun bentuknya tidak dibenarkan di sekolah. Kecuali jika pengumpulan dana dalam bentuk sumbangan. Itu pun tidak boleh dipaksakan berapa jumlahnya. Harus atas keikhlasan orang tua siswa.
“Sekolah harus menghentikan yang namanya pungutan. Tidak boleh lagi diterapkan di semua sekolah. Kami juga berjanji kepada mereka kalau tim pemukul hadir. Kami akan remuk mereka,” tandasnya. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top