Headline

Posisi IAS Kian Diperhitungkan


MAKASSAR, BKM — Posisi Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai the king maker pada pemilihan wali kota (pilwali) Makassar September 2020 semakin jelas. Hal itu tampak dari kedatangan sejumlah bakal calon wali kota maupun wakil wali kota yang menemui IAS di Lapas Gunung Sari.
Kamis (4/7), bakal calon wali kota Andi Rukman Nurdin Karumpa menemui IAS di Lapas Gunung Sari Makassar. Hal yang menarik dari kedatangan Andi Rukman, karena pada pada kunjungan tersebut juga hadir pengusaha Erwin Aksa.
Andi Rukman dikenal sebagai tokoh Golkar pusat dan banyak membahas soal keuangan DPP Golkar bersama Erwin Aksa. Kedatangan keduanya sekaligus untuk menanyakan kondisi selama IAS berada di Lapas Makassar setelah dipindahkan dari Sukamiskin.
Informasi yang dikumpulkan koran ini menyebutkan, kedatangan Andi Rukman sekaligus menyampaikan keinginannya untuk ikut pada kontestasi pilwali Makassar tahun depan. Apalagi dalam beberapa hari ke depan IAS akan menikmati udara bebas.
Saat ini Andi Rukman tercatat sebagai ketua DPP Partai Golkar periode 2017-2019. Posisinya selaku wakil bendahara.
“Pemberitaan media-media yang lagi ramai diperbincangkan itu adalah murni dari keinginan beberapa kelompok ormas, serta pelaku usaha yang ada di Sulsel. Saya sebagai bakal calon wali kota Makassar menilai jika itu adalah murni dukungan dari mereka,” ujar Andi Rukman.
Untuk itu, dirinya tidak mau mengkhianati kepercayaan warga Makassar yang ingin memberikan dukungan kepadanya.
Sebelum Andi Rukman menemui IAS, sudah ada beberapa tokoh yang juga balon wali kota menemui mantan wali Kota Makassar dua periode ini. Mereka di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo alias None.
None yang pernah tercatat sebagai calon wali kota Makassar yang berpasangan dengan HM Busrah Abdullah ini, juga banyak berbincang dengan IAS. Mulai soal kesehatan hingga masalah politik.
Sebelumnya, pengusaha Dr Iriyanto Baso Ence juga menemui IAS di Lapas. Ia banyak berbincang dengan mantan ketua DPD Demokrat Sulsel itu. Utamanya terkait pileg dan pilwali.

Terima Penghargaan

Selaku Ketua Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri Provinsi Sulawesi Selatan, IAS menerima penghargaan Satya Lencana Karya Nusa dari PP Purnawirawan Polri. Untuk menerimanya, Kamis (4/7), IAS mendapatkan izin dari Lapas Klas 1 Makassar.
Ia tiba di Mapolda Sulsel sekitar pukul 08.30 Wita dengan pengawalan dari Polsuspas. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian memperingati Hari Bhayangkara ke-73 dan HUT Persatuan Purnawirawan Polri ke-22.
Penghargaan diserahkan langsung Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin. Dirangkai dengan pertemuan purnawirawan, warakawuri dan wredatama Polri di Aula Serba Guna Mapolda. IAS mendapatkan penghargaan atas peran aktif KBPP Polri Sulsel yang ia pimpin dalam membantu kerja-kerja kepolisian.
“Terima kasih atas partisipasi organisasi yang dipimpin Bapak Ilham Arief Sirajuddin di Sulawesi Selatan. Semoga bisa terus bersinergi dengan Polri,” kata Irjen Pol Hamidin.
Sementara, Ilham Arief Sirajuddin mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. “Sangat bersyukur dengan adanya penghargaan ini. Menjadi semangat buat kami putra putri anggota polri menjalankan roda organisasi ini,” ujar IAS.
“Semoga KBPP Polri bisa terus bersinergi dalam membantu kepolisian menjalankan tugas-tugas negara,” ujar wali kota Makassar dua periode ini.
Usai menerima penghargaan, IAS mendapat ucapan selamat dari mantan Gubernur Sulsel HM Amin Syam. Keduanya pun saling berpelukan dengan erat.

Uki Jalin Komunikasi

Tim balon wali kota Sukriansya S Latief kembali menerima dukungan dari sekolompok warga. Atas dukungan tersebut, tim Uq –panggilan akrab Sukriansya– juga memberikan kalender kepada warga yang datang.
Hingga pekan pertama bulan Juli ini, para bakal calon wali kota dan wakil wali kota terus menjalin komunikasi antara satu dengan lainnya.
Bahkan seorang balon telah bertemu dengan tiga hingga lima balon wali kota. Seperti yang dilakukan Onasis yang sudah bertemu dengan None dan Syamsu Rizal.
Busrah Abdullah bertemu dengan Taufik Fachruddin dan Nasran Mone, hingga Munafri Arifuddin dengan Nasran Mone.
Partai politik di Sulsel ada yang masih terbuka untuk non kader, namun ada pula yang akan mengajukan kader sendiri di pilwali nanti. Partai Golkar, Nasdem dan Demokrat kemungkinan besar akan mengajukan kader sendiri, apakah untuk posisi 01 atau 02. “Demokrat persilahkan kader untuk sosialisasi. Soal rekomendasi mudah diatur,” ujar Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matulla Erbe.
Sementara PDIP, PAN, PKS, Gerindra masih akan membuka diri dari eksternal. “Semua tentu bergantung DPP,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel Rudi Pieter Goni. (jun-rif/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top