Headline

Peladen tak Difungsikan, Pendaftaran Disetop

MAKASSAR, BKM — Hari kedua proses pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi tingkat SMA dan SMK di Makassar, Selasa (25/6) menemui masalah. Sistem peladen (server) tak difungsikan (offline) selama 24 jam, sehingga pendaftaran disetop.
Sejumlah sekolah yang didatangi BKM, kemarin mengakui hal itu. Seperti disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 4 Makassar Abd Azis Olly. Ia tak mengetahui secara pasti mengapa sistem bisa berada di luar jaringan (luring).
Dirinya hanya mendapat keterangan dari Dinas Pendidikan Provinsi, bahwa tingginya intensitas pendaftaran di hari pertama mengharuskan dilakukannya sinkronisasi dan konsolidasi data.
Akibat dari rusaknya peladen, ratusan orang tua siswa yang telah mengantre sedari pagi meski menelan kekecewaan. Mereka pun diminta untuk kembali lagi esoknya (hari ini).
“Kemarin (Senin) yang daftar sekitar 350 orang. Dalam sehari memang kita terima sekitar 300-an. Walaupun hari ini (kemarin) offline, kita harap sebelum penutupan kita bisa layani semua,” kata Azis.
Niar, orang tua siswa mengaku kecewa dengan offlinenya server. Sebab sejak hari pertama pendaftaran ia sudah datang, namun hingga saat ini belum bisa terlayani.
“Kemarin (Senin) saya datang, tapi disuruh pulang jam 11 karena katanya habis nomor antrean. Kemarin nomor antrean saja sampai 506, dan tidak bisa dilayani semua,” cetusnya.
Niar pun datang kembali di hari kedua, Selasa (25/6). Ia pun rela antre sejak pukul 07.00 Wita, walaupun pendaftaran baru buka pukul 08.00 Wita. Ia telah mengantre bersama sekitar 500-an orang untuk melakukan pemdaftaran, dan pada akhirnya disuruh pulang kembali karena offline.
“Saya sudah empat kali datang hari ini. Tapi katanya server bermasalah. Padahal kalau saya cek di HP bisaji terbuka,” tambahnya.
SMK sendiri tidak menggunakan sistem zonasi seperti layaknya SMA. Jadi semua siswa berkesempatan untuk bisa masuk tanpa melihat alamat siswa.
Di SMKN 4 Makassar menerima kuota siswa untuk 13 rombel (rombongan belajar). Setiap rombel menerima siswa sebanyak 35 orang. Persentasenya, 5 persen untuk jalur prestasi, 5 persen untuk perpindahan orang tua, 20 persen jalur afirmasi, dan 70 persen jalur akademik.

SMKN 6

Kerusakan peladen juga terjadi di SMKN 6 Makassar, Jalan Andi Djemma. Pendaftaran online pun dihentikan. Pihak sekolah hanya melakukan proses verifikasi bagi siswa yang telah mendaftar sebelumnya.
Kepala SMKN 6 Makassar Amar Bachti mengatakan, kendala jaringan ini sudah diumumkan melalui selebaran yang ditempel di pintu kaca sekolah.
Pengumuman yang ditempel berbunyi; Sehubungan dengan tingginya intensitas pendaftaran pada hari pertama, maka untuk sementara pendaftaran dan verifikasi calon peserta didik ditunda 1×24 jam dalam rangka sinkronisasi dan konsolidasi data.
“Memang ada kendala jaringan. Kita saat ini hanya melakukan proses verifikasi bagi yang sudah mendaftar sehari sebelumnya,” ujar Amar, kemarin.
Meski sudah disampaikan adanya kendala teknis, sejumlah calon siswa maupun orangtuanya yang hendak mendaftar tetap bertahan di lokasi. Harapannya, jaringan bisa segera normal.
Pendaftar di SMKN 6 Makassar tercatat sudah 705 orang. Sementara kuota yang akan diterima hanya 425. Ada lima jurusan di sekolah ini dengan 12 kelas. Masing-masing jurusan tata boga tiga kelas, perhotelan tiga kelas, tata busana tiga kelas, akuntansi tiga kelas, dan kecantikan dua kelas.

Bingung Jalur Afirmasi

Di SMKN 8 Jalan Monginsidi, sejumlah orang tua dan wali siswa nampak kebingungan mendaftarkan anaknya. Khususnya untuk jalur afirmasi.
Rahmatullah, orang tua siswa yang beralamat tempat tinggal di Jalan Gunung Nona, nampak sedikit kecewa atas pelayanan panitia PPDB di SMKN 8 karena dirasa tidak memberikan penjelasan yang baik. Waktu dan tenaganya pun terbuang hanya untuk bolak balik melakukan konfirmasi tanpa mendapat kejelasan dan hasil memuaskan.
“Saya ini kan sudah daftarkan anak saya secara online. Saya daftarkan jalur afirmasi. Setelah mendaftarkan, saya datang ke sekolah ini (SMKN 8 Makassar) untuk menyetor berkas dan verifikasi data. Tapi pihak panitia PPDB menolak berkas saya. Katanya tidak ada jalur afirmasi dibuka,” sebut Rahmatullah.
Oleh karena itu, Rahmatullah berinisiatif untuk datang ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel melaporkan masalah yang dihadapinya. Sekaligus mencari solusinya.
“Sudah beberapa hari ini saya perjuangkan datang ke Disdik, dan hasilnye mereka saling lempar tanggung jawab. Dari pihak Disdik sebut bahwa masalahnya salah input. Sedangkan dari pihak sekolah menyalahkan pihak Disdik yang salah input. Saya ini bingung pastinya,” keluhnya.
Ketua Panitia PPDB SMK Negeri 8 Makassar Nur Hajrah menjelaskan, jalur afirmasi sebenarnya sudah ada dan masuk dalam jalur akademik. Kuotanya ada 90 persen, dan 10 persen untuk jalur perpindahan orang tua. Tapi tidak sedikit orang tua yang gagal paham terkait jalur afirmasi yang sebenarnya sudah terangkum pada jalur akademik.
Tidak itu saja, ada juga orang tua siswa yang diberikan penjelasan bahwa jalur afirmasi sudah terangkum pada jalur akademik. Namun tetap saja orang tua susah tuk menerima penjelasan. Mereka cuma mau tahu ingin jalur afirmasi tersendiri dipisahkan dari jalur akademik.
“Sebenarnya jalur afirmasi itu sudah ada terkangkum 90 persen dalam jalur akademik. Hanya saja, jalur afirmasi tidak tersendiri seperti jalur afirmasi, akademik, atau prestasi. Tidak seperti itu. Kami di SMK hanya rangkum jalur afirmasi masuk dalam jalur akademik. Kalau di SMA masuk dalam jalur zonasi,” jelasnya.
Di SMK Negeri 8 Makassar tahun ini menerima 12 rombel. Satu rombel terdapat 35 orang siswa. PPDB 2019 di sekolah ini telah dibuka 17-21 Juni untuk jalur perpindahan orang tua dan jalur prestasi. Pengumuman 22 Juni dan pendaftaran ulang 24-26 Juni. Sementara, untuk pendaftaran untuk jalur akademik (zonasi) dibuka mulai 24-28 Juni.
“Hari ini (kemarin) ada gangguan sistem. Jadi kami cuma menerima berkas hasil pendaftaran online dari orang tua siswa, lalu kami berikan bukti penerimaannya. Setelah baik, kami konfirmasi lagi. Semoga ini cepat selesai,” ujarnya. (jun-nug-arf/rus/c)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top