Headline

Luar Biasa, Gembira, dan Cemas

MAKASSAR, BKM — Kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar masih cukup lama. Lebih setahun lagi. Tepatnya September 2020.
Meski begitu para politisi, pengusaha, akademisi, praktisi, birokrat hingga mantan birokrat telah mendapat dukungan dari masyarakat untuk ikut bertarung menuju gedung balai kota.
Dalam sepekan terakhir, sejumlah nama kandidat wali kota dan wakil wali kota kembali bermunculan. Bahkan, mereka sudah melakukan komunikasi hingga bersosialisasi. Caranya, dengan memasang atribut atau alat peraga kampanye (APK) di sejumlah titik atau lokasi yang mudah terlihat oleh pengendara atau pengguna jalan.
Nama yang baru mucul dalam sepekan terakhir, yakni politisi Partai Gerindra Abdi Baramuli. Mantan ketua DPD II Partai Golkar Pinrang ini telah memasang APK di sejumlah ruas jalan. Salah satunya di depan gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Tak hanya itu, juga ada pengusaha tambang nikel yakni Syarifuddi Dg Punna (Sadap). Syarifuddin juga telah memasang atribut di sejumlah lokasi. Seperti ketika masuk dalam kawasan kompleks Panakkukang Mas Makassar.
Selain itu, ada nama pengusaha travel umrah dan haji dari PT Tiga Utama Taufiqul Hidayat. Pria yang akrab disapa Onasis ini bahkan sudah bertemu dengan mantan Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI alias Deng Ical.
Nama lain yang muncul yakni Akbar Djalle, H Sukardi Haseng, dan Daniel Pakambanan. Selain itu, ada nama praktisi ekonomi Abdul Rachmat Noer. Salah satu pimpinan di PT Semen Tonasa disebut-sebut akan bertarung di pilwali Makassar. Sejumlah dukungan telah diperolehnya. Baik dari organisasi alumni sekolah dan kampus, komunitas daerah, organisasi massa, organisasi profesi, akademisi, kalangan pengusaha maupun LSM. Dukungan mengalir setelah lebaran Idulfitri.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada warga Makassar yang telah menyatakan dukungannya kepada saya,” ujar Rachmat Noer baru-baru ini.
Satu nama lainnya, yakni H Eddy Kosasih Parawansa MS. Ia pernah tercatat sebagai kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Makassar dan kepala Badan Diklat Kota Makassar. “Kalau masyarakat yang meminta, Insyaallah saya siap,” ujar mantan kepala Dinas Infokom dan Kepala Bapedalda Makassar ini, Senin (17/6).
Eddy kemudian sedikit membuka ‘rahasia’. Awalnya, ia ingin maju di pilwali Makassar 2013 lalu. Namun karena Ilham Arief Sirajuddin ketika itu menginginkan agar Danny yang maju berpasangan dengan Deng Ical, maka dirinya mengurungkan niat.
“Tapi kalau sekarang, ada yang menginginkan saya maju, tentu saya harus siap,” tandas Eddy, yang ketika berbicara hendak berangkat ke Surabaya.
Mantan Kabag Humas Pemkab Gowa ini juga sudah mulai melakukan sosialisasi di media sosial, agar niatnya juga diketahui publik. “Ada juga guru besar yang telah memberi saya dukungan agar maju di Makassar,” imbuhnya.
Eddy menyebut, di tahun 2018 lalu dirinya telah mengajukan pengunduran diri sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Saya mengajukan pensiun dini ketika umur 58. Waktu itu, saya masuk tim keluarga saat Ibu Kofifah Indar Parawansa maju menjadi calon gubernur Jawa Timur,” ucapnya.
Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, ada 33 balon yang disebut-sebut siap maju di pilwali mendatang. Setelah ada tambahan tujuh orang, maka balon kini berjumlah sebanyak 40.
Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe tidak mempermasalahkan banyaknya kader Demokrat yang disebut akan maju di pilwali. “Kan nanti ada tim penjaringan yang dibentuk DPD agar dapat memutuskan bakal calon untuk menjadi calon,” jelas wakil ketua DPRD Sulsel ini, kemarin.

Luar Biasa

Bertambahnya nama balon wali kota dan wakil wali kota mendapat tanggapan dari pengamat politik di Makassar. Dr Arief Wicaksono menilai, masuknya nama baru merupakan hal yang luar biasa.
“Luar biasa Kota Makassar ini. Banyak minat calon pemimpin untuk memimpin. Tapi memimpin Makassar bukanlah sebuah hal yang mudah. Selain karena karakteristik masyarakatnya yang keras tapi cerdas, ada banyak faktor lagi yang menentukan,” ujar Arief.
Makanya, jelas Arief, untuk bisa mengetahui peluang 40 orang balon itu, yang pertama harus dilihat adalah keseriusannya. Untuk bisa menilai keseriusan itu, biasanya bisa melihat melalui cara mereka memperkenalkan diri kepada masyarakat. Juga bagaimana komunikasi politiknya dengan calon partai politik yang akan mendukungnya. “Sebab, jangan-jangan nanti peristiwa pilwali Makassar 2013 terulang lagi. Banyak calon tapi sedikit gagasan baru,” jelas Arief.
Dosen politik Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto menilai, jika migrasi kalangan profesional ke langgam kontestasi pilwali tentu hal yang menggembirakan, sekaligus mencemaskan. Fenomena ini menggembirakan, karena menunjukkan gairah dan antusiasme para profesional untuk terlibat dalam ranah kepemimpinan politik, yang berorientasi kepentingan publik.
“Sementara bisa mencemaskan karena fenomena ini merefleksikan kegagalan kader partai politik untuk ditampilkan di kontestasi pemilihan kepemimpinan publik,” ujar Luhur.
Dijelaskan bila kalangan profesional, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dalam interaksi di ruang publik, memang memerlukan arena sosialisasi yang lebih luas. Mereka memang harus lebih agresif mendekatkan diri pada pemilih sekaligus membangun branding politik yang berbeda.
“Para profesional ini memang punya standar dan ritme kerja yang berbeda dibanding para politisi. Para profesional yang terbiasa memimpin organisasi sosial kemasyarakatan tentu punya diferensiasi. Setidaknya mereka sudah terbiasa membangun interaksi sosial secara terbuka dan inklusif,” ucapnya.
Ditambahkannya, publik pemilih juga perlu aktif “membongkar” rekam jejak, reputasi serta portofolio pribadi para profesional itu. Pemilih harus memastikan kehadirannya bukan karena titipan dan kepentingan cukong atau para bandar politik. (rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top