Headline

Nasran Lirik PPP dan PKB, Fadly Dekati PKS

MAKASSAR, BKM — Politisi Partai Perindo HM Nasran Mone banyak disebut akan maju di kontestasi pemilihan wali kota (pilwali) Kota Makassar. Untuk kendaraannya, ia menggunakan partai politik yang punya hubungan dekat dengan jajaran organisasi sosial kemasyarakatan Nahdlatul Ulama (NU).
Hal tersebut lantaran Nasran Mone yang pernah tercatat sebagai legislator Partai Golkar Makassar tiga periode ini memiliki latar belakang NU. Pada koran ini, Nasran tidak membantah bila dirinya ingin menjalin komunikasi dengan PPP dan PKB.
Meski ingin mejalin komunikasi dengan sejumlah partai politik, Nasran tetap realistis jika dirinya lebih pas mengincar posisi 02 di pilwali 2020 mendatang. “Saya tetap realistis. Kalaupun ada kesempatan yang diberikan untuk ikut berkompetisi, maka hanya untuk calon wakil saja,” ujar Nasran.
Mantan aktivis PMII dan GP Ansor ini mengaku berbekal pengalaman di parlemen, sejumlah organisasi, baik itu pemuda, hingga organisasi kesenian. Karena itu, dirinya punya dasar bagaimana membangun sebuah pemerintahan yang nyaman bagi masyarakatnya.
Sementara itu, bakal calon wali kota dan wawali lainnya, yakni dr Fadly Ananda juga disebut melirik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai salah satu kendaraan politiknya menuju pilwali Makassar mendatang. Owner Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda, Makassar ini disebutkan mendapat dukungan dari pemilih milenial di Kota Makassar.
Satu nama lagi bakal calon wali kota dan wawali yang disebut muncul dari kalangan masyarakat Makassar adalah praktisi ekonomi Abdul Rachmat Noer. Hal tersebut disampaikan mantan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar Zainuddin.
Menurut Zainuddin, Rachmat Noer merupakan sosok yang pas juga maju di kontestasi pilwali Makassar. Selain praktisi ekonomi, Rachmat Noer juga pernah tercatat sebagai pengurus Granat.
“Pengalaman di sejumlah organisasi, seperti Angkatan Muda Muhammadiyah serta wakil ketua Kadin Sulsel menjadi dasar Pak Rachmat Noer untuk ikut berkompetisi di pilwali Makassar nanti,” jelas Zainuddin.
Dukungan untuk Rachmat Noer mulai mengalir. Di antaranya dari organisasi alumni sekolah dan kampus, komunitas daerah, organisasi massa, organisasi profesi, akademisi, kalangan pengusaha, serta LSM.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada komponen warga Makassar yang telah menyatakan dukungannya kepada saya,” ujarnya, Rabu (13/6).
Mantan aktivis mahasiswa dan kepemudaan ini menyatakan akan terus melakukan sosialisasi di masyarakat agar dukungan kepadanya semakin kuat. Dengan begitu, tingkat kepercayaan warga Kota Makassar kepada dirinya semakin baik.
Abdul Rachmat Noer saat ini bekerja di PT Semen Tonasa sejak 27 tahun yang lalu. Tepatnya tahun 1992 ia mulai diterima bekerja di perusahaan BUMN kebanggan masyarakat Sulsel hingga hari ini.
Posisi terakhirnya sebagai GM of Human Capital PT Semen Tonasa. “Separuh umur saya dedikasikan di perusahaan ini,” ujarnya.
Jika Rachmat Noer menyatakan kesiapannya bertarung di pilwali Makassar, tidak demikian dengan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Menurut Abdul Muttalib yang juga betua BP ACC Sulawesi, Abraham menyatakan menolak menjadi kandidat atau bakal calon wali kota.
Pertama, bahwa banyaknya nama-nama calon wali kota dan wakil wali kota Makassar adalah bukti bahwa Makassar selalu memiliki banyak pemimpin. Sekaligus bukti bahwa Kota Makassar membangun peradaban demokrasi yang sehat.
”Kedua, munculnya nama Abraham di harian Berita Kota Makassar sebagai salah satu balon wali kota, merupakan suatu penghormatan dan penghargaan yang kami sangat apresiasi. Namun, sampai saat ini Abraham tidak pernah mengajukan diri dan atau berniat menjadi kontestan dalam pemilihan calon wali kota atau wakil wali kota makassar periode 2020-2025,” terang Abdul Muttalib. Keempat, lanjutnya, Abraham sebagai ketua KPK periode 2011-2015 berkewajiban menjaga marwah, kredibilitas, serta eksistensi KPK sebagai lembaga penegakan hukum pemberantasan korupsi.
“Berdasarkan hal tersebut, kami tegaskan kembali bahwa Abraham tidak pernah menyatakan maju dan ataupun bersedia dicalonkan dalam pemilihan wali kota ataupun wakil wali kota Makassar. Semoga Makassar akan kembali mendapatkan pemimpin yang jujur, amanah, visioner dan pengayom rakyat,” ujar Abdul muttalib. (mat/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top