Headline

Sistem tak Terintegrasi Disdik-Disdukcapil di PPDB SMA/SMK


MAKASSAR, BKM — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK tahun ajaran 2019-2020 telah dimulai. Untuk tahap pertama, dibuka PPDB SMA berbasis asrama (boarding school).
Pendaftaran PPDB jalur ini berlangsung 10-14 Juni. Pengumumannya dilakukan 15 Juni. Pendaftaran ulang 17 Juni.
Ada tujuh sekolah yang termasuk boarding school, yakni SMA 11 Pangkep, SMA 13 Pangkep, SMA 5 Gowa, SMA 6 Barru, SMA 11 Pinrang, SMA 17 Makassar, dan SMA 5 Parepare.
Sejauh ini, peminat boarding school cukup besar. Bahkan ada sekolah yang pendaftarnya sudah melebihi jumlah kuota pendaftar di sekolah yang bersangkutan. Dari data PPDB e-panrita Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, SMAN 5 Gowa mendapat kuota siswa yang akan diterima sebanyak 112. Namun saat ini jumlah pendaftar sudah melampaui jauh dari angka tersebut.
Sementara, khusus SMAN 17 Makassar sebanyak 80 orang. Pendaftar cukup banyak juga terlihat di SMAN 5 Parepare yang mencapai 96 orang. Sementara untuk SMA 11 Pangkep baru 26 orang yang mendaftar.
Kepala Disdik Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, jumlah pendaftar masih terus bergerak setiap saat. Apalagi batas pendaftaran cukup panjang, yakni sampai Jumat (14/6) mendatang.
Khusus sekolah asrama, kata pejabat yang akrab disapa None ini, ada beberapa syarat tersendiri. Salah satunya yakni biaya asrama yang mesti ditanggung siswa per bulannya. Terdiri dari uang makan, akomodasi, hingga uang untuk asrama siswa.
“Itu sudah ada aturannya. Yakni Rp1 jutaan per siswa per bulan. Semua sekolah sama. Dan pembayaran tersebut untuk siswa. Khusus guru sudah ada dana BOS untuk tambahannya,” terangnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Sulsel Sabri mengatakan, ada kurikulum tambahan bagi siswa yang bersekolah di sekolah asrama. Salah satunya tambahan pembelajaran malam bagi siswa, yang tentu tak didapatkan di sekolah umum.
Sementara tahapan PPDB untuk jalur zonasi, baru akan dibuka pada 24 Juni mendatang. Disdik Sulsel telah menyiapkan sistem pendaftaran.
Khusus jalur zonasi, kata None, peserta yang mendaftar akan diverifikasi menggunakan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Pihaknya telah berkoodinasi untuk suplai data kependudukan, khususnya alamat peserta pendaftar.
Meski demikian, None mengakui sistem Disdik dan Disdukcapil Sulsel belum terkoneksi dengan baik. “Hanya saja sistem kita belum terkoneksi, karena sistemnya Dukcapil lebih rumit dari yang kita punya,” jelasnya.
Agar informasi terkait PPDB bisa dijangkau seluruh masyarakat, Disdik terus melakukan sosialisasi terkait mekanisme PPDB. Seperti yang dilakukan Rabu (12/6).
None mensosialisasikan mekanisme PPDB ke SMA Negeri 1 Maros. Katanya, peserta mendaftar daring dengan menggunakan nomor Ujian Nasional. Kemudian memilih jenjang sekolah SMA negeri atau SMK negeri yang diminati dan memilih jalur pendaftarannya, baik zonasi, prestasi atau perpindahan orang tua yang dipilih.
“Setelah itu, calon peserta didik mengisi kolom formulir pendaftaran secara lengkap dan benar. Lalu mencetak tanda pendaftaran yang memuat nomor pendaftaran. Hasil cetak nomor pendaftaran inilah yang kemudian dibawa ke sekolah untuk dilakukan verifikasi,” terang None.
Pendaftar jalur zonasi diwajibkan menyertakan kartu keluarga (KK) yang terbit paling singkat setahun sebelum PPDB. Sehingga tak lagi memungkinkan penggunaan keterangan domisili dari RT/RW. Lalu, mengantisipasi persoalan tahun sebelumnya, kali ini peserta tak lagi melakukan legalisir KK.
Setiap sekolah telah memiliki zonasi kecamatan tertentu. Kemudian peserta dengan jarak terdekat akan diprioritaskan untuk lulus di SMA tempatnya mendaftar. Jika jaraknya sama, maka akan dilihat total nilai UN. Dan apabila juga sama, maka akan ditentukan peserta yang lebih dulu mendaftar.
Kepala Disdukcapil Sukarniaty Kondolele secara terpisah menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan enam elemen data kependudukan untuk mendukung PPDB. Yakni nama, tempat tanggal lahir, alamat, nomor NIK, KK dan kecamatan sesuai zonasi PPDB tahun ajaran 2019-2020.
Lebih lanjut, Sukarniaty menerangkan Disdik saat ini belum menyiapkan sistem yang terintegasi untuk mengakses data Disdukcapil. Sehingga proses verifikasi mesti dilakukan langsung operator Disdukcapil.
Katanya, untuk data peserta yang bersoal akan diverifikasi tim operator Disdukcapil provinsi maupun kabupaten kota. “Disdik saat ini belum menyiapkan sistem yang terintegrasi dengan sistem Disdukcapil, sehingga akan diverifikasi di sini,” kata Sukarniaty di ruang kerjanya, kemarin. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top