PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Jaksa Minta Percakapan Wahyu-Zulaeha Dilampirkan

GOWA, BKM — Masih ingat kasus pembunuhan Siti Zulaeha Jafar, Aparatur Sipil Negara (ASN) Universitas Negeri Makassar (UNM), yang meregang nyawa di tangan rekan kantornya Dr Wahyu Jayadi? Peristiwa berdarah tersebut berlangsung Jumat (22/3) lalu. Namun, hingga saat ini berkas perkaranya yang ditangani penyidik Polres Gowa belum juga rampung.
Sebenarnya, berkas kasus tersebut sudah pernah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungguminasa. Namun dikembalikan ke penyidik Polres Gowa dengan alasan belum lengkap.
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, membenarkan hal itu ketika dikonfirmasi, Rabu (12/6). Kata dia, sebelumnya penyidik telah melimpahkan berkas perkara Wahyu Jayadi ke Kejari Sungguminasa, setelah sebelumnya dikembalikan ke penyidik Polres Gowa. Namun, usai diserahkan kembali, brkas tersebut lagi-lagi dikembalikan. Polisi diminta untuk melengkapi beberapa kelengkapan formil materil.
”Hingga saat ini penyidik masih mempersiapkan syarat kelengkapan sesuai permintaan yang disampaikan pihak kejaksaan,” ujar Mangatas Tambunan usai menggelar konferensi pers terkait kasus narkoba di halaman mapolres, kemarin.
Dia mengaku bingung, karena pihak kejaksaan masih menganggap berkas yang dilimpahkan penyidik polres dinyatakan belum lengkap. Mangatas mengklaim, hingga saat ini petunjuk yang mengarah ke unsur perencanaan dalam kasus tersebut belum ada.
”Polisi hanya mengedepankan sesuai fakta-fakta yang ada. Kita harus akurat berdasarkan petunjuk-petunjuk yang akurat juga. Selain itu, penyidik hanya memproses berdasarkan fakta dan bukti ilmiah (scientific investigation). Makanya, kita turunkan dokter-dokter labfor,” jelas Mangatas Tambunan.
Pengembangan kasus ini terus dilakukan penyidik Satuan Reskrim Polres Gowa untuk lebih mendalami motif kasus pembunuhan Siti Zulaeha. Khususnya percakapan antara Wahyu dan Zulaeha dalam sebuah pesan pada gawai milik keduanya. Untuk itu, polisi telah mengagendakan pemeriksaan terhadap ahli forensik.
”Sudah dijadwalkan pemeriksaan terhadap ahli forensik. Besok (hari ini, Kamis, 13 Juni) rencananya. Ini sudah ranahnya penyidik, sesuai petunjuk jaksa,” terang Mangatas lagi.
Dihubungi terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungguminasa Syamsurezky, mengatakan bila jaksa peneliti mengembalikan berkas perkara kasus tersebut dengan disertai petunjuk alias P19.
Adapun petunjuk jaksa terhadap penyidik, antara lain meminta agar penyidik lebih mendalami lagi, serta menggali keterangan saksi-saksi dalam berkas perkara. Tujuannya untuk mengantisipasi jangan sampai ada pasal lain yang terbukti dalam persidangan nanti.
“Kita tidak pernah menyuruh atau mengarahkan penyidik untuk memasukkan pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana),” kata Syamsurezky melalui telepon selular, Rabu (12/6).
Menurutnya, jaksa peneliti hanya meminta penyidik lebih mendalami lagi keterangan saksi-saksi, jangan sampai ada yang mengarah ke pasal 340 KUHP.
Selain itu, jaksa peneliti meminta agar penyidik melampirkan barang bukti hasil percakapan tersangka dan korban melalui Whatsapp, SMS, serta media lain. “Karena barang bukti percakapan ini tidak dimasukkan dan dilampirkan dalam berkas perkara,” tandasnya. (sar-mat/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top