Headline

Usai Copot Loyalis SYL, NA ke Luar Negeri


MAKASSAR, BKM — Senin (10/6) merupakan hari pertama Aparatur Sipil Negara (ASN) masuk berkantor pascalebaran Idul Fitri. Sejatinya, momentum ini diwarnai silaturahmi dan saling maaf memaafkan.
Namun, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah langsung membuat kejutan. Ia mencopot sekaligus menonjobkan Inspektur Inspektorat Sulsel Luthfi Natsir dari jabatannya. Informasi itu diperoleh usai Nurdin memimpin apel pagi di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel, kemarin.
Sebenarnya, saat memberikan pengarahan pada apel pagi, NA secara gamblang membeberkan kekecewaannya kepada sejumlah orang di lingkup Pemprov Sulsel. Ia menilai mereka tidak loyal pada dirinya sebagai gubernur dan Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Dia menegaskan, selama ini banyak berita bohong alias hoaks yang disebarkan oleh oknum-oknum tertentu. Dengan nada keras, NA mengatakan tidak bisa menolerir pihak yang sengaja menyebarkan berita bohong, khususnya di lingkup Pemprov Sulsel.
“Saya dengan Pak Wagub hampir sembilan bulan memimpin Provinsi Sulawesi Selatan ini. Saya kira waktu yang cukup untuk kita lakukan evaluasi, mulai dari tingkat SKPD sampai ke bawah,” ungkapnya.
Mantan bupati Bantaeng 2008-2018 itu menegaskan, jika ada kelompok yang ingin merugikan masyarakat dan pemerintah provinsi, harus segera dilakukan perbaikan. Dia tidak mau ada duri dalam daging yang sewaktu-waktu bisa melukai.
“Kalau ada gerbong yang bermasalah, jangan kita biarkan. Kalau begitu kita harus lakukan perbaikan. Lakukan pembaharuan. Iya sama sepak bola, kalau kita sudah lihat ada tim yang lemah, harus cepat kita ganti supaya kita bangun sebuah keseimbangan kerja,” jelas Nurdin.
Dalam kesempatan ini, NA juga mengungkap adanya oknum yang justru menjadi penyebar hoaks pemerintahan Sulsel. “Siapa yang melakukan ini, dari internal kita kok. Saya tidak tanggung-tanggung, saya akan beresin orang-orang seperti ini. Mereka tidak akan kita pertahankan,” tandasnya.
Kata dia, Pemprov Sulsel membutuhkan pemerintahan kuat. Untuk itu setiap elemen perlu bekerja ekstra.
“Bayangkan, kita lagi berperang ada musuh kita di dalam kita ikut berperang, habis kita. Karena semua strategi kita sudah bocor ke mana-mana. Saya dan Pak Wagub ingin membangun postur aparatur pemerintahan yang kuat. Jangan kita pikirkan diri sendiri. Kita sudah mewakafkan diri untuk Sulawesi Selatan. Kita bekerja untuk Sulawesi Selatan. Jadi bapak ibu sekalian saya tahu semua jaringan-jaringan berita ini tahu, dari internal kita. Di masyarakat nggak ada masalah kok, sama sekali nggak ada masalah di masyarakat,” urainya.
Saat menyampaikan sambutannya, Nurdin memang sempat mengeluhkan kinerja Inspektorat. Menurutnya, selama ini, jika ada laporan atau temuan yang masuk ke Inspektorat, lamban ditindaklanjuti. Malah ada yang didelete (hapus) seolah tidak terjadi apa-apa.
Namun, pada saat menyampaikan sambutan, belum ada terlintas dalam pemikiran orang-orang yang hadir pada apel perdana, bahwa hari itu bakal ada pejabat eselon II yang akan dinonjobkan.
Informasi pencopotan baru diperoleh wartawan saat wawancara langsung dengan gubernur. NA yang menyampaikan sendiri yang melaksanakan tugas liputan di kantor gubernur, bahwa hari ini (kemarin) dia memutuskan untuk mencopot salah satu pejabat eselon II yang dinilai tidak sejalan dengan dirinya.
Namun, NA tidak membocorkan nama yang dimaksud. Semua diserahkan ke Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani untuk menindaklanjuti perintahnya dengan membuatkan SK pencopotan pejabat dimaksud. Sekaligus menunjuk pelaksana tugas (plt) untuk penggantinya.
Berbagai spekulasi nama yang akan dicopot pun beredar. Namun hingga siang kemarin, baik gubernur, wakil gubernur, maupun sekprov Sulsel masih tutup mulut. Tapi Hayat memberi bocoran jika yang dinonjobkan adalah seorang eselon II A.
Teka-teki pejabat dinonjobkan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah akhirnya terkuak siang menjelang sore, saat BKM menghubungi Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani. Dia pun membeberkan jika pejabat yang dicopot adalah Luthfi Natsir.
Lutfhi menjadi orang kedua yang dinonjobkan NA setelah sebelumnya memberhentikan Jumras dari jabatannya selaku kepala Biro Pembangunan.
Jika melihat caranya, proses pencopotan Lutfi hampir mirip dengan Jumras. Di mana NA sendiri langsung mengumumkan terlebih dahulu kesalahan pejabatnya sebelum mencopotnya.
Usai memimpin apel, NA langsung ke Bandara Sultan Hasanuddin untuk berangkat ke Jakarta. Selanjutnya melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, Jerman dan Belanda.
SK pencopotan Lutfi Natsir sendiri diteken NA di Bandara Sultan Hasanuddin. Diantar oleh staf ahli yang juga ditunjuk sebagai Plt Asisten I Salim S.
Ternyata, bukan tanpa alasan jika Salim mengantarkan langsung SK tersebut. Karena ternyata, dia yang akan ditunjuk sebagai plt Inspektur Inspektorat mengisi kekosongan usai Luthfi dinonaktifkan. SK pengangkatan plt Inspektur Inspektorat Sulsel yang dijabat Salim juga diteken di bandara. Selanjutnya NA bertolak ke luar negeri.
Setelah SK rampung, Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani yang mengantarkannya ke kantor Inspektorat Sulsel Jalan AP Petta Rani.
Kepada wartawan, Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani mengatakan, secara mendasar dirinya tidak bisa mempublish atau menjelaskan alasan pencopotan Luthfi dari jabatannya.
Dia hanya mengatakan, untuk sementara waktu, Salim S ditunjuk sebagai Inspektur Kepala Inspektorat. Sementara untuk tugas-tugas Asisten I yang selama ini ditangani Salim, akan diambil alih oleh sekprov.
“Pak Salim itu aslinya staf ahli di-plt-kan di Inspektorat. Sementara asisten pemerintahan ditarik dulu. Saya ambil alih tugasnya dulu sampai ada penunjukkan,” jelasnya.
Secara diplomatis dia hanya mengatakan jika Pemprov Sulsel ingin berlari cepat, sehingga masalah temuan harus terselesaikan dengan baik.
“Pencopotan ini hal yang lumrah. Sudah menjadi hak prerogatif Bapak Gubernur,” kelitnya.
Terkait pencopotan Luthfi, berbagai spekulasi pun beredar. Ada yang mengaitkan dengan bocornya beberapa informasi penting gubernur. Termasuk soal ribut-ribut utang miliaran rupiah yang ditinggalkan NA di Bantaeng.
Namun ada juga yang menghubungkan dengan upaya NA ‘memangkas’ orang-orang yang loyal pada pemerintahan sebelumnya. Seperti diketahui, nama-nama seperti Mustari Soba yang dilengserkan sebagai staf ahli dan Jumras yang dinonjobkan merupakan loyalis mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Selama menjadi pejabat, Luthfi dikenal cukup berprestasi. Dia berhasil menangani persoalan lahan pengganti 12 hektare di Centerpoint of Indonesia (CoI). Saat menjabat sebagai kepala Biro Hukum, sejumlah persoalan aset juga diselesaikan.
Yang terakhir, Luthfi sebagai Inspektur Inspektorat juga punya andil sehingga Sulsel meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kesembilan kalinya. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top