Sulselbar

Bupati Serahkan Kartu Tani


BULUKUMBA, BKM — Kementerian Pertanian meluncurkan Kartu Tani bagi petani dalam memberikan berbagai fasilitas termasuk penyaluran pupuk bersubsidi.
Kartu Tani merupakan sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi.
Kartu tani mirip kartu ATM untuk operasionalnya menggandeng Bank BRI. Untuk itu, Kantor BRI Bulukumba mengundang Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali menyerahkan secara simbolis kartu tani tersebut pada acara Sosialisasi Kartu Tani di Hotel AGRI Bulukumba belum lama ini.
Kepala Bank BRI Cabang Bulukumba Edi Haryadi, mengatakan jumlah petani yang akan mendapatkan kartu tani sebanyak 56 ribu lebih. Namun pihaknya pertama kalinya ini baru menerbitkan 17.052 kartu tani yang tersebar di 10 kecamatan. Untuk operasional penggunaannya, dapat dilakukan di seluruh agen BRILink yang mencapai 56 agen yang tersebar.
“Jadi untuk pemanfaatan kartu tani, pemilik kartu dapat mendatangi agen BRILink terdekat. Kartu tani bertujuan agar pemberian pupuk bersubsidi tepat sasaran oleh karena data petani dan lahannya sudah terekam dalam kartu tani,” bebernya.
Meski sama-sama produk perbankan, Edi Haryadi menjelaskan perbedaan ATM dan Kartu Tani. Kalau ATM hanya menyimpan dan menarik uang, tapi kartu tani sudah include dengan data-data pertanian yang dimiliki oleh petani yang bersangkutan. Menurutnya, tahap awal memang agak ribet dalam pendataan, tapi ke depan kartu tersebut sangat bermanfaat.
“Kartu tani ini nilainya kosong, nanti yang bersangkutan yang isi sesuai kebutuhan. Sehingga untuk menebus pupuk bersubsidi, maka yang bersangkutan harus mengisi dulu nilainya sesuai harga yang ditetapkan,” ungkapnya.
Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali mengapresiasi terobosan tersebut. Menurutnya banyak manfaat yang diterima dengan kehadiran kartu tani. (min/D)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top