PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Wagub Instruksikan Eskavator Amfibi ke Lokasi Banjir

MAKASSAR, BKM — Hujan deras yang mengguyur hampir sebagian besar daerah di Sulsel, berdampak terjadinya banjir. Sejumlah kabupaten terkena dampak cukup parah. Di antaranya Luwu Utara, Luwu, Sinjai, Bone, Soppeng, Sidrap, Pinrang, dan Wajo. Termasuk Kabupaten Toraja dan Maros.
Dari sejumlah kabupaten tersebut, menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Samsibar, wilayah Tanru Tedong di Sidrap dan Kabupaten Wajo yang cukup parah.
Dia memaparkan, untuk di Kabupaten Wajo, banjir terjadi pada Sabtu (8/6). Ada enam kecamatan di kabupaten tersebut yang terkena banjir. Di antaranya Kecamatan Keera, tepatnya di Desa Awo,
Kecamatan Pitumpanua. Banjir merendam empat wilayah, yakni Desa Lompoloang, Desa Lauwa, Kelurahan Benteng, dan Kelurahan Tobarakka.
Di Kecamatan Belawa, ada dua desa yang terdampak, yakni Desa Sappa dan Desa Wele. Di Kecamatan Tempe, dua desa terdampak, yakni Kelurahan Salomenraleng dan Kelurahan Laelo.
Sementara di Kecamatan Pammana, tepatnya di Desa Pallawarukka. Dan Kecamatan Sabbangparu di Desa Salotengnga.
Untuk penanganan banjir di kabupaten tersebut, tim reaksi cepat bersama Pusdalops PB BPBD Kabupaten Wajo sudah melakukan assesment dan evakuasi.
Di Kabupaten Sidrap, banjir juga terjadi pada Sabtu (8/6) dengan lokasi yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riawa dan Pitu Riase.
“Hujan yang mengguyur selama sepekan di kabupaten tersebut mengakibatkan tanggul di Sungai Tanrutedong jebol. Beberapa desa serta kelurahan di Pitu Riawa, Dua Pitue dan Pitu Riase tergenang,” ungkap Samsibar.
Khusus di Dua Pitue, total area persawahan yang terendam sekitar 2.220 hektare. Sejumlah sekolah mengalami kerusakan akibat banjir. Di antaranya SD 10 Tanru Tedong, SD 17 Tanrutedong, SMA 3 Sidrap, SMA Indra Karya, MI Salomallori, MTsN Sallomalori dan TK Al Ikhlas Sallomalori.
Samsibar mengatakan, BPBD Sulsel bersama BPBD Kabupaten Sidrap sudah membentuk posko penanggulangan banjir di Masjid Tanrutedong.
“Kita sudah melakukan verifikasi korban banjir di sana. Warga yang menjadi korban juga sudah dievakuasi. Sekarang sedang dilakukan pendataan apa kebutuhan mereka,” ungkap Samsibar.
Untuk yang di Kabupaten Bone, lanjut dia, Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sudah menginstruksikan kepada Dinas PSDA dan Bina Marga untuk menangani dengan menurunkan eskavator ampibinya.
Di Kabupaten Soppeng, hujan deras yang tiada henti sejak Sabtu (8/6) siang hingga Minggu (9/6) memicu banjir besar di sejumlah wilayah. Kekuatan air yang besar itu memutus ruas utama Wajo menuju Soppeng dan Makassar. Dampak terbesar terjadi di Kecamatan Lilirialau, Liliriaja dan Ganra. Ratusan rumah terendam dan memaksa ribuan warga harus dievakuasi.
Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak langsung turun ke lapangan sejak Sabtu malam. Kaswadi sampai harus begadang hingga Minggu subuh menemani warga dan memantau ketinggian air.
Ia kemudian menginstruksikan semua ASN di Pemkab Soppeng, terutama para pejabat eselon untuk mempersingkat libur lebarannya. “Saya meminta mereka semua berada di lapangan. Semua kepala SKPD harus memantau dan mengusahakan bantuan kepada korban bencana. Liburan mereka dipersingkat sejak Sabtu kemarin,” katanya.
Untuk menangani bencana itu, Pemkab Soppeng mengerahkan semua kekuatan mitigasi bencanannya. “Kami menurunkan ratusan personel gabungan dan semua peralatan evakuasi yang kami miliki diturunkan,” ujar Kepala Badan Bencana Soppeng Andi Haeruddin.
Ia berharap bantuan dari pihak luar dapat segera datang. “Kami sanggup menanganinya, tetapi tentu akan lebih cepat jika kami dapat bantuan seperti perahu karet,” katanya. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top