PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Resepsi Pernikahan Dikepung Banjir

BKM/PURMADI PELAMINAN TERENDAM-Tenda yang menjadi tempat pelaminan bagi pasangan pengantin Mardiana dan Muh Agus terendam banjir, Minggu (9/6). Keduanya pun hanya bisa melayani tetamu undangan yang datang di dalam rumah mempelai wanita.

Mempelai Pria Diangkut
Perahu Karet, Kapolres Jadi Tamu

BANJIR yang melanda sejumlah daerah di Sulsel dalam dua hari terakhir, Sabtu-Minggu (8-9/6) bukan hanya menimbulkan kerugian materil. Hajatan resepsi pernikahan pun terganggu dibuatnya.

MINGGU (9/6) seharusnya menjadi hari bahagia bagi keluarga besar H. Mekka. Sebab, kemarin warga Desa Sumpangmango, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap ini menghelat pesta pernikahan putri bungsunya Mardiana.
Namun, suasana sukacita yang mestinya dirasakan bersama sanak keluarga, tak sepenuhnya bisa dinikmati. Haru bercampur sedih mewarnai rumah panggung H Mekka. Saat itu, calon pengantin pria Muh Agus yang berasal dari Kota Palopo, tiba di rumah mempelai wanita sekitar pukul 11.00 Wita.
Jika yang lazim disaksikan iring-iringan mobil berderet panjang mengantar pengantin pria ke kediaman mempelai wanita, tidak demikian di tempat ini. Mobil yang digunakan Muh Agus beserta keluarganya hanya bisa sampai sampai di sisi bahu jalan poros Parepare-Sengkang.
Karena rumah mempelai wanita lumayan berjarak ratusan meter dari jalan poros, jadilah Agus yang mengenakan seragam pengantin warna biru dibawa dengan menggunakan perahu karet dari Polres Sidrap dan Kodim 1420, serta milik Dinas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pemkab Sidrap. Petugas kepolisian dan personel BPBD mengiringi rombongan mempelai pria.
Prosesi ijab kabul berlangsung hikmat. Setelah itu, Muh Agus tak bisa menyembunyikan rasa harunya.
Pasangan yang baru saja mengucap ikrar janji setia tidak bisa duduk di pelaminan layaknya ‘raja dan ratu’ sehari. Lokasi yang telah disiapkan bagi keduanya teredam banjir. Akhirnya, keduanya hanya bisa duduk berdampingan di dalam rumah. Sementara tetamu undangan yang datang, duduk bersila dan harus rela saling berdesak-desakan.
Walau pasangan pengantin baru ini tak bisa menikmati pelaminannya, tetap ada rona bahagia di raut wajah. Apalagi setelah kedatangan Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono bersama aparatnya, datang alngsung menyaksikan proses ijab kabul kedua mempelai.
“Alhamdulillah ini sudah kehendak Tuhan. 40 tahun saya tinggal di sini tidak pernah ada banjir seperti ini. Syukurlah, semua bisa berjalan lancar tanpa kendala berarti. Terima kasih juga kedatangan Bapak Kapolres Sidrap ke pesta pernikahan putri kami. Ini kebanggaan bagi kami sekeluarga,” ungkap H.Mekka saat meladeni tamu-tamunya, kemarin.
Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono berjanji akan berusaha semaksimal mungkin bersama seluruh jajarannya untuk memberikan bantuan pada warga yang terdampak banjir.
“Kami akan semaksimal mungkin membantu memenuhi kebutuhan warga, seperti perahu karet. Juga ikut membersihkan rumah mereka yang terdampak banjir. Insyaallah, kami bersama teman-teman di Kodim 1420 akan membackup penuh masyarakat yang membutuhkan tenaga kami,” tandas Budi Wahyono.
Di Kabupaten Sidrap, tercatat ada tiga wilayah kecamatan yang dilanda banjir. Masing-masing Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riawa, dan Pitu Riase.
Banjir disebabkan meluapnya sungai Tanrutedong, yang berimbas pada tergenangnya sejumlah fasilitas umum. Air menggenangi pemukiman penduduk dan jalan raya.
Bupati Sidrap H Dollah Mando turun langsung ke lokasi banjir di Dua Pitue, Sabtu (8/6). Ia didampingi Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Sidrap H Siara Barang, Camat Dua Pitue H. Andi Bachtiar, dan sejumlah kepala OPD terkait. Termasuk Kapolsek Pitu Riase Iptu Sudirman, Kapolsek Dua Pitue Iptu Ramli, serta Danramil Pelda Muh Ridwan.
Setelah cukup lama memantau kondisi warganya, Dollah Mando langsung mengintruksikan pada dinas terkait, seperti para camat, kepala desa/kelurahan, serta BPBD Sidrap untuk mengambil langkah penanganan darurat bencana banjir di tiga kecamatan tersebut.
“Kepada warga saya imbau untuk tetap waspada dan berhati-hati. Orang tua agar tidak membiarkan anak-anaknya bermain air, karena dikhawatirkan mengancam keselamatan jiwanya. Selain itu, pantau terus debit air yang semakin meninggi. Karena hujan ini masih terus akan terjadi hingga beberapa waktu ke depan,” ujar Dollah Mando.
Ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak khawatir, karena pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri senantiasa akan membantu warga jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Saya sudah perintahkan instansi terkait untuk melakukan tindakan yang diperlukan, agar bencana banjir bisa tertangani dengan baik. Begitupun pihak keamanan, saya sudah koordinasi dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim 1420 untuk menyiagakan personelnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh korban banjir,” tandasnya. (ady/rus/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top