Headline

34 Balon Wali Kota-Wawali Mulai Sosialisasi


MAKASSAR, BKM — Pemilihan wali kota (pilwali) dan wakil wali kota Makassar baru akan dihelat tahun 2020 mendatang. Meski begitu, saat ini sudah banyak bakal calon yang gencar melakukan sosialisasi. Mereka menyebut dirinya mendapat dukungan dari masyarakat.
Sedikitnya ada 34 kandidat yang disebut-sebut akan meramaikan pertarungan. Ada yang berlatar belakang politisi, pengusaha, birokrat hingga praktisi.
Sebagian di antaranya bahkan telah memasang alat peraga seperti baliho, spanduk, dan reklame bando. Selain itu, mereka juga sudah membentuk jaringan dan simpul-simpul pendukung yang tersebar di sejumlah kecamatan hingga kelurahan.
Seperti yang dilakukan Dr Sukriansyah S Latief, Dr Irianto Baso Ence, H Busrah Abdullah, Muhammad Ismak, dan mantan anggota DPRD Makassar H Nasran Mone.
Irianto Baso Ence bahkan sudah memasang alat peraga kampanye (APK) di sejumlah jalan masuk Antang serta Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Sementara mantan ketua DPD PAN Kota Makassar dua periode H Busrah Abdullah, sudah menempati posko baru yang terletak di Jalan AP Petta Rani.
Pada Minggu (9/6), Busrah yang juga mantan wakil ketua DPRD Makassar dan pernah tercatat sebagai pejabat ketua DPRD Makassar, bertemu dengan Direktur Utama Perusda Sulsel Taufik Fachruddin. “Saya baru saja bertemu Dirut Perusda Sulsel Pak Taufik Fachruddin,” ujar mantan calon wakil wali kota Makassar pasangan Irman Yasin Limpo ini.
Selain itu, sudah ada juga yang disebut akan maju dari kalangan elit partai. Seperti Syamsu Rizal MI, yang namanya digelindingkan oleh Ketua Golkar Sulsel HAM Nurdin Halid. Deniari Alwi Hamu disebut oleh juru bicara DPD Gerindra Sulsel Syawaluddin Arif. Sementara Zulkarnain Paturuni disebut oleh sejumlah kader Partai Demokrat.
Politisi PDIP Muh Iqbal Arifin mengaku siap jika diberi amanah oleh partai. “Kalau partai yang memberi tugas tentu kami siap maju,” ujar ketua Bapilu DPD PDIP Sulsel ini.
Sementara Nasran Mone, tidak masalah jika ada yang memberi ruang kepadanya. Sebagai politisi senior, Nasran pernah menjadi anggota dewan selama 15 tahun atau tiga periode di DPRD Maksssar.
Meski mendapat dukungan, namun mantan politisi Golkar yang baru saja menjadi caleg di Partai Perindo ini memperkirakan jika Pilwali setidaknya akan diikuti tiga pasangan calon. Masing-masing Mohammad Ramdhan Pomanto, Munafri Arifuddin, serta Sukriyansah S Latief.
“Ketiganya diprediksi ada yang maju dengan dukungan partai, dan ada yang maju independen atau perseorangan. Ketiganya punya kecerdasan masing-masing. Juga basis. Namun demikian, mereka mesti sangat selektif memilih wakil. Karena wakilpun sangat memengaruhi tingkat popularitas dan elektabilutas. Juga mampu bekerja sama menjalankan tugas pemerintahan dengan baik,” ujar Nasran, Minggu (9/6).
Ia juga memberi saran untuk Danny Pomanto. “Pak Danny sebaiknya memilih wakil yang bisa loyal, komitmen, dan betul-betul bisa menempatkan diri sebagai wali kota. Tidak terlalu dominan punya pengetahuan pemerintahan yang lebih. Karena Danny sudah berpengalaman jadi wali kota,” jelasnya.
Kalau Munafri Arifuddin, Nasran memberi masukan agar sebaiknya memilih wakil yang punya pengalaman pemerintahan. Juga mengerti tentang peran dan fungsi legislatif, supaya bisa saling melengkapi. “Untuk Sukriyansah tidak terlalu jauh berbeda dengan Munafri untuk jadi wakil. Tapi Sukriansya memiliki kecerdasan spesifik. Mengerti tata cara pengelolaan pemerintahan dan terlihat skill public speakingnya cukup bagus,” ucapnya.
Meski memberi prediksi, namun menurut Nasran, tidak menutup kemungkinan masih terjadi perubahan konstalasi dan bertambahnya calon. “Karena suasana politik masih sangat dinamis dan masih ada waktu. Yang pasti, seluruh masyarakat Makassar benar-benar selektif memilih wali kota, karena efek dan biasnya akan berbalik ke masyarakat itu sendiri,” tandasnya.
Sehari sebelumnya, Sukriansyah S Latief yang kini lebih akrab disebut UQ, kembali membentuk jaringan tim. Salah satu pemuda Makassar, Iqbal membentuk jaringan tim untuk mendukung Sukriansyah maju di pilwali dengan membentuk UQ SQUAD.
“Setelah saya membangun komunikasi dengan beberapa rekan dan sahabat, kita sepakat mendukung Kak UQ sebagai bakal calon wali kota untuk memimpin Makassar. Jaringan kita diberi nama UQ SQUAD,” ujar Iqbal yang juga ketua salah satu relawan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sulsel, Sabtu malam (8/6).
Ia menilai, UQ adalah sosok yang mampu membawa Makassar lebih baik dari sekarang. “Dengan background sebagai jurnalis, kita yakin kak UQ sangat paham persoalan Makassar dan solusinya. Makassar butuh sosok pemimpin yang sipakatau, dan sikatutui tanpa menghilangkan kultur asli Makassar,” tambah Iqbal.
Sosok UQ sendiri belakangan ini menjadi bahan pembicaraan kuat sebagai figur bakal calon walikota Makassar. Pria kelahiran Makassar 30 Agustus 1969 ini adalah staf khusus Menteri Pertanian RI bidang kebijakan, dan juga Komisaris PT Fajar Group.
Pengamat politik dari Unismuh Makassar Dr Luhur A Prianto, menilai semakin banyak calon wali kota dan wawali tentu semakin baik bagi warga kota Makassar. Warga punya banyak alternatif memilih pemimpinnya.
Tantangannya ada di kandidat itu sendiri. Bagaimana “memasarkan diri” secara politik, lalu kemudian membangun proximity atau kedekatan dengan pemilih. Bagi para kandidat pendatang baru, tentu hal ini bukan perkara mudah. Mereka harus punya diferensiasi dalam membangun brand politik.
“Memang Pilwali 2020 ini berpotensi dimeriahkan oleh banyak kandidat “Tomanurung”, seperti tiba-tiba turun jatuh dari langit. Figur yang tidak lahir dari dinamika sosial politik lokal serta tidak berpengalaman dalam interaksi di ruang publik. Mereka tentu harus punya gagasan kemajuan untuk kota ini. Figur-figur itu setidaknya punya kemampuan kepemimpinan yang terukur. Tidak hanya mengandalkan biaya politik besar, yang rawan di kendalikan para bandar politik,” jelas Luhur. (rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top