PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Legislator Desak Penasihat Wali Kota Dibubarkan

MAKASSAR, BKM — Penasihat yang dibentuk mantan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kini menuai sorotan. Legislator menyuarakan desakan untuk membubarkannya. Sebab dinilai keberadaannya tidak memiliki tugas yang jelas, dan hanya terkesan pemboran anggaran.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Makassar Susuman Halim, meminta kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal S Suhaeb untuk mengubah seluruh struktur yang sudah dibangun Moh Ramdhan Pomanto. Termasuk di dalamnya penasihat wali kota.
“Di masa kepemimpinan wali kota sebelumnya, semua yang dilakukan itu salah. Coba, untuk apa dibentuk itu penasihat wali kota. Sudah jadi wali kota masih saja membentuk penasihat lagi. Sementara tidak jelas apa kerja serta tugas penasihat wali kota itu,” cetus Sugali, Kamis (23/5).
Olehnya itu, tambah Sugali, penjabat wali kota harus bisa memperlihatkan kerja cerdasnya membangun kota yang kini dipimpinnya. Memajukan kota ini semakin baik menuju arah yang jelas. Caranya dengan menghapus semua struktur atau produk yang tidak memiliki manfaat.
“Kami berharap semua struktur yang dibentuk oleh mantan wali kota harus dihapuskan. Itu semuanya tidak jelas. Saya berharap penjabat wali kota tidak mengikuti mantan wali kota pendahulunya,” tegasnya.
Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar Abdi Asmara, mendukung sepenuhnya kebijakan penjabat wali kota untuk melakukan perombakan struktur di pemerintahannya. Termasuk penghapusan penasihat wali kota, jika keberadaannya dinilai tidak diperlukan. Karena setiap pemimpin tentu memiliki kebijakan dan kebutuhan masing-masing.
“Saya kira pembentukan penasihat wali kota di masanya Pak Danny karena dibutuhkan. Kalau sekarang penjabat wali kota tidak membutuhkan, itu hak beliau juga. Semua orang harus menaati kebijakan pemimpin baru kita,” tambahnya.
Abdi Asmara mengaku masih menunggu usulan dari penjabat wali kota yang akan dibahas dalam rapat di DPRD Makassar. Apakah nantinya akan ada usulan hapus penasihat wali kota atau tidak. Semuanya akan ditelaah dan dipertimbangkan.
“Kalau ada pengajuan atau usulan, tentu kami akan lihat dan pelajari semua yang masuk dalam rapat paripurna. Kalau usulannya berhubungan dengan orang banyak, kami di DPRD Kota Makassar pasti mendukung,” tandasnya.
Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb berencana akan menambah tugas penasihat wali kota. Selain sebagai kontrol sosial masyarakat, juga selaku pengawas kebersihan.
Iqbal menyebut, penasihat wali kota sangat banyak. Karenanya, pemanfaatan dan penambahan kerja mereka bisa dilakukan.
Sebagai pengawas kebersihan, dikatakan Iqbal, sekaligus bisa menjadi perpanjangan tangan wali kota. Mereka bisa dimanfaatkan sebagai seorang pengawas kebersihan lingkungan.
“Bisa saja penasihat wali kota menjadi pengawas kebersihan. Mereka mengawasi drainase-drainase yang tidak diawasi oleh pemilik rumah. Bisa menegur ke pemilik rumah,” kata Iqbal.
Iqbal menegaskan, untuk saat ini, perwali yang mengatur tentang penasihat wali kota masih berlaku dan tidak bisa diganti. Namun tugasnya bisa ditambahkan.
Meski begitu, lanjut Iqbal, tidak menutup kemungkinan jika nantinya perwali mengenai ini bisa saja direvisi. Sehingga perlu dikaji terlebih dahulu.
”Kerja-kerja penasihat wali kota kita tambah. Kita akan mengoptimalkan mereka sebagai pengawas kebersihan. Kalau melihat perwali, kita tidak bisa ganti. Tapi bisa kita tambah tugasnya. Untuk perubahan perwali itu akan kita kaji,” jelasnya.
Iqbal menambahkan, selama ini panasihat wali kota lebih banyak peran politiknya dibanding kerja birokrasi. Hal inilah yang menjadi bahan untuk evaluasi.
Gagalnya Makassar meraih Piala Adipura, disebut Iqbal menjadi cikal bakal idenya tersebut. Hal ini dianggapnya memalukan. Ia menilai selama ini petugas di kecamatan dan kelurahan tidak bekerja maksimal.
“Saya dapat laporan yang memalukan, karena Makassar tidak dapat Adipura. Selama ini fungsi lurah dan kecamatan tidak ada. Tentu setelah ini akan ada perbaikan, terutama kebersihan,” tegas Iqbal.
Fasilitas yang didapatkan Iqbal selama menjadi penjabat wali kota pun siap ia sumbangkan untuk peran kebersihan. (arf-nug/rus/c)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top