PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Hayat Ditugasi Pangkas Izin yang Memberatkan

MAKASSAR, BKM — Abdul Hayat Gani kini resmi menjabat sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel. Ia dilantik Gubernur HM Nurdin Abdullah di Ruang Pola Kantor Gubernur, Kamis (23/5).
Abdul Hayat dilantik dihadapan Forkopimda, rekan sejawatnya dari Kementerian Sosial, dan pejabat eselon II Pemprov Sulsel, serta ASN.
Gubernur mengatakan, proses hinggga pelantikan sekprov definitif ini telah melalui waktu yang sangat panjang. Selain itu, selama setahun lebih jabatan sekprov Sulsel diisi oleh pelaksana tugas (plt), yaitu Tautoto Tanaranggina dan Ashari Fakhsirie Radjamilo.
“Sekarang semua PNS bisa mengikuti lelang seleksi tak hanya dari PNS daerah. Pak Hayat ini memulai kariernya dari daerah juga, kemudian masuk ke Kementerian Sosial,” kata Nurdin saat memberikan sambutan.
NA berharap sekprov yang baru tak hanya bekerja sesuai aturan, tapi juga menggunakan hati. Selain itu, Abdul Hayat diminta memberikan peran terbaik sebagai sekprov dengan tugas utama membangun harmonisasi di Pemprov Sulsel.
“Kalau sekdanya bekerja baik, maka saya kira kinerja gubernur dan wagub akan lebih harmonis. Saya tidak perlu jabarkan seperti apa itu. Tak hanya itu, sekda juga harus menjaga hubungan dengan Forkopimda dan DPRD,” harapnya.
Mantan bupati Bantaeng ini juga meminta Hayat agar melakukan koordinasi dengan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sehingga tak ada lagi istilah ini pejabat dekat gubernur, wagub, maupun sekda.
“Tugas tambahan adalah menyejukkan dunia usaha. Caranya, pangkas seluruh izin yang memberatkan. Beri kemudahan dunia usaha untuk berkembang,” lanjutnya.
Masalah lain yang diminta diselesaikan oleh sekprov Sulsel adalah pengadaan barang atau jasa di lingkup Pemprov Sulsel. Terlebih selama ini proses pengadaan dan pelaksanaan pembangunan sudah diasistensi dan diawasi oleh kejaksaan dan KPK.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel Moh Roem, turut hadir menyaksikan pelantikan berharap sekprov yang baru bisa menjembatani kepentingan antara ekskutif, dalam hal ini gubernur dan jajarannya dengan legislatif atau DPRD Sulsel.
“Seperti yang disampaikan gubernur, jadilah pemimpin yang arif dan bijak. Bisa menjembatani berbagai kepentingan. Jangan lupa gubernur punya mitra DPRD,” kata Roem.
Politisi Partai Golkar ini menyebutkan, banyak pekerjaan yang sudah menunggu Hayat. Terutama untuk pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platforn Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2020.
“Ini ujian pertama bagi sekda yang akan berakhir pembahasannya di bulan September. Selain itu, masih ada pembahasan LHKPD tahun anggaran 2018 lalu,” jelasnya.
Meski sudah ada sekprov defenitif, Roem berharap gubernur dan wagub Sulsel tetap hadir dalam rapat yang diselenggarakan oleh DPRD. Sebab, ada beberapa rapat yang tak boleh diwakili oleh pejabat lain. Misalnya rapat pertanggungjawaban gubernur.
Mantan Direktur Penanggulangan Masyarakat Miskin Kemensos, ini ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Presiden Indonesia Joko Widodo setelah melalui proses seleksi terbuka.
Di mana sebelumnya tiga nama hasil seleksi terbuka diusulkan oleh Gubernur Sulsel ke pemerintah pusat. Masing-masing Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Jufri Rahman dengan nilai 85,99. Direktur Penanggulangan Masyarakat Miskin Kemensos Abdul Hayat Gani dengan nilai 81,77. Terakhir, dosen IPDN Muh Zubakhrum Baharuddin Tjenreng yang meraih nilai 81,50.
Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman berharap, sekprov yang baru mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya.
“Untuk sekprov definitif yang baru dilantik, saya ucapkan semoga amanah dalam menjalankan tugas dan bisa menjadi pamong yang profesional,” pesan Andi Sudirman Sulaiman.
Hayat sendiri berjanji akan bekerja semaksimal mungkin untuk mendukung visi misi pasangan Prof Andalan. Sebagai tugas pertama, Jumat (24/5) hari ini, sekprov akan menggelar pertemuan dengan seluruh kepada OPD di ruang rapat pimpinan. Tujuannya untuk mengetahui lebih jauh apa yang sudah dilaksanakan selama ini, bagaimana serapannya, apa kendala, dan inovasinya.
Dia mengemukakan, fungsi gubernur satu dalam tataran kebijakan, eselon I arah kebijakan, eselon II strategi kebijakan, dan eselon III maupun IV program kegiatan.
Hayat mengatakan, sekarang zamannya bukan tunggu petunjuk dari gubernur maupun wakil gubernur “Begitu gubernur katatakan A, tidak usah lagi bertanya yang lain,” tandasnya.
Usai dilantik, Hayat ditemani mantan Penjabt Sekprov Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo mengunjungi ruang kerjanya yang berada di lantai dua gedung utama kantor gubernur. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top