PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Polda Geledah Kantor Bupati dan Disdik Gowa

MAKASSAR, BKM — Dua instansi pemerintah di Kabupaten Gowa menjadi sasaran penggeledahan polisi, Selasa (14/5). Masing-masing kantor bupati dan Dinas Pendidikan.
Penyidik tim Subdit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel melakukan hal itu. Penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga iman dan taqwa (imtaq) yang menggunakan anggaran Rp5,5 miliar tahun 2018 di Disdik Gowa.
Kasubdit III Tipikor Polda Sulsel melalui Kabid Humas Kombes Pol Dicky Sondani, membenarkan penggeledahan tersebut. ”Penyidik baru melakukan penggeledahan untuk memeriksa, serta mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus ini,” kata Dicky Sondani, Selasa (14/5).
Dalam penyidikan kasus ini, menurut Dicky, ditemukan adanya indikasi mark up pada proyek pengadaan alat peraga tersebut. ”Tadi (kemarin) yang diperiksa adalah dokumen-dokumen terkait proyek pengadaan tersebut,” tukas Dicky.
Adapun penyedia atau rekanan dalam proyek ini adalah Rahmawati Bangsawan alias Neno, dengan meminjam bendera perusahaan PT Arsa Putra Mandiri. Dalam kasus ini, lanjut Dicky, penyelidikan dilakukan oleh penyidik Subdit Tipikor Polda Sulsel hingga Yogyakarta yang menjadi lokasi sumber barang.
“Uang telah digunakan untuk pekerjaan proyek ini kurang lebih Rp1,5 miliar. Ditemukan adanya keterlambatan pengiriman. Di mana pada bulan Februari 2019 masih terjadi pengiriman barang dari Yogyakarta ke Makassar. Sementara berdasarkan BAST, progres pekerjaan dinyatakan telah rampung 100 persen pada bulan September 2018 lalu,” terangnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah pihak dalam kasus ini, lanjut Dicky, disebutkan adanya intervensi dalam proses pelaksanaan lelang. Bahkan hingga proses tahap pelaksanaan dan pencairan uang pembayaran pekerjaan proyek.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Gowa Dr Salam, membenarkan penggeledahan di kantornya. Yang digeledah, yakni ruangan PPK, ruang keuangan, dan ruang perencanaan.
Menurutnya, petugas Polda Sulsel tiba sekitar pukul 10.30 Wita. Mereka langsung melakukan penggeledahan hingga pukul 15.00 Wita.
”Jadi 5 jam mereka di kantor saya. Ada 16 jenis dokumen yang terkait program Imtaq Indonesia yang dibawa,” ujar Salam.
Penyidik sempat meminta keterangan pejabat terkait proyek tersebut. Yakni Yadin selaku bendahara. Kemudian Masniah sebagai PPK program imtaq. Serta seorang staf bernama Ida.
”Kalau saya tidak ditanya-tanya. Setelah itu polisi meninggalkan kantor,” tambah Salam.
Dijelaskan Salam, dirinya menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Gowa pada tahun 2017. Sementara program Imtaq Indonesia ini dicanangkan tahun 2015. ”Tapi program ini berjalan memang sampai sekarang. Yang diusut, menurut polisi, yang berlangsung tahun 2018,” imbuhnya.
Salam sempat kaget dengan kedatangan polisi yang secara tiba-tiba di kantornya. Karena sebelumnya, pada pagi hari kemarin ia berencana untuk menemui Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. Tujuannya untuk koordinasi rutin.
”Saya kemudian menelepon ajudan untuk mengecek keberadaan Pak Bupati. Ajudan bilang, ada polisi yang menggeledah ruang kerja Pak Bupati. Ruanganta juga itu, pak kata ajudan. Tidak lama kemudian, polisi juga muncul di kantor saya,” jelasnya.
Selain ruang kerja bupati, polisi juga menyasar ruang kerja Kadis Keuangan dan kepala bagian UPL. (mat-sar/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top