PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Gojentakmapan

Mahasiswa Desak Kajari Usut Tuntas

BKM/KR KULLE DEMO -- Para pendemo yang menamakan dirinya dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Jeneponto. Mereka mendesak Kajari mengusut tuntas dugaan korupsi Rp297 M.

JENEPONTO, BKM — Ratusan orang yang menamakan dirinya mahasiswa dan pemuda Turatea tergabung dalam aksi solidaritas aktivitas Jeneponto melakukan aksi demonstrasi di depan kantor bupati Jeneponto.
Sayangnya, saat menggelar aksi demo ini, tidak ada pejabat Pemkab Jeneponto yang menemui para pendemo. Akhirnya, para pendemo bergerak ke kepan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto.
Mereka diterima Kepala Kejari Jeneponto, Ramadiyagus di pintu gerbang kantor Kejari, Jalan Sultan Hasanuddin Bontosunggu, Senin (13/5). Pengunjuk rasa melalui Jenderal Lapangan Mahmud Patoppoi, menyampaikan orasinya dengan suara lantang menggunakan toa.
”Kami dari mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam aksi solidaritas aktivitas Jeneponto melangsungkan aksi demonstrasi atas dugaan indikasi korupsi sebesar Rp297 miliar terbagi atas tahun anggaran 2015 sebesar Rp66 miliar, tahun anggaran 2016 sebesar Rp71 miliar, tahun anggaran 2017 sebesar Rp89 miliar, dan tahun anggaran 2018 sebasar Rp80 miliar. Pendanaannya bersumber dari dana alokasi umum maupun BPJS yang kami duga kuat adanya upaya melawan hukum dan praktik korupsi,” teriak Mahmud.
Mahmud mengatakan, dari proses pengkajian terhadap situasi dan kondisi daerah Jeneponto, maka mereka menemukan berbagai persoalan yang patut ditengarai bermasaalah hukum dan dapat dipandang menjadi atom penghancur seluruh sendi kehidupan sosial dan pembangunan.
”Seperti banyaknya anggaran yang dikucurkan tidak membuat RSUD Latopas beroperasi sesuai keinginan masyarakat. Justru sebaliknya, banyak dirundung masalah yang begitu besar diantaranya adanya beberapa pelayanan yang ditutup karena stok obat habis. Belum lagi sarana dan prasarana AC dan closet yang mampet serta sampah berserakan dan bau. Hal ini sangat meresahkan masyarakat Jeneponto terutama pasien Rumkit,” kata Mahmud .
Mereka meminta kepada bupati, anggota dewan, dan Kajari Jeneponto untuk tidak buta dan tuli. ”Segera pecat dan tangkap serta penjarakan direktur dan bendahara RSUD Latopas beserta antek-anteknya untuk memberikan efek jera,” teriak Mahmud Patappoi.
Kajari Jeneponto, Ramadiagus mengatakan, dirinya sebagai anggota Forkopimda Jeneponto tentunya sangat prihatin melihat kondisi keuangan yang disampaikan mahasiswa. Tentu menjadi motivasi bagi institusinya untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan.
”Semoga tidak lama lagi akan ada tersangkanya,” janji Ramadiyagus. (krk/mir/c)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top