Headline

Iqbal Diminta Normalkan Pemerintahan di Makassar


MAKASSAR, BKM — Sejatinya, masa jabatan M Iqbal Suhaeb selaku penjabat wali kota Makassar selama 20 bulan. Namun, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah hanya memberinya waktu selama setahun. Jika dinilai berhasil, akan ada diskresi untuk dilanjutkan hingga masa jabatannya berakhir.
“Selama 20 bulan masa jabatan penjabat wali kota Makassar. Kalau satu tahun berhasil, ada diskresi dari gubernur untuk dilanjutkan ke Mendagri,” kata Nurdin usai melantik Iqbal di halaman Balai Kota, Senin (13/5).
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel itu menggantikan Moh Ramdhan Pomanto yang telah berakhir masa tugasnya 8 Mei lalu. Makassar sempat dipimpin empat hari oleh pelaksana harian (plh) yang juga Sekretaris Kota Makassar, Muhammad Ansar.
Pelantikan dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Forkopimda Makassar, SKPD lingkup Pemkot Makassar, anggota DPR RI, anggota DPRD Sulsel, DPRD Makassar, camat, serta lurah se-Kota Makassar.
Seabrek tugas menanti Iqbal di Makassar. Mulai dari masalah pendidikan, kemacetan, banjir, pasar sentral, hingga pembenahan pulau-pulau.
Pendidikan misalnya, Nurdin menyebut jumlah siswa SD dan SMP tidak sebanding dengan fasilitas yang dimiliki sekolah. Begitu pula dengan penonjoban sembilan kepala sekolah. Nurdin menilai, kepala sekolah yang diberhentikan justru memiliki kapasitas dan kualitas yang baik.
Begitu pula dengan banjir dan macet yang kerap menjadi isu nasional. Nurdin berharap, penjabat wali kota menemukan metode yang baru untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
“Pengembangan wilayah kepulauan juga harus menjadi prioritas. Saya melihat dermaga-dermaga di beberapa kepulauan tidak memadai untuk dikunjungi wisatawan. Dari saya kecil sampai sekarang pusat dermaga penyeberangan ke pulau-pulau hanya di Kayu Bangkoa. Itu yang harus menjadi perhatian,” ujar Nurdin.
Di tangan Iqbal, Nurdin berharap masalah-masalah Kota Makassar perlahan bisa diselesaikan. Ia memberi waktu satu tahun awal kepada Iqbal, untuk meramu Kota Makassar menjadi kota yang pelayanan publiknya betul-betul memanjakan masyarakat.
“Kita berharap dengan hadirnya penjabat wali kota Makassar ini bisa menormalkan kembali pemerintahan,” ucapnya.
Ditemui usai dilantik, Iqbal mengatakan, salah satu visi misinya adalah continuity, yaitu melanjutkan program yang ada. Semua program yang mendapat respon positif masyarakat akan dilanjutkannya.
“Pak Gubernur juga sudah sampaikan yang bagus kita lanjutkan, yang belum sempurna kita sempurnakan. Semua program apa saja yang sudah jalan dan responnya bagus pasti kita lanjutkan. Saya jamin itu akan dilanjutkan. Yang belum sempurna akan kita sempurnakan. Misalnya, mungkin dari drainase. Masih banyak yang tinggi sedimentasinya, kita angkut. Mungkin masih ada macet-macet, parkir liar, kita sempurnakan,” jelasnya.
Hal utama yang ia akan lakukan juga adalah menggelar rapat koordinasi dengan para SKPD. Termasuk juga dengan camat-camat sampai lurah.
“Kita akan koordinasi internal, konsolidasi untuk menyatukan visi misi. Mulai dari lurah sampai wali kota harus visinya sama. Itu yang paling pertama dilakukan bagaimana mengkonsolidasikan semua internal,” katanya.
Untuk beberapa kepala sekolah yang dinonjobkan, dikatakan Iqbal, laporan ke gubernur telah masuk. Olehnya, ia menunggu terlebih dahulu perintah langsung dari gubernur untuk segera mengevaluasi.
Begitupun dengan permasalahan lain di Makassar. Seperti kisruh Pasar Sentral hingga pedagang kaki lima, juga akan dievaluasinya terlebih dahulu. Iqbal berjanji akan segera menyelesaikannya.
Sayang sekali, mantan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tidak hadir dalam prosesi pelantikan Iqbal Suhaeb selaku penjabat wali kota. Padahal, Iqbal begitu mengharapkan kehadiran Danny.
Iqbal juga tidak mengetahui mengapa Danny tak hadir. Tidak ada komunikasi sebelum pelantikan. Ia hanya menduga kalau Danny kemungkinan sedang sibuk atau tidak enak badan.
“Tidak tahu, mungkin beliau banyak tamu. Kurang sehat atau apa. Saya belum tahu juga apakah Pak Danny ada di luar kota. Saya tidak tahu,” kata Iqbal.
Bagi Iqbal, petunjuk dan arahan Danny sangat ia butuhkan, sehingga ia ingin bertemu terlebih dahulu dengannya. “Tentu saya sangat mengharapkan kehadiran beliau. Dalam waktu dekat saya usahakan bisa bertemu dengan beliau untuk meminta petunjuk, meminta nasihat dari beliau apa yang dikerjakan tetapi belum finish,” ungkapnya.
Iqbal menilai, pemerintahan duet Danny dengan Deng Ical sangat hebat. Sebanyak 100 lebih penghargaan dari pemerintah pusat, lembaga swasta, lembaga independen, maupun luar negeri menjadi bukti suksesnya pasangan tersebut.
Namun, tentu ada beberapa program yang belum sempat diselesaikan. Program yang sudah ada itu, dikatakan Iqbal, baik untuk dilanjutkan.
“Sesuatu yang sudah mendapat pengakuan pusat, sesuatu yang sudah mendapat pengakuan dunia, yang sudah mendapat pengakuan dari berbagai stakeholder independen, pasti kita lanjutkan. Itu saja sudah mendapat pengakuan, masa’ kita membiarkan mundur lagi,” jelas Iqbal.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Makassar Muhammad Roem mengatakan, ketidakhadiran Danny karena dirinya sedang sibuk mempersiapkan ibadah umrah. Sehingga tidak sempat datang di pelantikan. “Pak Danny lagi mau umrah,” katanya singkat.

Jangan Sibuk Urus Politik

Anggota DPRD Kota Makassar berharap Iqbal Suhaeb selaku Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar mampu memaksimalkan dan menyempurnakan visi misi pemerintahan agar lebih baik. Juga menyelesaikan beragam persoalan yang ada.
”Penjabat wali kota harus benar-benar mampu hadir sebagai pemimpin yang tidak melihat segala sesuatunya berdasarkan kepentingan politik. Tapi harus melihat dan bertindak jadi pemimpin secara profesional. Apalagi kan menjelang pilwali 2020. Jangan sampai sibuk mengurus politik,” ungkap Basdir, anggota DPRD Makassar, kemarin.
Basdir sangat berharap, selama lebih kurang satu tahun menjadi penjabat wali kota, Iqbal Suhaeb bisa menyelesaikan apa yang ingin disempurnakan. Sekaligus memajukan Kota Makassar lebih baik lagi. Semua dapat diselesaikan jika dikerjakan bukan karena kepentingan politik.
Legislator dari Partai Demokrat ini juga melihat, masih banyak visi misi Pemkot Makassar yang tidak sempurna berjalan hingga terbukti hadirnya. Program Delapan Jalan Masa Depan yang dicanangkan wali kota sebelumnya banyak yang ingin disempurnakan, sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Ketika kita berbicara visi misi pemerintahan itu jelas masih banyak belum terpenuhi. Sehingga kami harapkan penjabat wali kota selama satu tahun bisa melahirkan terobosan menyelesaikan dan mencapai visi misi. Salah satu di antaranya rumah layak huni, rumah murah atau program apartemen lorong. Banyak belum berjalan dan ini yang mau dicapai,” tandasnya. (nug-arf/rus/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top