Metro

Fokus Pada PKL dan Trotoar


PEDAGANG kaki lima (PKL) dan parkir liar di Makassar menjadi masalah ketertiban kota sejak dulu. Masalah ini ternyata tak lepas dari perhatian Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb. Penertiban menjadi salah satu prioritas kerjanya.
Iqbal mengatakan, PKL dan parkir liar selama itu berada di tempat yang diperuntukkan untuk umum, maka itu tidak boleh. Seperti di trotoar, pedestrian, bagi Iqbal itu merupakan public space, dimana tempat itu milik semua orang.
Manakala ada PKL di situ, berarti dikatakan Iqbal dirinya telah mengokupasi public space. Telah mengambil hak-haknya masyarakat.
“Itu yang harus kita samakan persepsi. Yang mesti kita tegur adalah yang mengokupasi public space itu, yang menikmati untuk kepentingan pribadinya. padahal itu adalah kepentingan umum,” kata Iqbal.
Iqbal akan melakukan hal bagaimana bisa mengembalikan hak-haknya masyarakat. Hak-hak publik ini diharapkannya supaya jangan dinikmati hanya satu atau dua orang saja.
“Langkahnya konkritnya kita sisa suruh pindah. Tidak ada istilah penertiban, tetapi relokasi,” tegasnya.
Pemindahan para PKL ke Kanre Rong dirasa Iqbal juga kurang efektif. Karena Kanre Rong dikatakannya memiliki kapasitas yang sangat terbatas. Jadi Iqbal mengatakan tidak mungkin semua mau direlokasi ke sana karena terbatas.
Olehnya, dirinya akan mengevaluasi kembali keberadaan PKL ini. Jika memang dirasa pengadaan PKL Centre kembali diperadakan lebih efektif, maka ia akan berusaha mewujudkannya.
Demikian juga untuk parkir liar, Iqbal mengatakan jika pemerintah selama ini sudah mengeluarkan bermilyar-milyar uang untuk membangun trotoar. Namun parahnya, banyak trotoar yang malah dijadikan tempat parkir. Padahal trotoar itu bukan dibangun sebagai tempat parkir.
“Trotoar itu bukan tempat parkir hotel, bukan tempat parkir rumah makan, itu tempat jalannya masyarakat kota Makassar. Jangan sampai uang bermiliar-miliar itu habis untuk dinikmati untuk tempat parkir,” tegasnya.(nug/war/c)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top