PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Seratusan Ketua Parpol Tumbang

MAKASSAR, BKM — Pemilu legislatif kali ini menjadi cobaan bagi pimpinan partai politik (parpol) di Sulsel. Posisi tertinggi di partai tak membuat mereka bisa dengan leluasa melaju ke kursi wakil rakyat.
Sedikitnya ada seratusan dari mereka yang menjadi calon legislatif, tumbang dan tidak terpilih menuju parlemen. Ada yang maju sebagai caleg DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
Dari jumlah tersebut, sebagian di antaranya dari empat partai baru. Yakni Perindo, PSI, Garuda, dan Berkarya yang masing-masing 24 ketuanya di daerah tidak lolos.
Hal sama juga dialami oleh Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), serta Partai Hanura. Hampir semua ketuanya di daerah juga ikut tumbang.
Di Kabupaten Maros misalnya, Ketua DPC Partai Demokrat Maros Amirullah Nur yang tidak lolos masuk DPRD Maros. Juga ada Ketua DPC PDIP Muh Arsyad mengalami hal serupa. Ia gagal melenggang ke kursi DPRD Maros.
Selain itu, juga ada Ketua DPC PKS Maros Kartomas, serta Ketua DPC Partai Gerindra Maros Ilyas Cika.
Di Kabupaten Enrekang ada Ketua DPC Partai Perindo Suwandi Mahendra tidak lolos ke DPRD Sulsel. Juga Ketua DPC Demokrat Emil P Kulle, serta Ketua DPD PKS Enrekang Ansar juga tak lolos. Demikian pula Ketua DPC PDIP Enrekang Syaiful Akbar dan Ketua DPC Hanura tak juga lolos.
Untuk Takakar, Ketua DPD PAN H Sirajuddin Sese yang membidik kursi DPRD Sulsel juga gagal. Sama dengan yang dialami Ketua DPC Demokrat Takalar H Ikrar Kamaruddin juga gagal oppo di DPRD Sulsel.
Tak hanya itu, Ketua DPC Partai Hanura Takalar Ilham Jaya Torada yang kembali membidik kursi DPRD Takalar dan bertarung di dapil III Galesong, juga menemui kegagalan.
Di Kabupaten Barru juga terdapat enam ketua parpol yang gagal masuk parlemen. Masing-masing Ketua DPC Demokrat Andi Haeruddin. Ketua DPC PKB Aksa Kasim. Ketua DPD PAN H Abu Jahya. Ketua DPC Perindo Salam Harda. Ketua DPC Hanura Hj Andi Asrani Lakki, dan Ketua PSI April Birwandi.
Caleg PAN yang tidak terpilih Herdiman Tabi membenarkan bila Ketua DPD PAN Barru H Abu Jahya gagal terpilih.
“Pak Abu Jahya tidak terpilih di periode ini,” ujar Herdiman, Minggu (12/5) . Sebelumnya, ketua DPC PAN ini sudah beberapa periode duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Barru.
Ketua DPW PSI Sulsel Muh Fadli Noor mengakui jika tak satupun ketua PSI di kabupaten/kota yang lolos parlemen. “Di Sulsel tidak ada kader PSI yang lolos DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Tentu hal ini akan menjadi instrospeksi internal, baik secara kelembagaan, isu, program, dan figur caleg untuk perbaikan menuju pemilu berikutnya, ataupun agenda-agenda politik lainnya sebelum pemilu 2024,” ujar Fadli, Minggu (12/5).
Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, mengakui jika ada hampir separuh ketua DPD PAN kabupaten/kota tidak terpilih. Hal sama disampaikan Ketua DPW PPP Sulsel HM Aras. Ketua DPC PPP yang tak lolos ke parlemen berjumlah sembilan orang.
“Iya, ada sembilan ketua DPC yang tidak lolos,” ujar Aras. Baik Ashabul Kahfi maupun HM Aras hampir pasti lolos ke DPR RI melalui dapil Sulsel I dan Sulsel II.

Ketua Parpol Provinsi

Tak hanya ketua parpol pada tingkat kabupaten/kota yang tumbang. Ada pula tujuh dari 16 ketua parpol provinsi yang juga gagal menjadi wakil rakyat.
Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani (IMB), yang menjadi caleg DPR RI dari dapil Sulsel I meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar, akumulasi suaranya kalah dari petahana Azikin Solthan.
Begitu juga dengan Ketua DPD Hanura Sulsel Andi Ilhamsyah Mattalatta yang maju di DPR RI lewat dapil Sulsel II. Andi Ile –sapaan akrab Andi Ilhamsyah– gagal, lantaran partainya tidak lolos dalam perolehan ambang batas parlemen sebesar 4 persen.
Berikutnya adalah Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Badaruddin P Sabang yang juga maju di dapil Sulsel 9. Perolehan sementara untuk PBB juga masih di bawah lima partai besar, seperti Golkar, Gerindra, Nasdem, Demokrat, dan PAN.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Suzanna Kaharuddin juga hanya meraih suara yang kurang tinggi. Maju ke DPRD Sulsel lewat dapil Sulsel 3, mencakup Kabupaten Gowa dan Takalar, membuat Suzanna Kaharuddin terpental ke posisi 10 dari 9 kursi yang tersedia.
Ketua DPD Partai Perindo Sulsel Sanusi Ramadan yang maju ke DPRD Sulsel lewat dapil Sulsel 2 juga terlempar. Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulsel Muh Fadli Noor juga sudah pasrah jika dirinya gagal terpilih.
Yang terakhir adalah Ketua DPW Partai Berkarya Sulsel Muhammad Ilham Abdullah. Caleg yang maju ke DPRD Sulsel lewat dapil Sulsel 1 ini, akumulasi suara partainya berada di peringkat ke 11 atau 12.
Pengamat politik dari UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad, menilai jika ketua parpol belum memiliki nilai jual untuk memenangkan pileg. “Mungkin karena ketokohan dan kerja politiknya yang tidak maksimal,” ujarnya, kemarin.
Sementara Dekan Fakultas Ilmu sosial dan Politik Unibos Dr Arief Wicaksono, mengaku kaget dengan fakta tersebut. Menurutnya, kalau hal itu benar terjadi, berarti ada beberapa kemungkinan.
Pertama, memang konsentrasi ketua parpol tidak pada pencalegan dirinya, melainkan kader-kadernya. “Artinya, memang para ketua parpol tersebut tidak serius maju sebagai caleg. Kedua, para ketua parpol mungkin sedang menunggu perolehan suara partai secara akumulatif. Karena ketua partai punya kewenangan menentukan siapa yang duduk di kursi yang tersedia,” jelasnya.
Namun, lanjutnya, bila sama sekali tidak dapat kursi atau tidak lolos ke parlemen, berarti ada yang salah dalam sistem rekruitmen caleg di partainya. Karena menjadi caleg adalah satu cara untuk merebut kekuasaan. (min-ari-ira-udi-gus-rif/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top