Headline

PPDB Jalur Zonasi Dapat Porsi 90 Persen


MAKASSAR, BKM — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK tahun ajaran 2019-2020, berbeda dengan tahun sebelumnya. PPBD 2019 akan menerapkan tiga jalur, yakni jalur prestasi, jalur perpindahan orang tua wali dan jalur zonasi.
“Porsi penerimaan peserta didik baru jalur zonasi tahun ini mencakup 90 persen. Tahun sebelumnya jalur zonasi hanya 40 persen. Oleh karena itu, dengan porsi besar ini maka akan menjadi ide kreatif atau solusi pelaksanaan proses PPBD berjalan dengan lancar dan mengatasi permasalahan yang dihadapi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Irman Yasin Limpo di kantornya, Kamis (9/5).
Irman menjelaskan, saat ini tidak ada lagi istilah sekolah favorit, tetapi sekolah zonasi. Di mana peserta didik baru akan mendaftarkan diri di sekolah yang berada pada zona di wilayahnya.
“Dengan PPDB tahun ini, jalur zonasi 90 persen akan menjawab keluhan warga. Masyarakat tidak usah khawatir karena peserta didik akan tertampung di sekolah negeri yang ada di wilayahnya,” kata None, sapaan akrabnya.
Ia juga menambahkan, pada pelaksanaan PPBD kali ini, banyak dilakukan penyempurnaan dan perbaikan. “Apabila ada sekolah yang melebihi kuotanya, maka akan ditambahkan di sekolah pada zonasi terdekat,” ungkapnya.
Selain itu, ada juga jalur prestasi sebanyak 5 persen, dan jalur perpindahan orang tua porsi 5 persen. Khusus untuk PPDB SMK, tidak berlaku sistem zonasi, melainkan jalur akademik.
Sementara untuk PPDB pada sekolah remote area, diberikan kesempatan menerima siswa baru sesuai standar yang ditetapkan dan tidak perlu pendaftaran secara online.
None menegaskan, PPDB tahun ini juga lebih efisien. Dia menjamin tidak ada lagi penumpukan masyarakat atau peserta yang mengurus kelengkapan berkas di Catatan Sipil.
“Kita sudah menggunakan database kebutuhan kelengkapan berkas pendaftaran dari Capil. Selain itu, proses pendaftaran by sistem akan tertolak sendiri di luar zonasi peserta yang ditentukan,” terangnya.
Khusus untuk jalur perpindahan orang tua, mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Untuk jalur ini sebelumnya hanya berlaku anak PNS, TNI, Polri. Kini juga berlaku pada orang tua yang berasal dari BUMN.
“Sementara untuk pendaftar jalur afirmasi atau anak kurang mampu mendapat porsi 20 persen dalam jalur zonasi,” ungkapnya.
Dengan syarat, mendapat keterangan dari database Dinsos sebagai peserta didik penerima bantuan anak tidak mampu. Apakah dari program pemerintah pusat, kabupaten/kota. Semuanya akan terdeteksi by sistem. Dan untuk sistem penilaian pada jalur akademik, dilakukan rangking yang tertinggi. Kendati nilai tetap sama maka diambil yang lebih dahulu mendaftar. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top