PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Komisioner KPU Tumbang saat Rapat

MAKASSAR, BKM — Uslimin, salah satu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan terpaksa dilarikan ke rumah sakit Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Ia kini dirawat dan menjalani opname di ruang Palm akibat menderita tifus. Penyakit tifus komisioner berlatar belakang jurnalis ini, kambuh ketika berlangsung rapat pleno penghitungan suara hasil pemilu legislatif di Hotel Harper, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (9/5). Tanpa kehadiran Uslimin, pleno yang dipimpin Ketua KPU Sulsel Misna M Attas hanya diikuti lima anggota.
Tumbangnya Uslimin menambah panjang deretan pejuang demokrasi di pemilu yang menderita sakit kala melaksanakan tugas. Bahkan ratusan petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) meninggal dunia.
Berdasarkan data KPU, jumlah petugas KPPS di seluruh Indonesia yang meninggal sebanyak 440 orang. Sementara petugas yang sakit 3.788 orang.
KPU sendiri akan memberikan santunan bagi mereka. Bagi petugas KPPS yang mengalami cacat, KPU menyiapkan Rp30,8 juta per orang, luka berat Rp16,5 juta per orang, dan luka sedang Rp8,25 juta per orang.
KPU menargetkan verifikasi petugas KPPS yang meninggal dan sakit saat bertugas selama Pemilu 2019 selesai sebelum 22 Mei 2019.
“KPU tentu akan memverifikasi petugas yang sakit lalu kami laporkan ke KPU RI,” ujar komisioner KPU Sulsel Faisal Amir.
Adapun Bawaslu mencatat jajarannya yang meninggal dunia selama melaksanakan tugasnya sebanyak 92 orang.

Kecurangan

Saat memimpin rapat, Ketua KPU Sulsel Misna M Attas mengimbau agar saksi peserta pemilu, baik yang berasal dari partai politik, calon DPD RI, serta calon presiden dan wakil presiden agar berani mengungkap indikasi kecurangan.
“Kepada saksi, sampaikan kalau ada indikasi proses tidak berjalan sebagaimana mestinya. Yang ditengarai ada kecurangan, maka tolong disampaikan saat ini juga. Kalau ada informasi, digunakan kesempatan ini maksimal,” pinta Misna.
Penyampaian itu, menurut Misna, sengaja dilakukan karena pihak KPU saat ini sudah menemukan indikasi kecurangan di lapangan. Seperti, jual beli suara antara caleg partai yang tidak lolos parliementary tresshold (PT) dan caleg partai yang lolos.
Indikasi lain yang ditemukan, seperti dugaan kecurangan penggelembungan suara pada pemungutan suara ulang (PSU). Indikasi itu setidaknya terjadi di Kabupaten Soppeng yang saat ini tengah ditangani Bawaslu pascadiadukan di tengah-tengah rekapitulasi.
“Kami sudah menemukan ada di kabupaten kasus yang mengarah pada jual beli suara,” ungkap Misna tanpa menyebutkan detil daerahnya.
Sebagai informasi tambahan, saat ini tengah berlangsung rekapitulasi suara provinsi. Hingga hari ini, sudah ada 10 kabupaten yang telah menyelesaikan rekapitulasi. Yakni Luwu Utara, Soppeng, Wajo, Sidrap, Takalar, Parepare, Luwu Timur, Bone, Selayar, dan Bantaeng. (rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top