Headline

Nasdem 21 Pimpinan DPRD, Gerindra 10


MAKASSAR, BKM — Di pemilu legislatif tahun ini, Partai Nasdem Sulawesi Selatan mampu memperlihatkan kemampuannya dalam meraih suara. Mereka menguasai sejumlah daerah dalam perolehan kursi.
Pada pileg 14 April 2014 lalu, Nasdem hanya mampu menempatkan lima kadernya sebagai wakil ketua. Masing-masing di Kota Makassar, Barru, Sidrap, Bone, dan Luwu Timur. Namun, dalam pileg tahun ini, partai pengusung restorasi ini mampu menguasai 21 pimpinan dewan. Lima di antaranya adalah posisi ketua DPRD. Masing-masing di Makassar, Pangkep, Barru, Sidrap, dan Toraja Utara.
Daereh lain, Nasdem menempatkan kadernya di posisi wakil ketua. Yakni di Maros, Parepare, Pinrang, Enrekang, Tator, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, dan Luwu. Begitu pula di Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba, Takalar, dan Gowa.
Partai Nasdem hanya menyisakan tiga daerah di Sulsel yang tidak mendapatkan jatah pimpinan dewan. Masing-masing Kabupaten Kepulauan Selayar, Bantaeng, dan Jeneponto.
“Perolehan suara kita di tiga daerah di selatan Sulsel memang tidak mencapai target, sehingga tak berhasil merebut kursi wakil ketua DPRD,” ujar Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif d iruang kerjanya, Selasa (7/5).
Politisi yang akrab disapa Syahar ini, mengaku tak hanya terjadi penambahan untuk pimpinan dewan. Namun juga jumlah kursi dan suara.
“Jika pileg 2014 lalu hanya mengontrol 70 kursi, saat ini Nasdem sudah meraih 106 kursi di Sulsel,” ucap wakil ketua DPRD Sulsel ini.
Menurutnya, meski baru berusia 7 tahun, namun Nasdem sudah mampu mengalahkan partai yang usianya sudah di atas 50 tahun, seperti PPP dan PDIP.
Di Kabupaten Maros juga sukses mengamankan kursi wakil ketua II DPRD. Nasdem Maros berhasil menjadi partai pemenang ketiga setelah Golkar dan PAN, dengan jumlah 24.820 suara berdasarkan rekap KPU tingkat kabupaten.
“Alhamdulillah, melihat perolehan suara meningkat sampai 60 persen dari pileg tahun 2014, tentu ini pencapaian yang baik. Meski target 6 kursi, tapi kami tetap puas dengan hasil yang ada karena berhasil merebut kursi wakil ketua,” ujar Ketua Nasdem Maros HA Harmil Mattotorang.
Menurut Harmil, dari target yang ada, pihaknya hanya meleset di dapil 2 yang tidak berhasil mendudukkan calegnya. Padahal ada caleg incumbent dari Nasdem yang bertarung di sana, namun tidak berhasil duduk. Namun untuk dapil 3, pihaknya mengapresiasi karena berhasil merebut dua kursi dengan suara yang cukup signifikan.
Terkait posisi wakil ketua DPRD, Harmil belum bisa menentukan siapa yang akan duduk. Sebab peraih suara terbanyak di Nasdem bukan pengurus partai.
“Untuk posisi wakil ketua saya belum tahu. Rencananya kami akan berkoordinasi ke wilayah, apakah berdasarkan suara terbanyak atau pengurus. Karena mekanisme partai berbeda-beda,” ujar Harmil.
Harmil menambahkan, dari lima caleg yang terpilih, hanya satu orang yang merupakan pengurus partai, yakni Syahril Mappangara. Sedangkan empat lainnya hanya merupakan kader eksternal. Pada pileg 2014, Nasdem mendudukkan tiga kadernya di DPRD Maros.
Sementara itu di Kabupaten Takalar, meski belum ada penetapan resmi dari KPU terkait keterpilihan caleg di daerah ini, namun gambaran caleg yang berhasil meraih kursi parlemen telah beredar.
KPU Takalar belum bersedia membeberkan nama caleg terpilih. Hal itu dikarenakan penentuan caleg terpilih menunggu perhitungan suara secara nasional tanggal 22 Mei mendatang oleh KPU Pusat.
“Kami belum tetapkan caleg terpilih pada tiga daerah pemilihan di Kabupaten Takalar. Kami baru selesai menghitung perolehan suara partai politik. Kita tunggu perhitungan suara nasional, karena penentuannya ada di KPU Pusat,” ujar Ketua KPU Takalar Muhammad Darwis, Selasa (7/5).
Meski belum ada penetapan resmi dari KPU setempat, hampir dipastikan PKS, Golkar, dan PAN berhasil meraih kursi pimpinan DPRD. PKS meraih 27. 239 suara dengan meloloskan 5 caleg. Yakni Muhammad Darwis Sijaya, Melinda Meipayana, Ahmad Jaiz, Nurannisa Said, dan Hairil Anwar.
Disusul Partai Golkar meraih suara partai 23. 529 dengan meloloskan Pahlawan Maulana, HM Jabir Bonto, H Muchtar Maluddin, dan Wahyu Eks Putra. Sedangkan PAN mengantongi kursi terbanyak ketiga dengan capaian suara partai sebanyak 17.024. Meloloskan Hj Erni Halera, Nurazizyamsy, dan Bakri Sewang.
KPU Kabupaten Gowa juga belum bisa menyampaikan nama-nama caleg yang lolos ke parlemen. Alasannya, rekap belum bisa dikatakan selesai keseluruhan. Sebab masih ada dua kecamatan belum tuntas rekapnya di tingkat PPK. Yakni Kecamatan Somba Opu dan Pallangga.
“Iya, belum bisa dikatakan selesai keseluruhan. Sebab rekap dari PPK Somba Opu dan Pallangga belum masuk ke KPU hingga saat ini,” kata Ketua KPU Gowa Muhtar Muis, Selasa (7/5).
Dikatakan Muhtar, KPU juga belum bisa melakukan pleno pengumuman hasil setelah rekap, karena masih memungkinkan adanya sengketa di MK. “Iya, setelah rekap ini juga kita belum bisa umumkan nama-nama caleg yang potensi terpilih. Karena masih memungkinkan ada sengketa di MK nanti,” jelas Muhtar.
Ditanya soal terkendalanya rekap suara di Somba Opu dan Pallangga, Muhtar mengatakan hal itu terjadi karena banyaknya sinkronisasi yang dilakukan. Mulai dari membuka plano hingga dilakukan hitung ulang. “Itulah sehingga prosesnya agak lama,” terangnya.
Meski belum ada data resmi 45 caleg yang akan duduk di kursi DPRD Gowa, namun dari hasil hitungan sejumlah caleg pada dapil-dapil yang ada di Kabupaten Gowa, diprediksikan hanya 11 orang legislator petahana yang memungkinkan bisa duduk kembali alias oppo.
Mereka antara lain Muh Nur As’ad (PPP) dari dapil I. Muh Amir Ali (Nasdem) dari dapil II. Abd Haris Krg Sila (Gerindra) dari dapil II. Rafiuddin Raping (PPP) dari dapil III. Baharuddin Emba (Partai Golkar) dari dapil IV.
Muh Basir Dg Bella (PPP) dari dapil IV. Muhammadong Dg Rate (PKS) dari dapil IV. Abd Razak (Partai Gerindra) dari dapil IV. Muh Nasir Sega (PDIP) dari dapil IV. Nasiruddin Sitakka (Partai Gerindra) dari dapil VI. Muh Said Itung (Partai Gerindra) dari dapil VII.
Sementara anggota PAW yang memungkinkan duduk kembali, yakni Andi Lukman Naba (Partai Demokrat) dari dapil I. Mussadiyah Rauf (Partai Demokrat) dari dapil II. Irmawati Haeruddin (Partai Perindo) dari dapil II, dan Muh Ramli Sidik (PDIP) dari dapil VII.
Sebagai kolega, Ketua DPW PPP Sulsel HM Aras memberi selamat kepada Syahar atas capaian suara dan perolehan kursi. “Selamat buat Partai Nasdem atas pencapaiannya. Selamat juga atas prestasi Nasdem yang mampu menggeser posisi Demokrat dan Gerindra di Sulsel,” ujar Aras sesaat meninggalkan ruang Fraksi PPP DPRD Sulsel, kemarin.
Sementara Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi masih enggan memberi tanggapan. Kahfi yang dipastikan lolos ke DPR RI terlihat sibuk menerima telepon.

Gerindra 10 Daerah

Jika Partai Nasdem berhasil sapu bersih 21 pimpinan dewan, maka hal berbeda dialami oleh Partai Golkar, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan enam ketua DPD II Golkar kabupaten/kota tidak lolos ke parlemen.
Keenam ketua Golkar tersebut masing-masing Farouk M Betta dari Golkar Makassar, Hoist Bachtiar dari Gowa, Arfandi Idris dari Bantaeng, Iskandar Zulkarnain Z Latif dari Sinjai, Darwis Bastama dari Pinrang, dan Armin Mustamin Toputiri dari Palopo.
Pimpinan dewan yang selama ini diraih ketiga partai politik tersebut juga semakin berkurang. Pada pileg 2014 lalu, Demokrat menempatkan kadernya sebagai ketua DPRD di Kabupaten Jeneponto dan Sinjai, sementara PAN menempatkan juga dua kadernya sebagai ketua DPRD di Kabupaten Maros dan Enrekang. Namun kini tidak lagi. Mereka digeser oleh PAN dan Golkar.
Untuk Partai Gerindra juga semakin menguasai unsur pimpinan. Saat ini, partai yang dipimpin Andi Idris Manggabarani ini akan menempatkan 10 kadernya untuk unsur pimpinan. Tiga di antaranya ketua DPRD yakni Gowa, Jeneponto dan Sinjai. Sementara untuk posisi wakil ada di Makassar, Pangkep, Parepare Sidrap, Luwu Utara, palopo dan Bone.
Selain Nasdem dan Gerindra yang sukses meraih unsur pimpinan dewan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga akan menempatkan empat kadernya pada unsur pimpinan. Yakni di DPRD Makassar, Soppeng, Tana Toraja, dan Toraja Utara. (ira-sar-ari/rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top