PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

DANNY: TERIMA KASIH…..

LIMA tahun sudah pasangan Moh Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal MI menjadi wali kota dan wali kota Makassar. Hari ini, Rabu (8/5), pasangan DIA akan mengakhiri masa pengabdiannya.
Sehari jelang lengser, BKM menemui wali kota yang akrab disapa Danny itu. Ia menjelaskan apa saja yang telah dilakoninya selama memimpin kota ini.
Dalam benak banyak orang, masalah kebersihan menjadi hal pertama yang dilihat pada sebuah kemajuan kota. Tidak salah jika sejak pertama kali menjabat, Danny lebih fokus pada pembenahan sektor yang satu ini.
Hasilnya pun bisa dilihat sekarang. Kebersihan kota tercipta dan semakin terjaga. Pemerintah pusat pun telah mengganjarnya dengan Piala Adipura. Juga sederet penghargaan lainnya.
Diakui Danny, kebersihan yang ada saat ini tidak semata dilakukan olehnya. Ada banyak pihak yang terlibat di dalamnya. Khususnya kalangan birokrasi.
Menurutnya, birokrat tidak akan bekerja dengan baik tanpa ada rancangan sistem, yang bisa menjawab persoalan dan karakter serta pola hidup tidak bersih di kota ini.
“Tingkat kebersihan tak akan mungkin dihasilkan sendiri oleh seorang wali kota. Intinya di sini adalah sistem. Kemudian dengan itu, kita harus merencanakan kebersihan. Itulah yang kami lakukan pada saat pertama jadi wali kota,” kata Danny.
Secara simultan, aspek-aspek lain juga dirasa Danny menuntut peningkatan-peningkatan selama dirinya menjabat. Bahkan ia menyebut hampir semua aspek.
Karena itu, dirinya tak pernah menunggu dengan dalih keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Danny pun menerapkan cara learning by doing. Ia memimpin langsung masyarakatnya dalam belajar sambil berbuat.
“Saya langsung memimpin bagaimana masyarakat itu belajar sambil berbuat, sambil meningkatkan kapasitas buildingnya. Jadi memang dua aspek itu penting,” tandasnya.
Selain itu, juga mempersiapkan capasity building masyarakat seperti RT/RW. Ia mencontohkan bahwa bimbingan teknis (bimtek) yang melibatkan RT/RW dan penasihat wali kota, baginya luar biasa.
“Itulah peningkatan capasity building. Jadi jangan sampai dikacaukan itu. Karena kalau saya lihat statement-statement awal dari penjabat wali kota terpilih, itu bisa membuat Makassar mundur lagi. Padahal saya selalu membangun SDM Makassar ini dari potensi kriteria, bukan politik,” jelasnya.
Dari layanan administrasi, Smart City menjadi sebuah sistem layanan administrasi yang paling dibanggakannya. Termasuk PTSP yang selama ini dikembangkan Danny, juga mengalami kemajuan yang cukup pesat. Begitu pula layanan administrasi kesehatan yang juga sangat baik saat ini.
“Semua itu bisa dilihat dari penyediaan data. Data yang real time memberikan gambaran bahwa administrasi kota Makassar itu baik. Bisa dilihat saat ini, kita mendapat yang terbaik di Indonesia tiga kali berturut-turut tentang penyelenggaraan pemerintahan,” terangnya.
Di sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga terjadi peningkatan yang signifkan. Di awal pemerintahan DIA, PAD Makassar hanya berada di kisaran Rp500 miliar. Angka itu kemudian melambung tiga kali lipat, atau mencapai Rp1,5 triliun.
Padahal, menurut Danny, di awal pemerintahannya dulu ia hanya menargetkan peningkatan PAD di Makassar naik dua kali lipat. Namun, kini naik jauh di atas target.
“Peningkatan PAD sangat fenomenal. Tidak ada sebuah daerah yang mampu menaikkan sampai tiga kali lipat. Padahal janji saya dulu cuma dua kali ipat. Janji saya cuma Rp1 triliun,” ungkapnya.
Tak berhenti sampai di situ. Danny juga telah mencanangkan untuk bisa sampai empat kali besaran PAD. Ia terobsesi kelak bisa merealisasikan PAD Kota Makassar mencapai Rp3 triliun, atau meningkat enam kali lipat.
”Saya sudah canangkan empat kali lipat bersama KPK. Bahkan sudah bisa nanti enam kali lipat, karena Rp3 triliun. Kita melakukan hal itu bukan sekadar pencanangan. Kita buat sistem yang dikawal oleh KPK. Termasuk dalam mengejar aset,” jelasnya lagi.
Sektor pendidikan, diakui Danny menjadi bagian yang sangat tertinggal di pemerintahannya selama ini. Ada banyak pekerjaan rumah yang cukup berat.
Walaupun dikatakan Danny dirinya sudah banyak berbuat, namun politisasi sekolah masih kerap terjadi. Beberapa oknum terlihat masih menjadikan sekolah sebagai kuda tunggangan politik.
Selain itu, masih marak juga yang menjadikan sekolah sebagai kuda tunggangan meraup materi. Tempat untuk ‘memeras’ orang tua, dan tempat mencari uang. Inilah yang dikatakan Danny terus dilawannya sejak awal, meskipun belum sempurna.
Permasalahan pendidikan ini, disebutkan Danny menjadi pekerjaan besar bagi penjabat wali kota Makassar. ”Bidang pendidikan ini benar-benar pekerjaan besar. Karena itu saya minta maaf, karena belum bisa membenahi secara maksimal walaupun saya sudah melaunching 18 revolusi pendidikan,” ungkap Danny.
Adapun yang perlu ditingkatkan, sambungnya, adalah kualitas guru. Walaupun permasalahan ini bukan hanya terjadi di Kota Makassar, tapi juga di seluruh Indonesia, namun Makassar harus melakukan pembenahan.
“Kualitas guru inilah yang menjadi kekhawatiran saya. Itu juga menjadi perhatian pemerintah daerah di seluruh Indonesia, bukan hanya Makassar,” ujarnya.
Ia berharap kepada penjabat wali kota Makassar, agar melanjutkan yang telah raih di pemerintahannya. Sebab pada masa jabatan penjabat wali kota nanti, tidak ada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Tidak ada undang-undang yang mengamanatkan bahwa harus bikin RPJMD baru. Yang ada, lanjutkan apa yang ada. Banyak sekali hal-hal keunggulan kita. Buktinya, kita mendapatkan penghargaan-penghargaan puncak,” tandasnya.
Danny melanjutkan, mempertahankan yang ada saja sudah luar biasa. Tidak usah membuat hal yang baru. Kecuali memang ada kebutuhan, baru boleh dilakukan.
Dia menyebut, baru-baru ini Pemkot Makassar berhasil meraih penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha. Sebuah penghargaan tertinggi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Juga penghargaan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) 2019.
Di era pemerintahan DIA, Pemkot Makassar membukukan sebanyak 181 penghargaan. Menurut Danny, Parasamya Purna Karya Nugraha biasanya bisa diraih oleh pemerintah daerah ketika menjabat pada periode keduanya.
”Berbeda dengan Makassar, meskipun bari periode pertama, kita sudah berhasil meraihnya. Tidak ada lagi penghargaan paling akbar selain itu (Parasamya Purna Karya Nugraha). Juga bentuk pengakuan negara. Dan Alhamdulillah, satu periode kami sudah dapat,” ujar Danny.
Sementara untuk penghargaan sosial yang telah diraih pada masa pemerintahannya, yakni bagaimana membangun masyarakat agar kompak, sehingga lebih tenang, dan terlibat dalam pembangunan.
“Kita bisa lihat bagaimana partisipasi masyarakat di berbagai kegiatan. Termasuk bagaimana membangun lorongnya sendiri,” ujarnya.
Untuk pencapaian struktur belanja langsung, Danny menyebut, Makassar sangat bagus. Saat ini belanja langsung mencapai 70 persen. “Daerah lain mencapai 50 persen saja itu luar biasa. Kita bisa mencapai 70 persen. Jadi ukuran ekonomi sangat maju,” ungkapnya.
Sementara dari segi pembangunan teknologi, Danny menegaskan Pemerintah Kota Makassar telah membangun Sombere Smart City. Inovasi ini bahkan sudah diakui dunia, memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kita punya CCTV paling canggih. Sedangkan dalam hubungan luar negeri, hampir seluruh negara terkemuka kita punya hubungan yang baik. Kita bisa lihat mereka berkumpul setiap tahun di F8. Seluruh duta besar semua sudah datang ke Makassar. Inilah capaian yang nyata dan terukur dan telah dicapai,” kata Danny.
Sedangkan dari segi infrastruktur, Danny menilai ada tiga pembangunan infrastruktur yang menonjol.
“Pembangunan pertama infrastruktur reklamasi itu berjalan pada zaman saya. Bagaimana kita memitigasi kawasan pantai dengan membuat infrastruktur reklamasi,” bebernya.
Kedua, lanjut Danny, pembangunan jalan tol layang. Ketiga, infrastruktur pelabuhan walaupun itu bukan secara langsung.
“Nah, paling menarik infrastruktur telekomunikasi. Infrastruktur smart city. Polisi sangat terbantu dengan sistem CCTV kita. Kejaksaan sekarang terintergrasi dengan memonitor semua proyek dengan sistem teknologi,” jelasnya.
Di ujung penjelasannya, Danny menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Makassar. Sebab berkat dukungan mereka, pemerintahan yang dipimpinnya telah berhasil membawa kota ini mencapai kemajuan.
”Terima kasih kepada semua warga Makassar. Karena Anda, kota ini menjadi maju seperti sekarang,” kuncinya. (nug/rus/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top