PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Kriminal

Tiga Pejabat Bulukumba Diperiksa Maraton

MAKASSAR, BKM–Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel terus menggenjot penyelidikan kasus dugaan gratifikasi, proyek rehabilitasi bendungan dan irigasi yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 senilai Rp49 miliar. Untuk menguak kasus ini lebih jauh, tim jaksa memeriksa tiga pejabat Kabupaten Bulukumba secara maraton.
Mereka yang diperiksa, Rabu (24/4) siang, masing-masing Kepala Dinas PSDA Bulukumba, Andi Zulkifli, Kepala Seksi Operasi Jaringan Pemanfaatan Air, Ansar serta Kepala Bagian Persuratan Sekda Bulukumba.
Pemeriksaan berlangsung tertutup di Lantai 1 kantor Kejaksaan Tinggi Sulsel.

”Pada panggilan pertama ketiga pejabat ini tidak memenuhi panggilan. Namun pada panggilan kedua, mereka kooperatif dan hadir,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin, Rabu (24/4).

Salahuddin menuturkan, ketiga pejabat tersebut Dicecar puluhan pertanyaan bertalian dengan jabatannya, serta mekanisme pengurusan hingga pelaksanaan proyek irigasi.
“Sudah lima orang saksi yang kami minta keterangan. Mulai dari ASN maupun swasta. Kasus ini akan terus bergulir,” tegas Salahuddin.

Diketahui, proyek Rp49 M ini diperuntukkan untuk peningkatan fungsi bendungan dan irigasi. Selain itu, juga untuk sarana penyediaan air DAM dan Bendungan. Proyek rehabilitasi jaringan bendungan dan irigasi tersebut tersebar di 27 titik di Kabupaten Bulukumba. Hal ini tertuang

melalui surat rekomendasi Bupati Kabupaten Bulukumba, tentang permohonan dana DAK tambahan APBN-P tahun 2017, tanggal 4 Mei 2017. Proyek ini kemudian menjadi masalah lantaran diduga ada praktik gratfikasi dalam pelaksanaannya. (mat/cha/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top