Kriminal

Kejati Bidik Proyek IPAL 19 Puskesmas di Makassar


MAKASSAR, BKM–Jaksa Bagian Pidana Khusus Kejati Sulsel tengah membidik adanya dugaan penyimpangan pada Proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) untuk 19 puskesmas di Makassar.

Kepala Seksi Penyidikan Kejati Sulsel, Andi Faik Wana Hamzah yang dikonfirmasi, Rabu (24/4) siang mengatakan, pihaknya merespon adanya desakan aktivis antikorupsi yang meminta Kejaksaaan mengusut proyek IPAL 19 Puskesmas di Makassar.

Andi Faik menuturkan, sebelumnya ada juga proyek fisik pembangunan 15 puskesmas di Makassar yang dilaporkan ke Kejati Sulsel, dan sedang ditangani Bagian Intelijen.

“Kami merespon desakan masyarakat. Kami akan melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan,” tukas Andi Faik.

Sebelumnya, Lembaga Celebes Law And Transparency (CLAT) mendesak penyidik Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk turun melakukan penyelidikan proyek IPAL 19 puskesmas senilai Rp9 miliar lebih yang dananya bersumber dari DAK Prioritas Makassar Tahun 2018.

Direktur CLAT, Irvan Sabang kepada wartawan, Selasa (23/4/2019) menegaskan, proyek ini harus segera diusut lantaran diduga ada mark up. Bukan hanya itu, izin Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga disinyalir belum komplit dan masih menjadi tanda tanya.

Menurut Irvan, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2011 bahwa Puskesmas harus mampu memberikan pelayanan bermutu sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan kesehatan masyarakat sebagai salah satu syarat dalam mengajukan izin operasional untuk menjadi sebuah
Puskesmas. Maka dari itu harus melengkapi Dokumen Lingkungan Hidup (UKL UPL) yang berfungsi sebagai acuan/alat kontrol bagi pemerintah dan bahan pelaporan bagi pemrakarsa kepada pemerintah.

“Masalah IPAL ini sangat penting, karena bersampak langsung kepada masyarakat luas. Untuk itu kami mendesak agar Kejaksaan segera mengusut tuntas proyek ini. CLAT akan melakukan pemantauan melekat dan dalam waktu dekat inj akan melakukan koordinasi dengan penyidik Kejaksaan,” tandasnya.

Irvan juga mempertanyakan adanya pemisahan paket proyek pembangunan fisik puskesmas dengan proyek IPAL nya. Menurut Irvan, sejatinya proyek fisik puskesmas dengan IPAL nya harus disatukan sehingga tidak menimbulkan kerancuan fungsi di kemudian hari. “Lembaga kami masih melakukan penelusuran, kenapa sampai paket proyek itu dipisahkan,” tandasnya. (cha)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top