PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Gojentakmapan

Usai Ikut USBN, Siswi SMP Tanralili Tewas di Rumah Teman

MAROS, BKM — Fitriani, siswi kelas III SMPN Tanralili meninggal usai mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada hari ketiga di sekolahnya. Korban menghembuskan nafas terahirnya di rumah temaNnya di dusun Batubatua, Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kamis pagi (11/4), sekitar pukul 11.00 Wita.
Kepala SMPN Tanralili, Paharuddin yang dihubungi wartawan mengatakan, kabar meninggalnya Fitriani diketahui setelah teman-temanya datang ke sekolah menyampaikan bahwa Fitriani meninggal di rumah salah seorang teman sekolahnya.
”Kabar duka yang kami terima langsung ditindak lanjuti untuk segera datang ke rumah yang ditempati korban meninggal. Saya bersama guru-guru langsung ke rumah tempat siswi kam imeninggal,” ujar Paharuddin.
Ditambahkan, aktivitas sehari-hari Fitriani sama seperti siswi lainnya. Hampir seluruh kegiatan ekstra kurikuler sekolah diiikuti dengan baik. Ia termasuk siswi yang rajin dan disiplin selama sekolah di SMPN Tanralili.
Guru-guru sangat sayang karena Fitriani termasuk siswi yang rajin dan tekun belajar. ”Fitriani adalah siswi kami yang dikenal rajin dan disiplin,” ujar Paharuddin.
Sementara itu, Paur Humas Polres Maros, Aiptu Muh Arsyad, menjelaskan, kronologi meninggalnya Fitriani berawal saat Fitriani dan Afni keluar dari lingkungan sekolah. Alasannya ingin membeli baju di salah satu toko pakaian.
Di tengah perjalanan, Fitriani singgah membeli es di Dusun Cendana, Desa Lekopancing. Setelah menikmati esnya, keduanya melanjutkan perjalanan. ”Saat sementara perjalanan, Fitriani mengeluh sakit kepala. Dia kemudian menuju ke rumah teman sekolahnya, Juli di Kampung Manippasa, Desa Damai,” kata Arsyad.
Dikatakan Arsad, ketika korban tiba di depan rumah Juni, Fitriani langsung jatuh dan terkapar di tanah. Juni dan orangtuanya, Seni Dg Sija (45) lalu menggotong Fitriani naik ke bale-bale. Saat itu, Fitriani muntah lalu pingsan. Sekitar pukul 12.45 Fitriani menghembuskan nafas terakhirnya.
Warga setempat lalu menghubungi Polsek Tanralili dan menyampaikan hal tersebut. Setelah menerima laporan, polisi mendatangi lokasi kejadian dan menghubungi tim medis Puskesmas Carangki. Berdasarkan keterangan orangtua Fitriani, Dg Biha, korban memang menderita penyakit jantung. Orangtua juga menolak untuk dilakukan otopsi.
Mayat Futriani lalu dibawa ke rumah duka di Dusun Kacici dengan menggunakan kendaraan dinas Puskemas untuk disemayamkan,” katanya. (ari/mir/b)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top