Headline

Penantang Berpeluang, Petahana Optimistis

MAKASSAR, BKM — Calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan yang bersosialisasi dan berkampanye hingga kini, mulai memperlihatkan hasil. Mereka yang akan bertarung, peluang tingkat keterpilihannya terus mengerucut di sisa empat hari jelang pencoblosan.
Khusus di daerah pemilihan (dapil) Sulsel 1 atau Makassar A yang meliputi Kecamatan Rappocini, Makassar, Ujungpandang, Mariso, Mamajang, Tamalate, Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Tello terdapat 17 nama yang berpeluang untuk duduk di kursi legislatif.
Sementara di dapil Sulsel 2 atau Makassar B yang mencakup Kecamatan Panakkukang, Manggala, Tamalanrea, dan Biringkanayya terdapat 12 nama.
Untuk di dapil Sulsel 1, perolehan suara dan kursi diprediksi akan didominasi oleh Partai Nasdem. Disusul Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra, serta Partai Golkar.
Berdasarkan hasil survei Pedoman Suara Indonesia (PSI), Dapil Sulsel 1 menempatkan 17 caleg yang berpeluang lolos ke parlemen. Mereka didominasi oleh para penantang ketimbang petahana. Yakni Andi Rachmatika Dewi dari Partai Nasdem. Edward Wijaya Horas dari Partai Gerindra. Imam Fauzan AU dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). HA Kadir Halid dari Partai Golkar. Rudi Pieter Goni dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Andi Januar Jaury Dharwis dari Partai Demokrat.
Juga ada nama Andi Arham Basmin Mattayang dari Partai Nasdem. Sri Rahmi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Nurkanita Maruddani Kahfi dari Partai Amanat Nasional (PAN). Andi Parenrengi dari Partai Gerindra. Sherly Farouk M Betta dari Golkar.
Nama lainnya yang muncul yakni Muh Fadli Noor dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Imbar Ismail dari Partai Hanura. Fauzi A Wawo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Abd Wahid Ismail dari PPP. Rizka Mufliati Lutfi, serta Nurlinda Salengke dari Demokrat.
Sementara itu, untuk dapil Sulsel 2 terdapat 12 nama yang berpeluang lolos guna memperebutkan enam kursi. Mereka adalah Rahman Pina dari Partai Golkar. Indira Mulyasari Paramastuti dari Partai Nasdem. Adam Muhammad dari Partai Gerindra. Haidar Madjid dari Partai Demokrat. Muhammad Azhar dari PPP, serta Dr Andi Yusran Paris dari PAN.
Selain itu juga ada nama Luthfi Bachtiar dari PKS. Imran Tenri Tata dari Golkar. Rezki Mufliati Lutfi dari Nasdem. Misriani Ilyas dari Gerindra. Dr Mawang Batara Soli dari PDIP, serta Muhammad Yasin AR dari PPP.
Direktur Eksekutif PSI Dr Arief Wicaksono menilai jika dalam komposisi tersebut, lebih banyak pendatang baru ketimbang petahana. “Semua nama yang muncul dan terus mengerucut kita dapat dari potret pada semua wilayah selama di lapangan. Meski demikian, tidak mustahil bisa berubah empat hari ke depan,” ujar Arief Wicaksono, Kamis (11/4).
Arief mengemukakan bila hasil survei yang dilakukan pada akhir Maret tersebut merupakan potret sementara, bukan hasil final.
Soal munculnya nama politisi Golkar Sherly Farouk yang nyaris mengungguli Kadir Halid, dinilai sebuah hal yang biasa. Faktor suami, karena sebagai ketua DPD II Golkar Kota Makassar, Farouk M Betta tentu beri respon ketika istrinya maju.
“Iya, tentu ada tandem karena istrinya juga maju. Selain suami, juga karena faktor partai yang menjadi kendaraannya,” jelas Arief.
Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel Andi Januar Jaury Dharwis berharap, semoga apa yang dipaparkan lembaga PSI dan ditampilkan koran dapat paralel dengan apa yang telah dilakukan dirinya bersama caleg Demokrat Sulsel lainnya.
Hal sama juga dilontarkan Edward Wijaya Horas. Anggota DPRD Sulsel ini juga sangat optimistis untuk kembali terpilih sebagai wakil rakyat. (rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top