PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Ketat Persaingan Merebut Juara RT-RW Caradde

VERIFIKASI LAPANGAN - Tim juri RT-RW Caradde turun melakukan verifikasi dan penilaian di sejumlah lokasi di tujuh kecamatan, Kamis (11/4).

MAKASSAR, BKM — Setelah 12 ketua RT-RW Caradde memaparkan makalahnya, Rabu (10/4) lalu, tim juri melakukan penilaian ke lapangan. Untuk tahap pertama, dilakukan di tujuh kecamatan, Kamis (11/4) sejak pagi hingga sore.
Tim juri yang dipimpin Muh Arsan Fitri bergerak dari Balai Kota Makassar pukul 08.30 Wita. Dengan dua mobil, tim juri langsung menuju ke RW05 Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala di Jalan Tinumbu Dalam.
Tim disambut dengan rebana yang disajikan para ibu-ibu menggunakan seragam warna hijau dan Ketua RW 05, H Tamrin. Tampak Lurah Layang, A St Hamdana bersama Camat Bontoala, Arman ikut mendampingi tim juri. Kepada tim juri, Camat Bontoala, Arman mengatakan, warga di wilayah ini sangat kompak.
Juri pun menilai beberapa titik di wilayah ini. Termasuk lorong RT-RW Caradde yang menampilkan logo Berita Kota Makassar dan BPM. Selain itu juga memeriksa bagaimana realisasi sembilan indikator yang merupakan tugas utama dari ketua RT-RW.
Setelah dari Kelurahan Layang, tim lalu menuju ke RT 03/RW 01 Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah. Tim disambut Sekcam Ujung Tanah AM Adri, dan Ketua RT 03/RW 01 Muchsin.
Di tempat ini, tim melihat bagaimana pengelolaan bank sampah, lorong garden, administrasi RT dan beberapa item 9 indikator lain. Termasuk inovasi yang dilakukan seperti pemasangan CCTV.
Perjalanan tim juri berlanjut ke RW 08 Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang. Lokasinya berada di Jalan Sejiwa. Di lokasi ini, Ketua RW08 Muh Ilham memperlihatkan kebun mini edukasi yang ia kembangkan bersama warga. Termasuk bank sampah yang tepat berada di samping rumahnya.
“Lokasi kebun mini ini adalah tanah kosong milik warga. Tapi karena tidak dipakai, maka kami memanfaatkannya untuk menanam sejumlah tanaman,” kata Ilham.
Saat tim juri ke Karuwisi, hadir pula Kepala BPM Kota Makassar A Rahmat Mappatoba. Ia pun memuji apa yang telah dilakukan Ilham di wilayahnya.
Usai dari Karuwisi, tim juri lalu menuju ke RT 03/RW 10 Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini. Tim langsung disambut dengan pengalungan sarung. Di wilayah yang dipimpin Muh Akbar Tola ini, tim juri juga menilai realisasi sembilan indikator.
Dari Jalan Tidung 10, tim juri lalu meluncur ke Jalan Swadaya, lokasi RT 05/RW 03 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala. Tim juri disambut dengan aksi pencak silat sejumlah anak-anak.
Andi Skrening sebagai ketua RT mengaku baru beberapa bulan membenahi wilayahnya, karena wilayah yang ia pimpin adalah RT pemekaran. Ia juga memamerkan sejumlah hasil kerajinan tangan dari sampah dan enceng gondok.
Perjalanan tim juri belum berakhir. Tim masih harus mendatangi lokasi RT 10 Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea dan RT 05/RW 07 Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya.
Wilayah RW 10 Kelurahan Tamalanrea Indah berada di perumahan depan Makassar Town Squere. Tim diterima Ketua RW10 Mansyur Alimuddin. Di daerah ini juri menyaksikan lorong Caradde dan bank sampah.
Perjalanan tim juri berakhir di wilayah RT05/RW07 Kelurahan Daya yang terletak di BTN Dewi Kumalasari di Jalan Pajaiyang. Tim disambut ketua RT 05 Andi Nurdin bersama Lurah Daya dan tim yel-yel.
Mereka menyajikan yel-yel menarik. Selain itu juga warga menampilkan hasil kerajinan tangan dan memperlihatkan pengelolaan bank sampah, Badan Usaha Lorong (BUlo), perpustakaan dan beberapa lorong yang telah ditata.
“Ini semua berkat kerja sama yang baik dengan warga dan pemerintah kelurahan dan kecamatan,” kata Andi Nurdin.
Setelah menyaksikan tiga lokasi, Ketua Tim Juri Muh Arsan Fitri menilai semua peserta bersaing ketat. Apa yang dipaparkan di makalah, kata Arsan, relatif sama yang disaksikan di lokasi.
“Masing-masing lokasi memiliki kekurangan dan kelebihannya. Ini menjadi penilaian bagi tim juri dalam menentukan juara. Yang pasti persaingan ini sangat ketat,” tutup Arsan. (*)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top