PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Kriminal

Aniaya Anak di Bawah Umur, Empat Remaja Diringkus

IST TERSANGKA PENGANIAYAAN-Empat tersangka penganiayaan yang diamankan tim Resmob Polsek Panakkukang.

MAKASSAR, BKM — Empat orang remaja diringkus Tim Resimen Mobile (Resmob) Polsek Panakkukang, Kamis (11/4) pukul 02.00 Wita. Mereka adalah Fahri (19), Eko (18), Junialdi alias Aldi (19), dan Ishak alias Ical (22).
Warga Pampang, Kecamatan Panakkukang ini berurusan dengan aparat kepolisian lantaran telah mengeroyok dan menganiaya seorang anak di bawah umur. Bahkan, diantara mereka ada yang menyayat korban menggunakan pisau dapur. Mengakibatkan korban menderita luka sayatan pada bagian punggung.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, mengatakan keempat tersangka sebelumnya dilaporkan ke polisi yang teregistrasi bernomor: LP/109/II/K/2019/Polda Sulsel/Restabes Makassar pada tanggal 4 Februari 2019. Mereka melakukan tindak pidana penganiayaan berat (anirat) terhadap korban Bilal Saputra (14).
Korban merupakan warga Bumi Tamalanrea Permai. Dalam laporannya, ia mengaku dikeroyok beberapa orang lelaki. Di antara pelaku saat itu, ada yang menyayatnya pada bagian punggung hingga menderita luka tebasan di bagian belakang.
Tim Resmob Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit 2 Ipda Roberth Hariyanto Siga menindaklanjutinya dan turun melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, salah seorang pelaku behasil teridentifikasi. Ia diketahui tengah berada di Pampang.
Anggota langsung bergerak ke lokasi dan mendapati orang yang diburu itu bernama Ical. Ia tengah nongkrong di Jalan Pampang. Polisi pun langsung menyergapnya.
”Dari penangkapan Ical, tiga rekannya pun diamankan pada lokasi berbeda di wilayah Pampang,” terang Kompol Ananda, kemarin.
Keempatnya lalu digiring ke posko Resmob Polsek Panakkukang guna menjalani pemeriksaan intensif. Dari hasil pemeriksaan, mereka mengakui perbuatannya mengeroyok korban. Salah salah satu dari mereka bernama Fahri yang menyayat korban dengan menggunakan pisau dapur.
Selain itu, mereka juga menyebutkan dua rekannya yang telibat. Masing-masing Mikki dan Adi. Namun saat petugas mendatangi rumahnya, ia tak ditemukan. Keduanya pun masuk daftar pencarian orang (DPO).
Dari pengakuan Fahri, mereka menganiaya korban bersama kelima rekannya di Jalan Urip Sumoharjo depan kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) . Kala itu motor pelaku rusak. Ia menduga jika dirusak oleh oknum suporter PSM.
“Ketika suporter PSM pulang dari stadion, pelaku dan rekannya menunggu suporter (korban) yang akan melintas di Jalan Urip. Begitu korban datang, pelaku langsung menyerangnya dengan pisau,” terang Fahri seperti disampaikan Kompol Ananda.
Sesaat setelah kejadian, korban yang bersimbah darah langsung dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis. Sementara pelaku pelaku melarikan diri. Selama dua bulan ia berpindah-pindah tempat. Pertama ia ke Pulau Kalimantan. Selanjutnya berpindah ke Maumere. Lalu ke Nusa Tenggra Timur (NTT).
Dalam pelariannya, sambung Ananda, tersangka dihantui dengan perbuatannya. Fahri akhirnya memilih pulang ke Makassar.
Dari penangkapan tersangka, diamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sebilah pisau. Satu unit motor Mio IM3 warna putih DD 3306 LC. Satu unit motor Scoopy warna abu-abu DD5206 XX, dan satu unit kendaraan lainnya. (ish/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top