PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Jaksa Tuntut Mati Terdakwa Pembunuhan di Tinumbu

BKM/RAHMAT KEJAR TERDAKWA-Keluarga korban pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu, mengejar dua terdakwa usai sidang pembacaan tuntutan di PN Makassar, Kamis (4/4).

MAKASSAR, BKM — Setelah sempat tertunda lima kali, akhirnya jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutannya terhadap terdakwa pembunuhan satu keluarga di Jalan Tinumbu. Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Supriyadi, JPU menuntut terdakwa dengan pidana mati.
Peristiwa yang terjadi di Lorong 166 B, Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar ini mendudukan dua orang sebagai terdakwa. Masing-masing A Muhammad Ilham Agsari alias Ilho, dan Sulkifli Amir alias Ramma.
Dalam tuntutan JPU yang dibacakan oleh Tabrani, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Melakukan pembunuhan secara berencana, bersama-sama, dan terorganisir.
“Menjatuhkan tuntutan bersalah dengan hukuman pidana mati,” tegas Tabrani dalam persidangan di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (4/4).
Kedua terdakwa, kata Tabrani, ianggap telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 340 KUHP, dalam dakwaan primair, juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Adapun hal yang memberatkan terdakwa dan menjadi pertimbangan JPU, yakni karena perbuatan pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa dilakukan secara berencana.
“Tindakan ini dilakukan pada malam hari. Saat itu semua orang tertidur,” jelas Tabrani.
Peristiwa ini juga sudah terstruktur, karena ada yang membeli bensin terlebih dulu. Kerugian yang timbul bukan hanya materi, tapi juga nyawa. Sebab ada pula rumah lain terkenda dampak dari pembakaran yang dilakukan terdakwa.
Usai sidang tuntutan digelar, keluarga korban langsung mengejar kedua terdakwa. Saat itu mereka hendak digiring ke mobil tahanan untuk dibawa ke sel tahanan rutan (rumah tahanan) klas I Makassar.
Penyebabnya, keluarga korban kecewa tidak bisa mengikuti sidang saat JPU membacakan tuntutannya di persidangan. Untung saja, kedua terdakwa tidak sempat terkejar oleh keluarga korban. Karena ada personel kepolisian yang menghalangi.
Keluarga korban Amiruddin yang ditemui, mengaku kecewa lantaran tidak menghadiri sidang pembacaan tuntutan. Namun, ia merasa puasa karena kedua terdakwa telah dituntut dengan hukuman pidana mati oleh JPU. (mat/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top