PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Metro

Pekerjaan Sampingan Jika Sepi Proyek Bangunan

BKM/ARIF QADRY SEMANGAT--Usdi tetap bersemangat menyalakan ondong-ondongnya demi sesuap nasi. Ini dilakukan jika tidak ada panggilan menjadi buruh bangunan.

WAJAH anak-anak itu nampak begitu ceria penuh kebahagiaan. Mereka terhibur dengan keberadaan odong-odong yang dioperasikan Usdi. Hiburan sederhana ini pun setiap malam dengan mudah ditemui di Jalan Hertasning Raya, Kecamatan Rappocini, lokasinya berada tidak jauh dari jembatan (kanal).

Laporan: ARIF AL QADRY

Suasana malam di Jalan Hertasning Raya pada Senin, 11 Maret lalu sekira pukul 19:30 wita nampak damai. Sore telah pergi, semua pedagang kaki lima jualan kuliner di kawasan tersebut mulai ramai dan sibuk masing-masing melayani pengunjung.
Di depan pelataran rumah toko (ruko), nampak ada yang sibuknya berbeda. Bukan melayani pengunjung membeli makanan ataupun minuman, tapi melayani semua orang tua yang membawa anak kecilnya untuk dihibur dengan permainan sederhana. Adalah odong-odong atau kereta mini dengan model tempat duduk menyerupai mobil dan motor-motor an.
Mata Usdi nampak aktif melirik anak-anak yang duduk di atas kereta odong-odongnya.
Lantunan musik serta lampu warna warni terpasang mempertegas lagi kesan ceria buat pelanggannya. Bersama orang tua pelanggan, Usdi duduk mengawasi dari samping kereta mini odong-odongnya.
Di kereta mini odong-odongnya terdapat tujuh kursi dengan beragam model. Pelanggan Usdi adalah anak-anak berusia dibawah lima tahun. Pelanggan odong-odong paling banyak datang dari warga kompleks di sekitar tempat Usdi mangkal. Dan pengendara yang melintas dan ingin menghibur anak-anaknya.
“Tiga lagu hanya Rp5.000, anak bahagia, dan orang tua pun senang. Permainan sederhana ini tidak kalah aman dengan permainan anak-anak yang ada di mall. Karena orang tua bisa langsung mengawasi anaknya yang lagi main duduk di kursi kereta mini odong-odong,” sambut pria kelahiran Ujung Pandang, 04 April 1993 kepada penulis.
Pekerjaan sebagai pengoperasi odong-odong sudah satu tahun dilakoni Usdi, tepatnya di Januari 2018. Pekerjaan ini dijadikannya sebagai sambilan selain menjadi tukang atau buruh bangunan.
Sejak awal, lokasi tempat odong-odongnya tidak berubah atau berpindah-pindah tempat. Dari dulu memang sudah mangkal depan rumah toko Jalan Hertasning Raya. Lokasi ini telah lama dipesan dan disewa bosnya (pemilik) odong-odong.
“Setiap hari buka, tidak pernah libur. Saya mulai buka malam jam lima sore sampai sepuluh malam kalau hari biasa. Malam Minggu paling lama pulang setengah dua belas. Karena malam Minggu biasanya ramai. Banyak anak-anak biasa antrean. Dari dulu memang saya ada mangkal di sini (Jalan Hertasning Raya),” sebutnya.
Upah yang diterima pria hobi bermain sepak bola dari menjaga odong-odong setiap hari tidak menentu. Jika sedang ramai-ramainya bisa membawa pulang paling banyak Rp200.000, dan ketika sepih hanya membawa pulang Rp50 ribu. Meski penghasilannya tidak begitu besar, namun tetap dia syukuri. Berapapun yang dia terima.
“Saya terima sesuai berapa yang masuk istilahnya bagi dua pemasukan. Kalau hari biasa paling sedikit masuk Rp100.000 dan paling banyak Rp300.000 sampai Rp350.000. Yang masuk itu saya bagi dua dengan bos, pemilik odong-odong ini,” akunya. (*)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top