PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Akbar Faisal Sebut Bawaslu Kebingungan

BKM/CHAIRIL PERIKSA-Anggota DPR RI Akbar Faisal menjalani pemeriksaan di Bawaslu Makassar, Kamis (7/3).

MAKASSAR, BKM — Angggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Akbar Faisal menyebut bila Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar kebingungan. Mereka juga tidak paham bagaimana mekanisme untuk memanggil atau memeriksa anggota DPR RI.
Hal tersebut disampaikan Akbar usai memenuhi panggilan Bawaslu Kota Makassar, Kamis (7/3). Ia diperiksa bawaslu sekitar 20 menit.
“Tadi yang periksa saya itu anak baik kelihatannya. Sopan juga. Cuma dia bilang begini; saya hanya menjalankan tugas, Pak. Itu kelihatannya, khususnya Bawaslu Makassar tidak bisa membuat kesimpulan tentang apakah saya di sini sebagai orang yang terlibat dari video tersebut, atau sebagai anggota DPR. Dia kebingungan,” ujar legislator Partai Nasdem ini.
Menurut Akbar Faisal, surat panggilan yang telah dilayangkan terhadap dirinya adalah bentuk ketidaktahuan Bawaslu Kota Makassar.
Akbar beralasan bahwa berdasarkan aturan yang termuat dalam Undang-undang MD3, untuk memanggil seorang anggota DPR itu harus seizin presiden. “Bunyi Undang-undang tersebut begini; seizin dengan presiden dan mendapat persetujuan dari MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan). Tetapi oleh MK (Mahkamah Konstitusi), kata MKD itu sudah dicabut. Mak kemudian cukup dengan izin dari presiden,” jelasnya.
Saat launching buku di Swisbelinn Hotel, Akbar Faisal juga telah menyindir Bawaslu Makassar yang disebutkan telah menyuratinya untuk hadir pada hari Selasa. Padahal surat panggilan baru diterima untuk hari Kamis. “Ini saya bacakan surat tersebut,” ujar Akbar Faisal dihadapan pendukungnya.
Ketua Bawaslu Kota Makassar Nursari menanggapi pernyataan Akbar Faisal dengan santai. Nursari mengatakan bila pihaknya mengundang seseorang itu sudah sesuai dengan amanah yang diberikan oleh undang-undang.
“Kami mengundang siapapun, yang kami anggap itu relevan dengan dugaan atas informasi awal yang diterima,” jelas Nursari.
Ia meminta, biarkan pihaknya bekerja sesuai aturan dan norma yang ada. “Biarkan kami bekerja berdasarkan norma dan kewenangan yang telah diberikan kepada kami,” ujarnya.
Akbar Faisal dipanggil oleh Bawaslu Kota Makassar terkait video yang didalamnya terlihat Rektor Universitas Negri Makassar (UNM) Prof Dr Husain Syam yang tengah memberikan dukungan kepada dirinya.
Video viral tersebut, dinilah Akbar Faisal hanyalah sebuah bahan canda dan humor saja. “Menurut saya situasinya saat itu mereka sedang bercanda, “ujar Akbar Faisal.
Meski Akbar menilai jika sang rektor hanya bercanda, namun Bawaslu Makassar tetap akan kembali video tersebut. “Soal video itu, nanti kita rampungkan dalam kajian,” jelas Nursari.
Kendati dinilai bercanda oleh Akbar Faisal, Bawaslu Kota Makassar mengungkapkan, apa yang telah diungkapkan oleh politisi Partai Nasdem itu merupakan haknya.
“Semua orang punya hak untuk mengklarifikasi. Termasuk menjelaskan apa yang menjadi haknya,” tandas Nursari. (rif)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top