PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Dijanji Pekerjaan, Dua Gadis Disekap

MAKASSAR, BKM — Dua gadis remaja duduk berdampingan di posko Resmob Polsek Panakkukang, Minggu (17/2). Mereka baru saja dibebaskan dari upaya penyekapan yang dilakukan tiga orang pria.
Tim gabungan Polsek Sinjai Barat diback up Resmob Polsek Panakkukang mengungkap kasus ini. Penangkapan dipimpin Panit II Reskrim Ipda Robert Hariyanto Siga.
Tiga orang pelaku penyekapan terhadap kedua korban diamankan petugas. Masing-masing Adrillah alias Dili (18), warga Jalan Barawaja. Sementara dua lainnya, yakni Aco (20) dan Anwar, beralamat di Jalan Pampang.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, membenarkan pengungkapan kasus penyekapan anak perempuan di bawah umur. Bermula saat Polsek Sinjai Barat menerima laporan dari orang tua korban, bahwa anak perempuannya yang masih belia telah hilang. Mereka menduga jika anaknya itu disekap.
Dalam laporannya, disebutkan inisial sang anak yakni NFD. Usianya 15 tahun. Berdomisili di Kampung Garona, Kecamatan Sinjai Barat.
Ternyata, NFD tak sendirian. Melainkan berdua dengan teman perempuannya berinisial NKH. Umur 16 tahun. Beralamat di Kampung Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai.
Laporan orang tua korban langsung ditindaklanjuti aparat Polsek Sinjai. Penyelidikan pun dilakukan, hingga orang yang diduga kuat bersama korban berhasil teridentifikasi.
Dia adalah Ardilah alias Dili. Terdeteksi tengah berada di sebuah rumah kontrakannya Jalan Barawaja, Kecamatan Panakkukang.
Anggota Reskrim Polsek Sinjai Barat, Polres Sinjai kemudian berkoordinasi dengan tim Resmob Polsek Panakkukang untuk diback up melakukan penangkapan terhadap buruannya. Panit II Reskrim Polsek Panakkukang Ipda Hariyanto Siga yang memimpin proses penangkapan.
Bersama tim Polsek Sinjai Barat, personel Resmob Polsek Panakkukang melakukan penyisiran di Jalan Barawaja. Sebuah rumah pun dikepung. Hasilnya, Dili berhasil diamankan.
Dalam pemeriksaan, Dili mengaku mengenal gadis remaja asal Sinjai yang tengah dicari. Keduanya tengah berada pada sebuah kos-kosan di Samata, Kabupaten Gowa.
”Pelaku Dili mengaku pertama kali mengenal korban lewat media sosial. Dia menjanjikan pekerjaan, setelah korban menyampaikan bahwa dirinya hendak membantu orang tuanya,” terang Kompol Ananda, kemarin.
Berdasarkan pengakuan Dili, petugas kemudian melakukan pengembangan. Ia dibawa untuk menunjukkan persembunyian kedua rekannya, Sabtu (16/2) pukul 04.00 Wita.
Tim yang tiba di lokasi langsung mengepung sebuah rumah kos. Dua orang rekan Dili, masing-masing Aco dan Anwar tak bisa berkutik. Keduanya langsung dibekuk.
Dua gadis remaja yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya, ditemukan di tempat itu. Polisi kemudian mengevakuasinya.
Ada sejumlah barang bukti yang disita petugas. Masing-masing dua unit gawai android milik pelaku. Satu unit motor Mio Soul GT warna merah bernomor polisi DD 3803 BH. Kendaraan roda dua ini dikendarai korban berboncengan dari Sinjai ke Makassar. Tiga pelaku bersama barang buktinya, serta kedua korban kemudian dibawa ke posko Resmob Polsek Panakkukang untuk kepentingan penyelidikan.
Perwira satu bunga melati di pundaknya itu, mengaku pihaknya masih mendalami motif tiga pelaku menyekap kedua remaja perempuan asal Sinjai itu.
”Kami masih berkoordinasi dengan Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polrestabes Makassar untuk mengetahui tindak pidana ketiga pelaku. Apakah dilakukan di wilayah Makassar, Gowa, atau di wilayah hukum kami (Panakkukang). Berdasarkan laporan awal di Polsek Sinjai Barat, maka ketiga pelaku kami serahkan penyelidikannya ke Polsek Sinjai Barat,” terang Ananda.
Keterangan yang diperoleh petugas dari NFD, ia sebelumnya sempat curhat ke Dili yang dikenalnya melalui medsos Facebook. Kepada Dili, NFD mengaku sangat ingin bekerja untuk membantu orang tuanya.
Mendengar keluhan NFD, Dili menawarkan pekerjaan. Ia menyuruh NFD untuk segera ke Makassar. Dengan catatan, kepergian korban tanpa sepengetahuan orang tuanya.
Syarat itu pun dipenuhi. Namun, NFD tak ingin sendirinya. Dia mengajak rekannya NKH. Keduanya meninggalkan kampung halamannya. Sambil berboncengan menggunakan sepeda motor, mereka berangkat ke Makassar.
Setibanya di Kota Anging Mammiri, mereka dijemput oleh Dili di Jalan AP Petta Rani. NFD sempat curiga, karena orang yang menjemputnya tidak sama wajahnya yang di FB.
Sadar dengan kecurigaan calon korbannya, Dili langsung memberi alasan. Ia bilang, dirinya disuruh oleh bosnya untuk menjemput. Selanjutnya membawa keduanya ke kos-kosan yang dihuninya di Jalan Barawaja. Di tempat ini korban beristirahat sejenak.
Akal bulus pelaku terus bekerja. Berhasil memperdayai korban pada langkah awal, Dili lalu menghubungi dua rekan kerjanya. Yakni Aco dan Anwar. Mereka kemudian membawa kedua gadis tersebut ke sebuah kos-kosan di Samata, Kabupaten Gowa.
Mereka tiba di sana setelah larut malam. Kedua korban tak bisa tidur. Tetap menaruh curiga terhadap pria yang membawanya.
Akhirnya, kecurigan itu pun terbukti. Dua pelaku mencoba mendekatinya dan berusaha melakukan perbuatan tak senonoh. Beruntung, ada yang mengetuk pintu dari luar. Ternyata mereka adalah polisi, yang kemudian menyelamatkan kedua korban. (ish/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top