Bisnis

Prudential Indonesia Fasilitasi Niat Ibadah Wakaf Masyarakat

WAKAF PRUSYARIAH --Bondan Margono, AVP Sharia Operations Prudential Indonesia (kanan) dan H Ahmad Nuryadi Asmawi, LLB, MA, anggota Dewan Pengawas Syariah Prudential Indonesia, menjelaskan tentang manfaat wakaf pada acara sosialisasi peluncuran program wakaf PRUsyariah dari Prudential Indonesia.

MAKASSAR, BKM — PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan Program Wakaf dari PRUsyariah. Program ini menawarkan pilihan bagi nasabah dan calon nasabah dalam menyalurkan wakaf. Program ini sesuai Fatwa MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah. Dimana, membolehkan masyarakat berwakaf dalam bentuk asuransi. Wakaf adalah bentuk kedermawanan dalam Islam yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Sehingga menjanjikan pahala yang tidak terputus.
”Kami sangat senang menghadirkan Program Wakaf dari PRUsyariah sebagai wujud dari komitmen Prudential yang baru, yaitu ‘WE DO GOOD’ atau ‘Kami Mewujudkan Kebajikan’. Program ini memberikan solusi terhadap kebutuhan nasabah dalam melaksanakan wakaf. Sekaligus membantu mereka mewujudkan kebajikan secara berkelanjutan. Program ini melengkapi serangkaian produk dan Iayanan asuransi berbasis syariah yang komprehensif dari Prudential,” kata Bondan Margono, AVP Sharia Operations Prudential Indonesia, di sela acara sosialisasi peluncuran program Wakaf dari PRUsyariah dari Prudential Indonesia di Grind and Pull Restaurant, Jumat (15/01/2019).
Oleh karena itu, kata BondanPrudential Indonesia bermitra dengan tiga lembaga wakaf atau nazhir yang terpercaya, yaitu Dompet Dhuafa, iWakaf dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI). Nasabah dapat memilih nazhir di antara ketiga lembaga tersebut.
”Program ini mendukung nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cerdas untuk menunaikan wakaf Sekaligus memastikan diri dan keluarganya memperoleh proteksi dan perencanaan investasi yang tepat. Program wakaf kami fokus kepada kemudahan nasabah dalam menyalurkan wakaf asuransinya. Sejalan dengan slogan ‘Selalu Berbagi, Selamanya Berarti’, mengajak kita untuk terus berderma demi manfaat yang abadi, program ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk turut mengatasi tantangan sosial ekonomi Indonesia saat ini,” tambah Bondan.
Bagi nasabah yang sudah memiliki polis asuransi unit link Prudential, kata Bondan, mereka dapat mewakafkan hingga 95 persen dari manfaat asuransi dengan membeli polis asuransi syariah baru. Sedangkan nasabah baru dapat mewakafkan hingga 45 persen dari manfaat asuransinya.
Menurut H Ahmad Nuryadi Asmawi, LLB, MA selaku anggota Dewan Pengawas Syariah Prudential Indonesia, wakaf umumnya digunakan untuk membangun fasilitas umum, seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit. Selama fasilitas tersebut dimanfaatkan, pahala wakaf tidak terputus. Kini, wakaf juga dapat berupa uang (cash waqf), seperti melalui manfaat asuransi dan manfaat investasi dari polis asuransi jiwa syariah.
”Pengelolaan dana wakaf secara profesional sangat penting untuk memastikan nilai harta wakaf tetap terjaga dan hasil usaha wakaf terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata H Ahmad Nuryadi Asmawi.
Sementara itu, menurut Badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah seluas 2.700 kilometer persegi di lebih dari 366 ribu lokasi telah masyarakat wakafkan. Sedangkan potensi wakaf tunai diperkirakan mencapai Rp180 triliun per tahun. Program Wakaf dari PRUsyariah ini akan turut menggali potensi wakaf di Indonesia yang sedemikian besar. Manfaat dan keutamaan wakaf juga harus terus disoslalisasikan. Sehingga masyarakat bisa menyalurkan dermanya dengan lebih tepat guna.
Prudential Indonesia telah memberikan pelatihan tentang wakaf ke lebih dari 9.000 tenaga Demasar Prudential dan masyarakat sejak 17 sampai 28 Januari 2019. Kegiatan ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk ‘Sosialisasi Wakaf Asuransi Peserta Terbanyak’.
Indonesia merupakan salah satu dari 20 ekonomi terbesar di dunia. Meski terdapat kemajuan dalam pengurangan kemiskinan beberapa tahun terakhir ini, masalah kemiskinan masih menjadi tantangan. Menurut World Giving Index oIeh Charity Aids Fund, Indonesia menduduki posisi teratas sebagai masyarakat paling dermawan di dunia. Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Ini berarti bahwa wakaf asuransi memiliki potensi besar untuk mendorong pembangunan ekonomi, serta mengurangi kemiskinan dan ketimpangan di negeri ini. (amir)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top