Headline

Komitmen tak Pecah Kongsi

MAKASSAR, BKM — Hari ini, Jumat (15/2), Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah akan melantik dua pasangan bupati dan wakil bupati. Masing-masing Basmin Mattayang-Syukur Bijak sebagai bupati-wabup Luwu, dan bupati/wakil bupati Wajo Amran Mahmud-H Amran.
Pelantikan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur. Kedua pasangan kepala daerah itu mengikuti prosesi gladi bersih di tempat di mana mereka akan dilantik, Kamis sore (14/2).
Ditemui usai melakukan gladi resik, kedua pasangan memaparkan program 100 hari mereka. Termasuk komitmen untuk tak pecah kongsi, seperti yang menimpa beberapa kepala daerah dan wakil daerah di Indonesia.
Bupati Luwu Timur Basmin Mattayang mengatakan, hal pertama yang akan dilakukan saat menjabat adalah konsolidasi dengan ASN lingkup Pemda Luwu. Kemudian memaparkan visi dan misi pembangunan yang akan dilakukannya bersama Syukur Bijak.
“Kami sudah komitmen berdua, kita akan membawa Luwu lebih maju, masyarakat lebih sejahtera, sesuai yang diharapkan. Soal pecah kongsi, saya yakin tidak akan seperti itu,” kata Basmin.
Ditanya soal pemekaran Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah, dirinya menyerahkan sepenuhnya ke Gubernur Sulsel dan Menteri Dalam Negeri. Jika masyarakat meminta, pihaknya akan memproses hal tersebut.
Wakilnya, Syukur Bijak pun berjanji akan membantu Basmin menjalankan program kerja yang akan disusun dalam RPJMD.
“Banyak terjadi seperti itu (pecah kongsi). Tapi Insyaallah kami mengedepankan kepentingan orang banyak,” ujarnya.
Soal pemekaran wilayah, Syukur menegaskan hal tersebut sudah bukan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Terlebih dalam beberapa tahun, pemerintah pusat telah mengeluarkan moratorium pemekaran wilayah.
Sementara itu, Bupati Wajo Amran Mahmud menyiapkan 25 program yang akan dilaksanakan selama 100 hari kepemimpinannya. Di antaranya pelayanan administrasi terpadu kecamatan (paten) dan reformasi birokrasi.
“Ketiga, program ekonomi kerakyatan. Kita akan membuka kawasan pertanian terpadu di Kecamatan Majaulleng seluas 10 hektare. Ini sebagai pusat pembinaan petani. Kita akan bekali mereka dengan pengetahuan teknologi dan semangat menjadi petani yang baik,” ucapnya.
Salah satu fokus duet Pammase lainnya adalah pembenahan Danau Tempe dengan tiga dimensi yang akan dikembangkan. Pertama, pembangunan wisata terpadu yang layak dikunjungi wisatawan mancanegara.
Kedua, mengembalikan kejayaan perikanan air tawar Danau Tempe sebagai produsen terbesar di Asia Tenggara. “Yang terakhir kita akan manfaatkan untuk pertanian, sekaligus mengendalikan banjir yang biasa terjadi,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel dan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan dan Jeneberang (BBWSPJ).
Usai dilantik, Pammase juga akan menggelar pesta rakyat di Kota Sengkang pada hari Sabtu (16/2) dengan menghadirkan band Wali. “Kita ingin kembali rekatkan masyarakat Wajo. Sudah tidak ada lagi nomor satu atau dua. Mari bersatu membangun Wajo,” pungkasnya. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top