Headline

10 Pasangan Digaruk, Ratusan Kondom Disita

MAKASSAR, BKM — Rabu malam (13/2), personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar bergerak dari markasnya. Dipimpin Muh Mufli, mereka turun melakukan razia.
Sasarannya adalah minimarket yang menjual alat kontrasepsi, wisma, serta kos-kosan yang diduga menjadi tempat maksiat oleh pasangan bukan suami istri. Apalagi malam itu menjelang Valentine Day, disinyalir akan dimanfaatkan untuk berbuat mesum.
Satpol PP lebih dulu melakukan penyisiran di lokasi yang sudah dipetakan dalam wilayah Kecamtan Ujung Pandang, dan Kecamatan Wajo. Di wilayah Ujung Pandang, berhasil diamankan sebanyak 120 lebih kondom beragam merek.
Selanjutnya, mereka menyasar wisma dan indekos. Sebanyak 10 pasangan haram digaruk tengah berduaan di dalam kamar.
Ada pemandangan menarik saat razia berlangsung di wisma. Begitu mengetahui ada razia, mereka yang berada di dalam kamar langsung bersembunyi di bawah ranjang serta kamar mandi. Bahkan ada juga yang berpura-pura masih mengantuk, namun pasangannya ditutupi selimut.
Tak ingin dikelabui, personel Satpol PP langsung melakukan penggeledahan. Lelaki yang bersembunyi di dalam kamar mandi berhasil ditemukan. Pasangan tak resmi ini pun kemudian diamankan.
Saat razia berlangsung, personel Satpol PP juga sempat terlibat adu mulut dengan preman yang di sebuah wisma. Meski begitu, operasi tetap berlangsung hingga berakhir dengan kondusif.
Selanjutnya, 10 pasangan yang terjaring langsung digiring ke markas Satpol PP guna menjalani pemeriksaan.
Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Makassar Muh Mufhli menyebut, razia dilakukan di dua wilayah. Masing-masing Kecamatan Ujung Pandang dan Wajo.
”Tim lebih dulu merazia minimarket yang menjual alat kontrasepsi. Di wilayah Ujung Pandang disita sebanyak 120 bungkus kondom. Ada pula obat-obatan,” ujar Mufhli.
”Kalau razia di wisma dan kos-kosan, ada 10 pasangan yang terjaring. Mereka didapati tengah berduaan di dalam kamar,” tambah Mufhli.
Menindaklanjuti temuan alat kontrasepsi, pengelola minimarket segera dipanggil. Termasuk penyedia sarana, seperti wisma dan indekos.
Dihubungi terpisah, kemarin, Kepala Satpol PP Kota Makassar Iman Hud mengatakan, pihaknya hanya memberikan surat pernyataan untuk tidak melakukan kembali perbuatan kepada pasangan yang terjaring razia.
Dari hasil pemeriksaan, Iman mengatakan jika mereka yang terjaring semuanya adalah orang dewasa. Sehingga tak ada dasar yang menyatakan mereka harus ditahan. Namun karena mereka salah dan meresahkan masyarakat, pihak Satpol PP merazia lalu menyodorinya surat pernyataan.
“Mereka juga bukan remaja. Orang dewasa semua. Kalau di bawah umur, kita bisa beratkan. Mereka juga bukan PSK. Kalau PSK tentu kita akan bawa ke Dinsos untuk dilakukan pembinaan,” kata Iman.
Selain memberikan surat pernyataan untuk tidak melakukan kembali perbuatannya, pihak Satpol PP juga telah memberikan pemahaman kepada pemilik penginapan. Pemahaman sekaligus imbauan yang disampaikan tersebut supaya para pemilik penginapan tidak sembarangan memberikan izin kepada siapapun untuk masuk.
Terkait kondom yang juga ditemukan di minimarket, Iman mengimbau supaya penjualannya lebih selektif. Mereka diminta memberikan peringatan, bahkan melarang kepada para pembeli yang masih di bawah umur.
“Harusnya yang jual kondom juga memberikan peringatan kepada pembeli. Kalau mau beli harusnya pakai KTP, misalnya. Jadi tidak sembarang orang beli kondom. Tidak boleh kalau masih anak-anak,” tegasnya. (ish-nug/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top