Bisnis

Tahun ini, Transaksi Non Tunai untuk APBD Mulai Berlaku

MAKASSAR, BKM — Sejak tahun lalu, Pemerintah Provinsi Sulsel mulai mengampanyekan sistim transaksi non tunai untuk penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Namun, penerapannya belum maksimal.
Tahun ini, model transaksi keuangan non tunai akan dimassifkan.
Untuk itu, Pemprov Sulsel bekerjasama dengan Bank Sulselbar menggelar bimbingan teknis transaksi non tunai bagi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bendahara pengeluaran OPD dan pejabat penatausahaan keuangan di setiap OPD.
Kepala Badan Pengelola KeuanganDaerah (BPKD) Sulsel, Andi Arwin Azis mengatakan pelaksanaan transaksi non tunai ini berdasarkan Peraturan Gubernur nomor 149 tahun 2018. Tahun ini untuk pertama kalinya, seluruh transaksi yang menggunakan APBD dilakukan secara non tunai.
“Tahun lalu (2018) transaksi tunai masih bisa dilakukan untuk jumlah di bawah Rp10 juta. Sekarang ini, sudah tidak ada pengecualian termasuk untuk pembayaran listrik, PDAM dan Telkom,” kata Arwin disela-sela bimbingan teknis di Hotel Claro Makassar, Senin (2/11).
Khusus pembayaran listrik, air dan telepon, untuk awal tahun masih dilakukan secara tunai dikarenakan baik PDAM, PLN dan Telkom belum memiliki rekening Bank Sulselbar. Ke depan, Bank Sulselbar akan melakukan komunikasi dengan masing-masing perusahaan.
Arwin menyebutkan pemberlakukan transaksi non tunai secara menyeluruh di lingkup Pemprov Sulsel terbilang cepat. Pihaknya hanya butuh setahun untuk penerapan, berbeda dengan Pemprov DKI Jakarta yang butuh 4 tahun.
“Ini mendukung peningkatan transparansi pengelolaan keuangan daerah dan mengurangi penyalahgunaan alokasi anggaran yang tidak sesuai peruntukannya. Manfaatnya ini mendukung pengelolaan arus kas yang tertib,” jelasnya.
Meski proses transaksi dilakukan secara non tunai, BPKD tetap meminta bukti administrasi atas pembayaran dari OPD. OPD tetap diminta menyetor surat dan kuitansi atas transaksi yang dilakukan di semua OPD.
Direktur Utama Bank Sulselbar Muh Rahmat, menyebutkan pihaknya menyiapkan aplikasi sejenis internet banking bagi setiap OPD. Nantinya aplikasi ini dikendalikan oleh bendahara pengeluaran masing-masing OPD.
“Dengan sistem ini, semua pegawai langsung menerima tunjangan atau honor mereka termasuk uang perjalanan lewat rekening. Pegawai tak perlu khawatir lagi ada pemotongan anggaran,” jelasnya.
Untuk mendukung transaksi non tunai, Bank Sulselbar telah menyiapkan uang elektronik berbasis aplikasi ponsel (Bank Sulselbar Apps) dan berbasis kartu (uang ta’ card). Pegawai juga diberi kesempatan membuka lebih dari satu rekening Bank Sulselbar. (rhm)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top