Bisnis

Pengembang Beri Kemudahan Transaksi Administrasi

MAKASSAR, BKM– Kebutuhan perumahan di Sulawesi Selatan ditahun 2019, masih didominasi kalangan menengah ke bawah. Terlebih lagi, kondisi saat ini berat bagi dunia properti untuk membangun perumahan middle up, sehingga kecenderungan pembangunan perumahan masih sama dengan tahun lalu.
Meski begitu, pengembang harus tetap memiliki optimisme yang tinggi, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan yang terjadi. Di samping dukungan pemerintah, perbankan dan stakeholder lain juga sangat dibutuhkan.
Owner PT Puri Sari Indah, Hadi Ismanto saat dikonfirmasi mengatakan, kebutuhan perumahan tempat tinggal bagi kalangan menengah di Makassar dan daerah lain di sekitarnya masih sangat tinggi. Hanya saja, kondisi ekonomi yang belum stabil, menyebabkan masyarakat berpikir untuk membeli rumah.
“Jujur, tahun ini kondisinya hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Masih berat tetapi, kami harus tetap optimis, paling tidak kondisi tahun ini lebih baik dibanding 2016-2017 lalu, di mana dunia properti drop sekali saat itu,” ujarnya.
Merangsang ketertarikan masyarakat membeli rumah, pihaknya mengaku terus berupaya memberikan kemudahan-kemudahan dan hal-hal menarik lain bagi customernya. Seperti, bebas biaya KPR, DP ringan, bantuan biaya administrasi pajak dan notaris serta memberikan edukasi secara detail bagi customer dalam memilih properti yang menguntungkan.
“Tentu, kami juga berharap ada dukungan dari pihak-pihak terkait lain, seperti pemerintah, perbankan, dan stakeholder lain. Paling tidak, biaya-biaya muncul yang dirasa membebani bisa dikurangi. Kalaupun biaya tak bisa dikurangi, paling tidak proses pengurusan administrasinya yang dipercepat,” bebernya.
Selama 2018, meski belum mencapai target yang ditetapkan, namun ia mengaku berhasil melakukan penjualan antara 10-15 unit rumah komersil setiap bulannya dan lebih dari 20 unit rumah subsidi.
Sementara itu, Wakil Sekjen DPP REI, Arief Mone justru optimis industri properti dapat tumbuh di 2019, terlebih kondisi perekonomian Sulsel berbeda dengan daerah lainnya. Pertumbuhan ekonomi yang tetap bagus berarti uang yang beredar di Sulsel tetap ada.
“Kalau uang ada pasti investasinya ke perumahan. Selain itu deadlock kebutuhan rumah kita masih tinggi. Ini alasan saya kenapa bisnis properti masih tetap tumbuh di tahun ini. Mudah-mudahan bisa tumbuh diatas 5 persen lah. Saya berharap, properti kembali bergairah seperti lima tahun lalu,” jelasnya.
Hanya saja, kata dia, posisi tiga tahun terakhir masyarakat cenderung wait and see karena kondisi global secara umum. Ini memberikan pengaruh secara fisiologis kepada segmen menengah atas. “Tentu dengan kondisi seperti itu orang lebih bagus pegang duit daripada berinvestasi,” ucapnya. (ita)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top