PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Dua Gadis Remaja Korban Perdagangan Manusia

GOWA, BKM — Kasus perdagangan manusia (human trafficking) kembali terungkap. Kali ini menimpa dua gadis remaja yang masih berusia belasan tahun.
Mereka adalah DN (17) yang masih berstatus pelajar. Tinggal di sebuah perumahan Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Satunya lagi adalah NA (18), berdomisili di kompleks perumahan Kecamatan Pallangga.
Kedua gadis belia ini ternyata terjebak dalam sindikat human trafficking yang dilakukan tiga orang. Masing-masing ABA (34), warga Dusun Mappajuara, Desa Baring, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. ABA merupakan pemilik salon AR yang berlokasi di Jalan Minasa Upa, Kota Makassar.
Rekannya bernama lelaki MS alias Saide (23), beralamat di Desa Kalampang, Kecamatan Segeri, Pangkep. Satunya lagi perempuan NR (17), berdomisili di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar. NR dan MS berperan mencari calon karyawan dengan imbalan Rp250 ribu per orang.
Dalam aksi ketiga sindikat ini, kedua korbannya dibawa ke Pangkep. Di daerah penghasil tambak ini, kedua gadis itu dipekerjakan khusus menemani tamu kafe. Tindakan ilegal ini tercium ketika kedua orangtua korban melapor ke polisi atas hilangnya putri-putri mereka sejak 26 Januari 2019 lalu.
“Dari hasil interogasi terhadap NR dan ABA diketahui jika korban DN dipekerjakan di Kafe Ceria 01 da korban NA di kafe Alexis di Kecamatan Mandalle, Pangkep. Setelah keberadaan korban diketahui, petugas Unit PPA Polres Gowa menjemput keduanya,” kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan di sela merilis kasus ini di halaman Mapolres Gowa, Senin siang (11/2).
Keberadaan dua gadis remaja dalam dekapan mucikari ABA ini, berawal ketika DN dan NA meninggalkan rumah masing-masing pada 26 Januari 2019 sekitar pukul 20.00 Wita. Mereka dihubungi oleh perempuan NR yang menawarkan pekerjaan kepada korban dengan gaji Rp 500 ribu per minggu.
Karena diiming gaji besar, akhirnya DN dan NA pun setujui. Keduanya lalu dijemput oleh ABA selaku bos NR di salon AR di Minasa Upa.
Pada 2 Februari 2019 kedua korban dijemput oleh ABA dan MS. Selanjutnya dibawa ke Mandalle, Pangkep.
Ternyata kedua korban baru sadar apa pekerjaannya setelah mereka tiba di kafe milik ABA. Oleh ABA, keduanya bekerja sebagai pelayan kafe yang tugasnya menemani tamu untuk minum minuman beralkohol. Jadi modus dari tindak kejahatan ini adalah mencari karyawan via medsos dengan iming-iming gaji besar. Motifnya adalah ekonomi. Pelaku ABA dan MS ditangkap di depan Bank Mega Sungguminasa. Kedua lelaku saat itu mengendarai mobil Toyota Yaris.
“Pelaku ABA mengaku mendapatkan korbannya lewat perantaraan NR sebagai kaki tangannya. Kemudian petugas menangkap NR di Nipa-nipa Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar,” terang Mangatas.
Dari tangan para pelaku, diamankan barang bukti masing-masing satu unit gawai Oppo warna merah. Satu gawai Xiomi warna silver. Satu gawai Mito warna hitam, dan satu Iphone 5 warna abu-abu.
Untuk kasus ini, ABA cs dijeratPasal 2 UU No 21 tahun 2017 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dan/atau Pasal 183 jo Pasal 74 UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan/atau Pasal 83 jo Pasal 76f UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 332 KUHPidana dengan ancaman hukum maksimal 15 tahun.
“Dari keterangan para korban, baik DN maupun NA sempat meminta izin kepada pelaku untuk pulang, tapi tidak diizinkan. Korban meninggalkan rumahnya tanpa sepengetahuan orangtuanya. Mereka sudah enam hari dipekerjakan di kafe. Setelah sepekan menghilang itulah membuat orangtuanya melapor. Kasus ini akan dilimpahkan ke Polrestabes Makassar, mengingat locus delicti berada di wilayah Makassar,” terang AKP Mangatas Tambunan. (sar/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top