PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

12 Hektare Lahan Pengganti CoI tak Jelas

MAKASSAR, BKM — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menuntaskan audit terhadap reklamasi Centrepoint of Indonesia (CoI). Hasilnya dilaporkan Penanggung Jawab CoI Soeprapto Budi Santoso ke Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah, Senin (11/2).
Dijelaskan Soeprapto, dari hasil audit tersebut, BPK menyoroti persoalan lahan pengganti seluas 12 hektare yang hingga saat ini tak jelas penyelesaiannya dari investor.
“Pemeriksaannya tidak ada yang ditemukan oleh pihak BPK. Hanya mempertanyakan investor mencari lahan pengganti saja seluas 12 hektare,” kata Suprapto.
Dia mengatakan, kerja sama antara investor dan Pemprov Sulsel, yakni reklamasi seluas kurang lebih 50 hektare telah dilakukan. Pihaknya sudah menyerahkan sekitar 36 hektare lahan yang ada.
“Yang dikerjasamakan dengan pemprov yakni reklamasi kawasan CoI 50 hektare, sehingga diserahkan kepada pemprov 36 hektare. Sebentar lagi diserahkan 2 hektare. Jadi 38 ha. Tapi karena lahan tumbuh 12 hektare ada di dalamnya, jadi pemprov harus tetapkan lahan penggantinya di mana, baru dibuatkan feasibility study,” jelasnya.
Ia melanjutkan, lahan pengganti 12 hektare tersebut tidak harus dekat dari kawasan CoI. “Memang ancang-ancang kita itu tentunya lahan yang tidak jauh dari kawasan CoI,” lanjut dia.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memberikan arahan kepada investor jika seluruh persyaratan reklamasi harus dilengkapi. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan kepastian dari pemerintah bagi penghuni kawasan.
Untuk lahan pengganti, NA menyarankan agar investor melirik areal di sekitar Pulau Laelae. Kata dia, pengembangan sekitar Pulau Laelae itu bisa dilakukan sebagai lahan pengganti untuk dijadikan tempat destinasi wisata baru.
“Saya sarankan supaya itu dikembangkan di Pulau Laelae, supaya masyarakat di sana bisa ada pekerjaan,” jelasnya.
Lahan pengganti itu nantinya bisa dikelola menjadi kawasan wisata kuliner, khususnya restoran seafood.
“Masa’ kalah dengan di Jimbaran. Hanya bermodalkan pasir pantai ada restoran di situ, kuliner untuk seafood. Nah, di Sulsel ini, orang ke Makassar mau cari ikan. Kenapa kita tidak coba pindahin restoran ruko ke restoran terbuka, sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan malam hari di Makassar. Menikmati sunset di sore hari,” jelas NA.
Kata dia, lahan pengganti yang disiapkan itu harus murni reklamasi.
“Kita cukupkan di situ sampai 12 hektare. Tapi di bagian belakang pulau. Dari pada dibikin di belakang trans mall. Saya bilang, mending lihat fungsionalnya dan nilainya,” tandasnya. (rhm/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top