Sulselbar

Tim Gugus Tugas Geospasial Luwu Latih 30 Tenaga Aerial Mapping


Bupati Luwu, Andi Mudzakkar secara resmi membuka pelatihan implementasi penggunaan drone (aerial mapping) menuju percepatan kebijakan satu peta untuk mendukung perencanaan pembangunan dan penyerahan peta tematik sebaran infrastruktur Kabupaten Luwu di aula Bappeda Luwu.

LUWU, BKM — Bupati Luwu, Andi Mudzakkar secara resmi membuka pelatihan implementasi penggunaan drone (aerial mapping) menuju percepatan kebijakan satu peta untuk mendukung perencanaan pembangunan dan penyerahan peta tematik sebaran infrastruktur Kabupaten Luwu.

Kegiatan terabyte digelar Badan Perencanaan Pembangunan dan Litbang Daerah (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Luwu di Aula Gedung Bappeda, Senin (11/2/2019).

Pelatihan tersebut secara teknis dilaksanakan Tim Gugus Tugas Geospasial yang dinaungi Bappeda dan Litbang Kabupaten Luwu. Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) lintas SKPD dan staf dari 22 kecamatan.

Bupati Luwu, Andi Mudzakkar di hadapan peserta dan tamu undangan menuturkan, pemetaan aearial mapping dilakukan untuk menyatukan persepsi soal satu peta satu pintu.

“Contoh di daerah pesisir pantai sangat dibutuhkan untuk peta satu pintu satu informasi. Misal potensi rumput laut jenis katonik. Semua sektor misal pertanian, perkebunan dan kelautan juga sangat membutuhkan informasi satu pintu,” kata Cakka,  sapaan Andi Mudzakkar.

Selain itu,  katanya,  aerial mapping ini sangat penting untuk acuan pembangnan infrastruktur misal pembangunan jalan dan jembatan

“Pelatihan ini melibatkan 30 ASN namun saran saya libatkan juga staf honorer. Paling tidak mereka punya keahlian jadi saat rekrutmen Pegawai non ASN mereka bisa diakomidir sebagai syarat, ” kata Cakka lagi.

Menurut Cakka, berdasarkan pantauannya selama 10 tahun menjabat bupati justru honorerlah yang paling banyak merangkap jabatan.

“Saran saya apapun program Badan Informasi Geospasial (BIG), jika anda tak punya alat maka mustahil bisa terwujud.  Dan jangan sampai kepala SKPD yang menguasai. Kalau dikuasai kadisnya, pasti hanya dipakai selfi ji. Harus dikuasai tenaga teknisnya baru alatnya bisa berfungsi,” papar Cakka.

Dia menyebut para camat yang sudah menerima peta dari Geospasial jangan hanya dijadikan hiasan dinding tetapi harus konek dengan program SKPD.

Sementara itu,  Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Luwu, Muh Rudi saat melaporkan tentang pelatihan aerial mapping menuturkan sebanyak 30 orang ASN peserta pelatihan dilibatkan  Tim Gugus Tugas Geospasial dan mereka akan mengantongi sertifikat resmi.

Rudi menyebut, latar belakang atas terbitnya Undang-undang (UU) soal informasi Geospasial didukung perpres tentang kebijakan satu peta.

Sedang untuk kabupaten Luwu, katamya,  sejak tahun 2017 tim Gugus Tugas Geospasial sudah terbentuk namun masih sebatas SK bupati.

“Kedepan Kabag Hukum diharapkan dapat mengagendakan menjadi Perda, ” harap Muh Rudi.

Ia mengatakan,  sistem BIG ini dapat menghemat anggaran. Segala program di SKPD statusnya update dan dapat di pantau bupati melalui program BIG.

“Kita sudah melakukan MoU dengan lihak BIG. Bahkan sudah melakukan studi komparatif di Banyuwangi dan disana cukup masif soal layanan BIG, ” kata Rudi sambil mengurai Tim Geospasial Luwu akan menyerahkan kepada 22 kecamatan soal peta potensi wilayah yang sudah berstandar BIG.

Ketua Tim Teknis Geospasial Kabupaten Luwu, H Sofyan Thamrin di hadapan Bupati Luwu menjelaskan, tim
teknis gugus tugas geospasial merujuk pada perpres soal percepatan satu peta dan SK Bupati soal gugus tugas geospasial.

“Manfaat satu data satu peta kita bisa jadikan acuan komprenhensif secara keseluruhan dan akurasi soal pengambilan kebijakan,” papar H sofyan Thamrin.

Ia mengatakan,  pengumpulan peta tematik di 22 kecamatan telah mengintegrasikan peta BIG dengan sistim kerja geospasial gugus tugas Kabupaten Luwu.

Bahkan, lanjutnya,  tim teknis telah mengambil sampel di Kecamatan Belopa dan Belopa Utara.

“Mengapa kita menjadikan satu peta sebagai acuan, karena dalam mengambil kebijakan ini digunakan untuk menghindari tumpang tindih pengambilan putusan tentang kebijakan,” katanya.

“Dampai di wilayah pesisir kita sudah petakan dan peta tematik kita sudah turun langsung di lapangan. Tujuannnya paling tidak menekan adanya sengketa tapal batas desa dan peta mitigasi bencana. Ini tentu diperlukan tim teknis yang kuat sebelum diintegrasikan dalam program satu peta satu pintu informasi geospasial,”  papaf Sofyan.

Pembukaan pelatihan ini juga dihadiri para Kepala SKPD, Ketua Tim Transisi Bupati dan Wabup Luwu terpilih
Dr. Ilham Labasse, narasumber dari Ketua Pusat Studi Wilayah Tata Ruang Informasi Spasial Unhas Dr Samsu Arief. (irwan musa)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top