PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Proyek MRR Mangkrak

MAKASSAR, BKM — Pembangunan jalan alternatif middle ring road (MRR) kini mangkrak. Akses yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Dr Leimena ini terhenti pengerjaannya.
Tidak ada lagi aktivitas konstruksi di lapangan. Padahal proyek tersebut belum rampung seluruhnya.
Kegiatan fisik yang dianggarkan sebesar Rp168 miliar itu masih menyisakan bagian oprit penghubung jembatan. Hanya sekitar 100 meter bagian jalan yang belum dikerjakan di area sekitar jembatan.
Bagian oprit di sisi selatan memang belum dibeton. Masih berupa gundukan tanah timbunan. Selain itu, masih ada sekitar 100 meter akses jalan yang menuju Jalan Leimena belum dibetonisasi.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) pun menjanjikan proyek ini akan tuntas Januari 2019 lalu. Hanya saja sampai sekarang akses Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Leimena masih belum terhubung.
Kepala Bidang Pembangunan BBPJN XIII Rahman Djamil mengatakan, saat ini masalah yang membelit kontraktor pelaksana PT Sumber Sari Cipta Marga memanjang. Pihaknya masih berupaya agar proyek ini tak tersendat.
Dana yang telah diterima oleh kontraktor pun sudah mencapai 94 persen dari nilai kontak. Karenanya, dia tak ingin jika proyek itu mangkrak. Pihaknya berupaya agar bisa tuntas sesuai target yang diberikan.
“Targetnya hanya sampai 2018. Tetapi ada regulasi tambahan waktu. Kami terus berupaya agar akses jalan ini bisa dituntaskan secepatnya,” ungkapnya, akhir pekan lalu.
Pihaknya pun tidak akan mengganti kontraktor. Dia juga tak ingin jika proyek ini senasib dengan sejumlah proyek lain, seperti Bypass Mamminasata yang kini mangkrak dan tak berlanjut.
“Perintah Bapak Kepala Balai seperti itu. Kami berupaya terus membantu kontraktor pelaksana. Pak Kepala Balai tak ingin jika proyek ini tersendat, karena sisa sedikit,” tambahnya.
Sementara Kepala BBPJN XIII Miftachul Munir menambahkan, saat ini pihaknya masih memberikan waktu kepada kontraktor pelaksana. Yakni 90 hari kerja sejak awal Januari lalu untuk menuntaskan proyek jalan di depan STIMIK Dipanegara tersebut.
Pihaknya sebetulnya punya opsi lain. Yakni langsung memutus kontak di tengah jalan. Hanya saja terlalu berisiko. Selain masalah hukum, proyek tersebut juga akan mangkrak dan tak berlanjut.
“Saya juga sudah laporkan ke Pak Dirjen Bina Marga atas kondisi ini. Solusinya kita tetap beri kesempatan ke kontraktor untuk tetap melanjutkan pengerjaan,” tambahnya.
Ia meminta kontraktor PT Sumber Sari Cipta Marga segera menuntaskan pengerjaaan paling lama akhir Februari ini. Proyek tersebut telah berakhir akhir November 2018 lalu. Sehingga berdasarkan aturan Perpres 70 tahun 2012 tentang Sanksi Keterlambatan , kontraktor bakal didenda 1/1000 dari nilai kontrak tiap hari keterlambatan.
“Masih kita upayakan untuk penyelesaian di masa denda. Keterlambatan saat ini kurang lebih sudah hampir dua bulan lebih sejak akhir November. Dendanya 1/1000 dari nilai kontrak semua,” terangnya.
Miftachul mengatakan, hingga saat ini kontraktor masih berupaya melakukan perampungan proyek di bagian oprit sepanjang 100 meter. Dia masih optimistis PT Sumber Sari Cipta Marga dapat menyelesaikan sisa pengerjaan 5 persen hingga 90 hari masa denda.
BBPJN pun mendesak kontraktor tetap menyelesaikan target pengerjaan sebelum batas perpanjangan. “Kita tidak bisa target. Tergantung mereka (kontraktor) perpanjangan 90 hari maksimal. Konsekuesinya putus kontrak dan akan diberi sanksi blacklist. Tapi kita masih optimistis bisa diselesaikan karena sisa 5 persen masa tidak bisa selesai,” tandasnya. (rhm/rus)

www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top