Gojentakmapan

Overload, PDAM Gowa Butuh IPA Kapasitas 100 Liter per Detik


Perbaikan kerusakan mesin pompa milik PDAM Tirta Jeneberang kerap menjadi kendala lancarnya suplay air bersih ke pelanggan.

GOWA, BKM — Jumlah pelanggan PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa kini sangat banyak.  Sementara produksi air tak mampu melayani pelanggan secara maksimal.  Makanya,  BUMD Gowa ini sudah waktunya memiliki instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas 100 liter per detik.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PDAM Tirta Jeneberang Hasanuddin Kamal. Saat ditemui Berita Kota Makassar, akhir pekan kemarin di kantornya, Hasanuddin mengatakan sudah seharusnya PDAM Gowa memiliki IPA.

Selama ini unit pengolahan yang dimiliki hanya berkapasitas kecil melalui instalasi kota kecamatan (IKK) yang disebar di beberapa kecamatan yakni IKK Somba Opu, IKK Borongloe, IKK Bilibili, IKK Pattallassang, IKK Pandang-pandang, IKK Pallangga, IKK Barombong, IKK Bontonompo, IKK Malino, IKK Limbung dan IKK Malakaji.

Saat ini kata Hasanuddin, tercatat sebanyak kurang lebih 40 ribu pelanggan yang tersebar di dataran rendah dan dataran tinggi. Setiap tahun pelanggan PDAM Gowa selalu bertambah.

Namun tahun 2019 ini, pihak managemen mulai membatasi pelanggan. Dilakukannya pembatasan ini karena PDAM Gowa terkendala kapasitas produksi. Rata-rata produksi IKK hanya antara 60 liter per detik hingga paling terbawa 40 liter per detik. Diantaranya Borongloe 60 liter per detik, Pattallassang dan Tompobalang 40 liter per detik. Itupun ketika suplay air baku dari pipa air waduk Bilibili bermasalah, hampir seluruh IKK kurang pasokan air bakunya. Paling tinggi hanya 20 liter per detik.

“Makanya kami sangat kewalahan mengatur pendistribusian air bersih ke pelanggan dengan suplay air baku yang akan diproduksi sangat kecil. Karena itu kita memang sudah membutuhkan IPA berkapasitas produksi hingga 100 liter per detik agar semua pelanggan tercakupi,” kata Hasanuddin.

Terkait sudah seharusnya PDAM Gowa memiliki IPA kapasitas 100 liter per detik dan rencananya akan dibangun di Borongloe, Kecamatan Bontomaranu, menurut Hasanuddin pihaknya pun harus melakukan pembatasan pendaftaran pelanggan baru disebabkan kondisi kapasitas pelanggan sudah overload (melebihi kapasitas produksi).

“Iya untuk pelanggan reguler kami tutup dulu untuk sementara. Kita hanya layani untuk 1.200 MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) karena itu adalah program nasional pemerintah sehingga tetap diprioritas,” tambah Hasanuddin.

Diakuinya, secara keseluruhan di wilayah cakupan Sungguminasa, Pallangga dan Barombong sudah overload.

“Tidak boleh ada tambahan pelanggan karena tidak bisa mencakupi lagi. Makanya kita akan bangun lagi IPA Borongloe 100 liter per detil. Rancangan desainnya sudah selesai, sisa tendernya. Makanya sebelum IPA Borongloe berdiri tidak memungkinkan ditambah kapasitas produksi begitu juga pelanggan, tidak boleh dulu ada tambahan. Tadinya itu kita mau dapat jatah 200 liter dari Maminasata tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” kata dirut.

Dikatakan Hasanuddin jika kapasitas produksi tidak ditambah maka akan bermasalah pada suplay air ke pelanggan.

” Contohnya daerah-daerah yang berbukit, kasihan kan. Mereka baru bisa terlayani jika pelanggan yang ada di kawasan rendah teraliri. Makanya tidak boleh dulu ada penambahan pelanggan baru sebelum IPA Borongloe 100 liter terbangun,” jelasnya. (saribulan)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top