Headline

Oknum Caleg Jadi DPO Kasus Narkoba


SIDRAP, BKM — Seorang oknum calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sidrap masuk daftar pencarian orang (DPO). Azis Laise atau Wa Asi diburu Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Sidrap terkait kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.
Polisi menetapkan Azis Laise sebagai DPO, menyusul pengungkapan sejumlah kasus sabu di daerah ini. Pemilik barang haram tersebut mengarah ke caleg Partai Berkarya itu. Azis maju di pileg untuk daerah pemilihan (dapil) I dengan nomor urut 1.
Sebelumnya, polisi menangkap dua terduga pelaku kasus sabu. Yakni Suryani Adam alias Enji (32), warga Jalan Baso Dg Patompo nomor 12 Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare.
Kemudian Muklis (30), berdomisili di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Wattang Pulu, Sidrap. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, yaitu tiga saset kristal bening narkotika golongan I jenis sabu. Serta dua saset bekas pakai.
Ada pula lima saset plastik kosong. Satu set bong atau alat isap. Satu batang pipa kaca atau pireks. Dua sendok takar. Satu lembar tisu.
Keduanya ditangkap belum lama ini. Mereka mengakui barang haram itu didapat dari lelaki Azis Laise.
Selanjutnya, pada penangkapan tiga terduga pelaku narkoba di jalan poros Wette’e, Panca Lautang. Masing-masing Yusuf alias Accung (40), warga Bilokka. Kemudian Fitriadi alias Like (31), dan Yusrianto alias Anto. Keduanya warga Desa Labokong, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng.
Adapun barang buktinya, yaitu enam saset plastik berisi serbuk kristal diduga sabu. Dua batang pipa kaca (pireks). Satu set bong (alat isap sabu). Satu buah sendok takar. Empat korek api gas, dan tiga unit gawai.
Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono melalui Kasat Narkoba Polres Sidrap AKP Badollahi mengatakan, para pelaku yang tertangkap, mengakui bahwa barang haram yang diambil itu dari Azis Laise alias Wa Asi yang juga residivis narkoba itu.
“Azis Laise ini sudah masuk DPO. Ia kita cari dan buru. Kita harap dia bisa menyerahkan diri,” terangnya, Minggu (10/2).
Dijelaskan pula, Azis Laise pernah dipidana penjara dengan kasus sama saat masih menjadi anggota DPRD Sidrap. Saat itu, Azis diganjar hukuman 32 bulan penjara. Tepatnya 2 tahun 8 bulan pada 2016 silam.
Mustakin selaku Ketua DPC Berkarya Sidrap yang dikonfirmasi, kaget setelah mengetahui ada kadernya yang masuk DPO.
“Ya, saya kaget salah satu kader masuk DPO. Aaya komunikasikan dulu dengan beliau dan pihak kepolisian,” ujar Mustakin, kemarin.
Diakui Mustakin, dirinya sudah cukup lama tidak berkomunikasi dengan Azis Laise. Itu karena dirinya juga disibukkan dengan kegiatan sosialisasi sebagai caleg di dapil III.
“Terakhir komunikasi sekitar bulan Oktober 2018, saat penandatanganan daftar caleg,” katanya.
Dia mengatakan, kadernya itu memang merupakan mantan narapidana penyalahgunaan narkoba. Saat pendaftaran caleg,diberikan surat pernyataan dan keterangan pernah dipidana yang dipublis melalui media massa.
Ketua KPU Sidrap Syamsuddin Saleng, belum bisa berkomentar terlalu jauh soal adanya salah satu caleg yang masuk DPO.
“Kami belum bisa menyatakan sikap terkait caleg tersebut. Kami akan bicarakan dengan komisioner lainnya,” kelitnya.
Yang pasti, lanjut Syamsuddin, bahwa selama belum ada putusan tetap dari pengadilan, KPU belum bisa mengambil langkah.
Hal senada diucapkan Ketua Bawaslu Sidrap Asmawati Salam. Kata dia, persoalan tersebut akan dibicarakan ke pimpinan.
“Saya komunikasikan dulu dengan komisioner Bawaslu Sulsel terkait persoalan itu,” ujarnya singkat. (ady/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments
To Top