PESANTREN AN-NUR TOMPOBULU
Headline

Marahan Gegara Kesakitan Usai Didor

PEMANDANGAN tak biasa dipertontonkan dua tersangka maling modus pecah kaca mobil. Masing-masing bernama Hariman alias Emon (44), warga jalan poros Makassar-Maros. Dan Hamran (27), beralamat di Jalan Veteran Utara.
Mereka marahan satu sama lain. Saat itu, Hamran menyandarkan tubuhnya ke Emon lantaran kakinya kesakitan. Emon yang juga merasakan kesakitan langsung menegur rekannya. Mereka meringis tak bisa menahan sakit usai didor.
Tak lama kemudian, mereka lalu digiring ke Mapolsek Rappocini pada Minggu (10/2) untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.
Panit Timsus Polda Sulsel Ipda Artenius MB mengatakan, dua orang tersangka maling tersebut dilumpuhkan dengan tembakan.
”Mereka mencoba kabur. Diberi tembakan peringatan tapi tak dihiraukan. Terpaksa dilumpuhkan,” ujar Ipda Artenius, kemarin.
Bahkan untuk menghentikan langkah kaki Amon dan Hamran, polisi harus menghadiahinya empat butir peluru. Masing-masing tersangka kebagian dua butir. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Tersangka Hamran yang pertama ditangkap polisi. Ia terciduk pada sebuah rumah di jalan poros Bantimurung.
Saat diperiksa, Hamran mengaku telah melakukan pencurian di wilayah hukum Polsek Rappocini. Dia juga menyebut identitas rekan yang menemaninya kala beraksi. Namanyan Hariman. Tinggal di kos-kosan Desa Bulu-bulu, jalan poros Makassar-Maros.
Tim gabungan langsung bergerak. Hariman berhasil diamankan. Namun sempat menolak untuk digelandang, dengan alasan dirinya bukanlah Hariman yang dicari polisi.
Namun, kebohongan Hariman terbongkar. Hamran memanggilnya dengan Emon, nama samarannya. Hariman pun tak berkutik.
Apalagi setelah melihat Hamran dengan tangan terborgol. Emon pasrah untuk dibawa polisi. Selanjutnya gelandang ke posko Timsus Polda Sulsel.
Dari penangkapan keduanya, diamankan barang bukti berupa dua buah tas berisi laptop. Satu buah tas ransel. Enam buah tas perempuan. Satu unit gawai merk Samsung warna putih. Satu unit Samsung tab android warna putih. Satu unit gawai merk Samsung android warna pink.
Ipda Artenius kemudian menyebut enam titik lokasi kedua tersangka. Yakni dua kali kali di SPBU Jalan Rappocini Raya. Selanjutnya di Jalan Cumi-cumi dan Jalan Hertasning. Kemudian di Jalan Sungai Saddang, tepatnya di samping masjid SPBU. Jalan Pelita Raya, dan terakhir antara Jalan Pelita-Sungai Saddang. (ish/rus)


www.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa PPOB dll
Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top